Sukses

Tip Menyelamatkan Diri Saat Serangan Bom

Apa yang harus dilakukan saat ada serangan bom di sekitar Anda? Baca selengkapnya di sini.

Pengeboman gereja terjadi di kota Samarinda, Kalimantan Timur, pada 13 November 2016 kemarin. Lima jemaat terluka akibat ledakan bom molotov tersebut.

Hal ini tentu sangat meresahkan masyarakat, terutama bagi mereka yang tinggal di area pengeboman tersebut. Jika terjebak di area pengeboman, apa yang dapat Anda lakukan untuk menyelamatkan diri?

Saat terjadi serangan bom, pertama-tama Anda perlu bersikap tenang untuk dapat membaca situasi. Setelah itu, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan yaitu:

  1. Saat terjadi ledakan
  • Berjalan merangkak mendekati benda yang kokoh –seperti meja, untuk menghindari tertimpa reruntuhan dari atas.  
  • Posisi terbaik saat bersembunyi di dalam ruangan adalah berbaring dengan posisi miring. Gunakan tangan Anda untuk melindungi mata dari bahan peledak. Jika bahan peledak meledak dan tersebar ke atas dengan pola seperti kembang api, segera berbaring datar di atas tanah.
  • Bernapas dengan menggunakan mulut secara cepat. Ledakan akan melemparkan bahan peletus dengan kecepatan supersonik. Hal ini akan berpengaruh kepada organ-organ di dalam tubuh yang berisi udara, seperti paru-paru, ginjal, dan usus. Karena itu, tidak disarankan untuk menahan napas saat ledakan terjadi –secara alami Anda akan mengambil napas dalam dan menahannya– untuk menghindari perdarahan.
  • Saat ledakan terjadi, usahakan untuk tidak berteriak. Karena saat Anda berteriak, partikel debu akan mudah masuk ke dalam saluran pernapasan.
  • Jika berada di dalam gedung, hindari beberapa tempat yang berbahaya. Seperti area yang mudah terpicu api, misalnya dapur atau tempat kabel-kabel. Hindari juga berdiri dekat benda berkaca, seperti jendela atau pintu kaca.
  • Jika keadaan sudah aman dan reruntuhan tidak berjatuhan lagi, segeralah cari jalan keluar. Jangan gunakan elevator atau lift jika berada di dalam gedung.
  1. Setelah ledakan terjadi
  • Jika Anda berada di dalam ruangan, lindungi bagian wajah Anda dari debu.
  • Jangan gunakan pemantik atau korek api yang dapat memicu ledakan susulan.
  • Hindari penggunaan telepon karena sinyal dapat memicu ledakan susulan.
  • Keluar dari ruangan tersebut secepat mungkin. Namun, tetaplah waspada dengan melihat sekeliling untuk menghindari tertimpa reruntuhan.
  1. Tak perlu kepo. Jika Anda berada di area luar pengeboman, singkirkan rasa ingin tahu Anda untuk bergerak lebih dekat dengan lokasi pengeboman. Area yang ramai dapat menjadi target pengeboman yang kedua. Segeralah menjauh dari area tersebut. Selain itu, hindari gedung yang mengalami kerusakan akibat bom tersebut karena daerah itu dapat membuat Anda terluka. Jarak aman Anda dengan gedung yang mengalami kerusakan sebaiknya sejauh 200 meter.
  2. Menjauh dari kendaraan bermotor. Hindari berdiri dekat dengan kendaraan bermotor yang berada di sekitar lokasi pengeboman. Karena terdapat bahan bakar di dalamnya yang mudah terbakar setelah bom meledak. 
  3. Temui petugas medis. Jika di sekitar lokasi bom tak ada petugas medis, pergilah ke fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Terutama jika Anda mengalami beberapa gejala seperti perdarahan, susah bernapas, batuk yang terus-menerus,  sakit kepala, penglihatan menjadi kabur,  mulut kering, nyeri perut, kulit terbakar, gangguan pendengaran,  dan kesulitan berjalan  .

Serangan bom yang terjadi secara tiba-tiba memang akan membuat Anda panik. Namun, dengan mengetahui penyelamatan diri sejak dini, cedera dan bahaya lainnya pun dapat terhindarkan. 

[RS/RH]

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar