Sukses

Interferon Alfa: Terapi untuk Hepatitis

Penyakit hepatitis memang menakutkan karena dapat berujung pada komplikasi kanker bahkan kematian. Jangan putus harapan! Kini sudah tersedia terapi interferon untuk hepatitis.

Pernahkah Anda mendengar mengenai interferon? Interferon adalah salah satu jenis sitokin, kelompok sinyal protein yang berfungsi untuk mengaktifkan sistem kekebalan tubuh. Sitokin akan teraktivasi untuk membunuh ‘musuh’, seperti virus, bakteri, parasit, dan sel tumor. Interferon dihasilkan oleh sel-sel imun tubuh. Ketika sel tubuh diserang oleh virus, sel tersebut akan memproduksi interferon dan membuat sel di sekitarnya mengaktifkan sistem pertahanan mereka.

Fungsi Interferon

Sesuai dengan namanya, interferon berfungsi untuk interfere atau mengganggu perkembangbiakan virus. Interferon juga dapat melindungi sel dari infeksi virus, bakteri, dan parasit, juga mengaktifkan sel-sel kekebalan. Gejala penyakit seperti demam, nyeri kepala, dan otot, serta gejala seperti flu adalah tanda bahwa tubuh memproduksi interferon dan sitokin lainnya.

Berdasarkan bentuk molekulnya, tiga macam kelas interferon sudah diidentifikasi cukup lama. Mereka adalah alfa, beta, dan gamma. Setiap kelas memiliki efek yang baik untuk tubuh, meskipun efek mereka banyak tumpang-tindih antara kelas yang satu dan kelas lainnya. Nah, interferon yang sudah diteliti berhubungan dengan terapi penyakit hati adalah interferon alfa.

Interferon Alfa

Infeksi kronis virus hepatitis B dan C dapat menyebabkan komplikasi seperti fibrosis hati dan kanker hati. Kedua penyakit tersebut diyakini mustahil untuk sembuh. Tapi berita baiknya, interferon alfa dapat menghilangkan gejala dari penyakit-penyakit tersebut, bahkan mencegah komplikasi dan kekambuhan.

Terapi suntik interferon alfa sudah digunakan sejak tahun 1980-an untuk mengobati penyakit hepatitis kronis. Kini, terapi interferon alfa sudah semakin berkembang dan bahkan bisa dikombinasikan dengan obat antivirus seperti ribavirin. Yang lebih menakjubkan, terapi kombinasi ini lebih baik daripada interferon sendiri karena 3-4 kali lebih efektif dalam melawan virus hepatitis C. Selain itu, terapi kombinasi ini dapat mengeliminasi virus hepatitis sebanyak 50% pada mereka yang belum pernah mendapatkan terapi.

Apabila diberikan langsung setelah infeksi, terapi kombinasi juga dapat mencegah infeksi kronis. Namun, hal ini sulit dilakukan karena diagnosis awal hepatitis C sukar untuk ditegakkan akibat gejalanya yang tidak spesifik.

Interferon dapat dihasilkan oleh sel tubuh Anda untuk sistem kekebalan tubuh. Namun, pada penyakit hepatitis, terapi interferon alfa dapat membantu membunuh virus hepatitis dan menurunkan risiko komplikasi dari infeksi hepatitis kronis.

[RS/RH]

Baca Juga:

1 Komentar