Sukses

Siapa Saja yang Perlu Vaksin Rabies?

Tidak semua orang memperoleh vaksin rabies sebagai vaksinasi rutin dalam hidupnya. Hanya segolongan orang yang sangat direkomendasikan untuk memperolehnya.

Rabies, atau yang akrab disebut penyakit ‘anjing gila’, merupakan penyakit yang menyerang susunan saraf pusat (otak). Walau belum ditemukan obat untuk menyembuhkannya, penggunaan vaksin rabies sangat diperlukan untuk penanganan sedini mungkin. Penanganan pasca gigitan harus dilakukan secara saksama dan secepatnya, yaitu dengan pemberian vaksin.

Vaksin rabies merupakan vaksin yang unik dan berbeda dari vaksin lain. Akan tetapi, sering kali vaksin ini baru diberikan setelah muncul kecurigaan akan adanya infeksi rabies dari gigitan/cakaran hewan yang baru saja terjadi.

Tidak semua orang memperoleh vaksin rabies sebagai vaksinasi rutin dalam hidupnya. Untuk bayi-bayi yang baru lahir, vaksin rabies juga tidak termasuk sebagai vaksin wajib yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Hanya segolongan orang yang sangat direkomendasikan untuk memperoleh vaksin rabies, antara lain orang-orang yang sangat berisiko untuk terkena penyakit rabies. Berikut adalah daftar kelompok tersebut:

  • Dokter hewan
  • Pekerja laboratorium kesehatan
  • Petugas dinas kesehatan yang berkaitan dengan penyakit dari hewan
  • Penjaga hewan, contohnya di kebun binatang
  • Pelancong yang bepergian ke daerah endemis rabies

Untuk kelompok-kelompok di atas, tiga dosis vaksin pra-paparan akan diberikan untuk mencegah tubuh terserang rabies. Jarak antara vaksin pertama dan kedua adalah tujuh hari. Sedangkan vaksin ketiga akan diberikan 21 hingga 28 hari dari dosis pertama.

Bila gigitan hewan yang dicurigai menderita rabies telah terjadi, maka vaksin rabies harus segera diberikan untuk mencegah munculnya penyakit rabies yang fatal dan progresif. Dalam kondisi ini, vaksin akan diberikan segera pasca serangan, selanjutnya tiga hari, tujuh hari kemudian, dan suntikan terakhir diberikan empat belas hari pasca-suntikan pertama.

Tentu tidak mudah untuk mencurigai apakah hewan yang baru saja menggigit/mencakar menderita rabies. Terutama hal ini berlaku bila Anda merupakan pendatang, atau hewan yang melakukan gigitan merupakan hewan yang tidak dikenal. Lain halnya bila hewan tersebut Anda kenali, maka tentunya Anda bisa mencari tanda-tanda tertular rabies.

Dalam menghadapi hal tersebut, dua prinsip berikut dapat menjadi pedoman Anda:

  • Vaksin rabies dibutuhkan bila tidak ada yang mengenali sama sekali perilaku hewan tersebut dan tidak dapat mengobservasinya. Atau, bila gigitan terjadi di daerah yang sering terjadi penyakit rabies.
  • Bila dalam sepuluh hari observasi, hewan penggigit menunjukkan tanda-tanda rabies, maka penanganan harus dimulai secepatnya.

Demikianlah penjelasan seputar pemberian vaksin rabies pasca-paparan. Bila Anda termasuk sebagai golongan yang berisiko tinggi memperoleh penyakit rabies, pastikan diri Anda terlindungi dengan vaksin rabies sebagai langkah pencegahan.

(TT/RH)

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar