Sukses

Tanda-Tanda Kehamilan Awal yang Harus Anda Tahu

Selain terlambat haid, ada pula tanda-tanda kehamilan lain yang wajib Anda ketahui. Dengan tahu sejak dini, Anda pun bisa mempersiapkan kehamilan dengan lebih matang.

Anda dan pasangan sudah melakukan hubungan seksual secara teratur, namun tanda hamil belum juga dirasakan. Jangan buru-buru berburuk sangka. Bisa saja, Anda sudah mengalami gejala kehamilan tanpa disadari.

Pasalnya, ciri-ciri seorang wanita sedang hamil tidak melulu dapat dideteksi dengan 'mata telanjang'. Apa saja tanda-tanda kehamilan awal yang sering kali terlewatkan?

1 dari 3 halaman

Tanda-Tanda Kehamilan Awal yang Jarang Disadari

Nah, agar Anda tidak keliru lagi, berikut ini adalah beberapa ciri hamil awal yang perlu diketahui:

1. Terlambat Datang Bulan

Sudah menjadi rahasia umum bahwa terlambat haid dapat menjadi tanda kehamilan yang paling awal.

Perlu Anda tahu, wanita secara umum akan mengalami haid sebanyak 11-13 kali dalam satu tahun. Siklus haid itu sendiri dikatakan normal apabila terjadi dalam rentang 24–35 hari.

Anda dianggap terlambat datang bulan jika belum juga haid setelah 5 hari atau lebih dari tanggal yang seharusnya.

Contoh, Anda biasanya memiliki siklus haid 24 hari setiap bulan. Apabila setelah hari ke-29 Anda belum juga haid, bisa dibilang bahwa Anda mengalami terlambat datang bulan.

2. Sesak Napas

Sesak napas adalah salah satu keluhan yang bisa menjadi tanda bahwa Anda sedang hamil muda.

Salah satu ciri hamil ini terjadi akibat gejolak hormon progesteron, yang menstimulasi otak untuk memberi sinyal pada paru-paru untuk menarik udara lebih banyak.

Perlu Anda tahu, sesak napas tidak hanya terjadi di awal kehamilan, tapi juga di akhir menjelang persalinan.

Sesak napas yang terjadi di akhir kehamilan terjadi akibat bentuk janin yang semakin besar, sehingga menghalangi paru-paru untuk berkembang secara optimal. 

3. Ukuran Payudara Bertambah

Wanita yang sedang hamil muda akan mengalami ukuran payudara yang kian bertambah. Selain ukuran, kehamilan juga mengubah bentuk payudara dan warna puting payudara.

Hal tersebut terjadi akibat pengaruh hormon estrogen, progesteron, dan prolaktin yang dilepaskan oleh tubuh wanita saat hamil.

Pada awal kehamilan, perubahan payudara secara keseluruhan umumnya akan menyebabkan sensasi nyeri dan akan terasa geli ketika disentuh.

Ciri hamil ini umumnya akan mulai terasa pada usia kehamilan empat hingga enam minggu, dan akan terus berlangsung selama trimester pertama.

4. Frekuensi Berkemih Meningkat

Merasa sering buang air kecil beberapa waktu belakangan ini? Jika ya, bisa jadi ini adalah ciri kehamilan pada fase awal.

Faktanya, perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan membuat aliran darah dan cairan ke organ ginjal menjadi lebih optimal.

Akibatnya, kandung kemih ibu hamil akan lebih sering penuh sehingga peningkatan frekuensi berkemih tak bisa dihindari lagi.

Seiring waktu, peningkatan frekuensi berkemih bisa dialami lebih intens. Ini karena janin yang terus berkembang seiring kehamilan membuat kandung kemih ibu hamil makin terdesak.

5. Sangat Mudah Kelelahan 

Tahukah Anda bahwa beberapa wanita hamil bisa merasa sangat lelah meski aktivitasnya sangat sedikit? 

Kelelahan saat hamil bisa terjadi akibat kadar hormon progesteron yang meningkat.

Selain itu, peningkatan frekuensi berkemih yang terjadi saat hamil juga turut menguras energi. Alhasil, ibu hamil sangat rentan mengalami kelelahan.

Pada beberapa ibu hamil, ciri hamil ini tak hanya terjadi di trimester awal, tapi bertahan hingga trimester ketiga.

6. Bercak Darah dari Vagina

Bercak darah yang muncul lebih ringan dari haid dapat menjadi tanda hamil.

Hal ini merupakan pendarahan implantasi, yang terjadi saat sel telur yang dibuahi menempel pada dinding rahim.

7. Punggung Terasa Nyeri

Rasa nyeri pada punggung bagian bawah dapat menjadi tanda awal kehamilan. Kondisi ini dilatarbelakangi oleh ligamen yang menjadi longgar.

Pada beberapa kasus, nyeri punggung tak hanya terjadi di awal kehamilan, namun terus berlanjut hingga proses persalinan usai.

Nyeri punggung yang terus terjadi selama kehamilan dipengaruhi oleh ukuran janin yang semakin besar.

8. Kepala Terasa Sakit

Sakit kepala merupakan salah satu ciri hamil muda. Gejolak hormon yang dialami wanita saat hamil muda bisa menyebabkan berbagai perubahan pada tubuh. Salah satunya adalah sakit kepala.

Umumnya, sakit kepala saat hamil terasa sangat berat di minggu-minggu pertama kehamilan.

Jangan khawatir, hal tersebut tergolong normal. Seiring waktu, intensitas keluhan akan berkurang, khususnya setelah memasuki trimester tiga kehamilan.

9. Morning Sickness

Ciri hamil lainnya adalah morning sickness. Saat hamil muda, tidak sedikit wanita yang mengalami keluhan mual dan muntah, atau morning sickness.

Meski memiliki nama “morning sickness”, keluhan ini juga dapat terjadi di sore atau malam hari.

Pada beberapa kasus, mual dan muntah yang terjadi akibat morning sickness bisa dialami oleh ibu hamil hingga pertengahan trimester dua.

10. Perubahan Mood secara Mendadak

Apakah belakangan ini Anda sering mengalami mood yang tidak menentu? Bisa jadi itu merupakan salah satu tanda awal kehamilan.

Terjadinya perubahan mood pada ibu hamil diduga akibat gejolak hormon di dalam tubuh.

Jika Anda mengalami ciri hamil yang satu ini, suasana hati biasanya mirip roller coaster alias naik dan turun secara mendadak.

11. Sembelit dan Kembung

Sebagian wanita yang sedang hamil muda akan mengalami kesulitan untuk buang air besar (sembelit) dan perut kembung. 

Kondisi ini bisa terjadi akibat peningkatan hormon progesteron, yang memperlambat kinerja saluran pencernaan.

Artikel Lainnya: Kehamilan dan Perkembangan Janin

12. Kram Perut

Ciri hamil ini sering terlewatkan karena muncul pada fase yang sangat awal, yakni minggu pertama setelah terjadi konsepsi (pertemuan sel telur dan sel sperma). Artinya, gejala ini bisa muncul kira-kira di atas dua minggu pascamenstruasi terakhir.

Kram perut terjadi akibat penempelan hasil konsepsi (embrio) ke dalam dinding rahim, yang disebut dengan implantasi.

13.  Perubahan Selera Makan

Salah satu ciri hamil yang banyak dikenal adalah ‘ngidam’. Saat hamil muda terutama, Anda bisa menjadi lebih sensitif dan tidak menyukai makanan tertentu. Jangankan harus memakannya, mencium baunya saja rasanya sudah mual.

Sebaliknya, ada beberapa makanan yang jadi Anda sangat sukai dan ingin mengonsumsinya terus.

14. Hidung Tersumbat

Pada wanita hamil, hidung tersumbat juga disebabkan oleh perubahan hormonal. Meskipun Anda tidak sedang flu atau pilek, hidung Anda bisa tersumbat, kering, atau mudah mengalami mimisan.

Apakah terdapat ciri hamil di atas yang sudah Anda alami? Jika ya, jangan buru-buru memastikan bahwa Anda sedang hamil.

Pasalnya, gejala tersebut tidak sepenuhnya akurat sehingga diperlukan pemeriksaan kehamilan untuk memastikannya.

2 dari 3 halaman

Pemeriksaan untuk Mendeteksi Tanda Kehamilan Awal

Prinsip pemeriksaan untuk mendeteksi tanda kehamilan awal adalah mengukur kadar hormon hCG (human chorionic gonadotropin), yang meningkat pada saat kehamilan.

Ada dua macam cara untuk mengukur hormon hCG tersebut, yaitu melalui tes urine dengan test pack dan tes darah.

  • Tes Urine dengan Test Pack

Pemeriksaan ini mudah, murah, dan dapat dilakukan sendiri di rumah. Alat test pack pun dapat dibeli di apotek-apotek tanpa menggunakan resep dokter.

Pemeriksaan urine dapat dilakukan sehari setelah Anda mengalami terlambat datang bulan.

Jika ingin lebih akurat, Anda dapat kembali melakukan tes urine setelah satu minggu mengalami terlambat datang bulan. Gunakan urine yang pertama kali keluar setelah bangun tidur.

Artikel Lainnya: 4 Manfaat Kehamilan bagi Kesehatan Tubuh Ibu

Setelah melakukan tes, pastikan garis kontrol muncul. Interpretasikan hasil yang didapat sesuai dengan petunjuk pada bungkus test pack. Jika hasilnya positif (ditandai dua garis sejajar), Anda bisa saja hamil ataupun tidak sama sekali (false positive).

Sebaliknya, jika hasilnya negatif, bukan berarti Anda benar-benar tidak hamil. Hasil negatif bisa saja menandakan bahwa Anda sedang hamil. Bila hasilnya negatif namun terdapat kecurigaan ke arah kehamilan, ulanglah pemeriksaan test pack satu minggu kemudian.

  • Tes Darah

Tes darah untuk mendeteksi kehamilan awal harus dilakukan di laboratorium. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi sekitar seminggu setelah terjadi ovulasi (masa subur).

Tes darah memberikan hasil yang lebih akurat ketimbang test pack, namun membutuhkan waktu yang lebih lama sampai hasilnya benar-benar Anda terima.

Mengetahui tanda-tanda kehamilan awal membuat Anda bisa melakukan persiapan tepat pada waktunya. Dengan begitu, kehamilan akan berjalan sesuai rencana dan buah hati dapat lahir dengan sehat.

[RS]

2 Komentar