Sukses

Mitos dan Fakta Soal Demam Berdarah Dengue

Banyak sekali mitos yang beredar seputar demam berdarah dengue. Mana yang harus dipercaya dan mana yang tidak?

Kejadian demam berdarah dengue yang banyak di Indonesia disertai dengan banyaknya anjuran orangtua tentang ciri-ciri dan cara mengobati penyakit ini. Yuk, kenali yang mana mitos dan yang mana fakta.

  • Demam disertai mimisan, pasti demam berdarah dengue.

Mitos. Tidak semua kejadian demam disertai mimisan pasti demam berdarah dengue. Kondisi penyakit lainnya juga bisa menjadi faktor. Demam berdarah dengue ditandai dengan adanya demam tinggi, disertai dua dari gejala berupa:

  • Sakit kepala.
  • Pegal di sekitar mata atau di belakang mata.
  • Nyeri sendi.
  • Pegal atau nyeri otot dan tulang.
  • Ruam di kulit.
  • Perdarahan seperti mimisan, gusi berdarah, bintik-bintik merah di kulit, lebam.
  • Demam berdarah dengue wajib diberi antibiotik.

Mitos. Pada dasarnya, demam berdarah dengue merupakan infeksi virus yang akan sembuh spontan dalam 7-10 hari. Pengobatan yang diberikan bersifat simtomatik, artinya hanya untuk mengurangi keluhan penderita. Biasanya pengobatannya berupa cairan infus dan obat penurun panas saja. Antibiotik hanya diberikan bila ada infeksi oleh bakteri.

  • Harus dirawat inap jika terkena demam berdarah dengue.

Mitos. Bila infeksi dengue yang dialami termasuk ringan, maka penderitanya dapat dirawat di rumah. Infeksi dengue membutuhkan rawat inap bila terdapat gejala berikut:

  • Saat suhu turun, badan semakin lemas.
  • Tidak mau makan dan minum.
  • Muntah berulang.
  • Nyeri perut hebat.
  • Sangat lemas, mengantuk terus.
  • Mimisan yang sulit berhenti, buang air besar berwarna hitam, muntah darah, air seni berwarna cokelat.
  • Pucat.
  • Telapak kaki dan tangan dingin.
  • Jumlah air seni hanya sedikit.
  • Minum jus jambu atau angkak supaya trombosit cepat naik.

Mitos. Seperti yang disebutkan sebelumnya, pada dasarnya setelah 7-10 hari sakit, infeksi dengue akan sembuh dengan sendirinya. Umumnya trombosit akan mulai naik perlahan-lahan setelah lima hari sakit. Penelitian yang sudah dilakukan sejauh ini pun menunjukkan bahwa jus jambu atau angkak tidak mempercepat naiknya trombosit. Namun demikian, jus jambu atau makanan sehat lainnya tetap boleh dimakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

  • Minum larutan yang mengandung elektrolit sangat baik, saat mengalami demam berdarah dengue.

Fakta. Namun demikian, sebenarnya yang dianjurkan WHO adalah minum cairan setidaknya lima gelas ukuran sedang dalam satu hari selama sakit –tidak disebutkan jenis cairan apa yang harus diminum. Minum larutan yang mengandung elektrolit, cairan isotonik, susu, air putih, ataupun minuman lainnya dapat dilakukan untuk mencegah syok –salah satu komplikasi demam berdarah dengue.

Mitos. Nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus Dengue, sangat mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan, sehingga tidak mudah mati dengan dilakukan fogging saja. Dan untuk mengendalikan dengue, mematikan nyamuk dewasanya saja tidak cukup, melainkan juga harus mengendalikan telurnya karena telur nyamuk akan menjadi nyamuk dewasa juga dalam waktu 7-10 hari. Program pemerintah untuk mencegah demam berdarah dengue adalah dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Bukan hanya nyamuknya yang diberantas, melainkan juga telur dan tempat nyamuk bersarang.

Mulai sekarang, mitos-mitos yang ada tidak perlu diikuti lagi, ya, untuk mengobati demam berdarah dengan efektif.

(RS/RH)

Baca juga:

0 Komentar

Belum ada komentar