Sukses

Ini Bahayanya Jika Anda Konsumsi Beras Plastik

Beredarnya beras plastik di tengah-tengah kita masih menjadi isu yang meresahkan. Apalagi, dampak jangka panjangnya bagi kesehatan juga tidak main-main.

Beberapa waktu lalu, dunia digemparkan oleh temuan pemerintah Cina yang mengungkap praktik perdagangan beras plastik dari Cina ke beberapa negara di Asia seperti Singapura, Vietnam, India, dan Indonesia. Dikatakan bahwa beras plastik ini dibuat dari campuran kentang, ubi dan resin. Resin adalah suatu bahan sintetik yang biasa digunakan untuk industri plastik.

Menurut Asosiasi Restoran di Cina, mengonsumsi tiga mangkuk beras plastik setara dengan memakan satu kantong plastik. Jika informasi ini tepat, maka mengonsumsi beras plastik dapat memiliki risiko kesehatan yang tidak ringan.

Bahan resin, umumnya terdapat pada produk olahan plastik, masuk dalam golongan zat karsinogenik atau memiliki sifat dapat menyebabkan kanker. Apabila resin tidak sengaja dikonsumsi dalam waktu panjang, seperti pada ketidaktahuan masyarakat pada kasus beras plastik ini, orang yang mengonsumsinya diperkirakan dapat mengalami peningkatan risiko kanker. Jenis kanker yang paling potensial untuk kondisi ini adalah kanker pada bagian saluran pencernaan.

Kanker Saluran Pencernaan

Kanker saluran pencernaan dapat terjadi pada beberapa organ pencernaan, seperti esofagus, saluran kemih, hati, pankreas, lambung, usus kecil, usus besar, kolon, dan anus. Untuk kanker yang disebabkan oleh konsumsi bahan karsinogenik seperti resin, diperkirakan manifestasi kanker berpeluang besar terjadi pada lambung dan kolon.

Berbeda dengan beberapa jenis kanker lain di mana jenis kelamin berpengaruh, pada kanker saluran pencernaan baik pria maupun wanita memiliki risiko yang sama untuk terkena. Pada kanker saluran pencernaan, faktor gaya hidup terutama terkait jenis makanan yang dikonsumsi menjadi faktor risiko utama. Selain cermat memilih beras agar terhindar dari mengonsumsi beras plastik, ada beberapa hal yang dapat kita perhatikan untuk meminimalkan risiko terkena saluran pencernaan:

  1. Mengurangi makanan berlemak, terutama yang digoreng.
  2. Mengonsumsi buah dan sayuran setiap hari, minimal masing-masing dua porsi sehari.
  3. Mengolah makanan dengan cara yang tepat.
  4. Menghindari sama sekali atau membatasi minuman beralkohol.
  5. Menghindari sama sekali atau membatasi makanan olahan berbahan pengawet.

0 Komentar

Belum ada komentar