Sukses

Kiat Atasi Insomnia pada Lanjut Usia

Insomnia ternyata dapat menimpa segala usia, termasuk lansia. Berikut kiat atasi insomnia pada lanjut usia oleh dr. Nadia Octavia.

Insomnia, atau gangguan tidur, sering kali terjadi pada orang yang sudah lanjut usia. Insomnia atau gangguan tidur ini terkadang menjadi keluhan rutin para lanjut usia yang kerap mengganggu tidur malam mereka.

Padahal, tidur merupakan kebutuhan biologis yang diperlukan setiap manusia. Orang dewasa, termasuk mereka yang udah lanjut usia, membutuhkan waktu 7-9 jam sehari untuk tidur. Namun, perubahan jam biologis tubuh seiring dengan bertambahnya usia cenderung membuat para lanjut usia lebih sulit untuk tidur di malam hari.

Apa saja penyebab lansia terserang insomnia?

Beberapa hal yang dapat menyebabkan para lanjut usia susah tidur, antara lain:

•   Kebiasaan tidur

Lansia cenderung memiliki kebiasaan tidur yang tidak teratur, misalnya terlalu banyak tidur di siang hari, mengonsumsi alkohol sebelum tidur, jam tidur yang tidak teratur, sehingga dapat menyebabkan terjadinya insomnia.

•   Nyeri atau penyakit tertentu

Kondisi medis seperti asma, diabetes, osteoporosis, heartburn, Alzheimer atau BPH dapat mengganggu kualitas tidur, termasuk pada lansia.

•   Penyakit yang berkaitan dengan tidur

Sleep apnea, restless legs syndrome yang kerap kali diderita oleh lansia dapat menyebabkan mereka menjadi susah tidur.

•   Obat-obatan

Obat-obatan yang dikonsumsi, seperti obat hipertensi, obat jantung atau kolesterol, dapat menyebabkan mereka sulit untuk tidur di malam hari.

•   Stres
Stres yang disebabkan oleh penyakit yang diderita dapat menyebabkan terjadinya insomnia, termasuk pada lansia.

Bagaimana penangannnya insomnia pada lansia?

Berapa pun umur Anda, tidur merupakan aktivitas yang krusial untuk kesehatan fisik dan kesejahteraan emosional, terlebih bagi para lanjut usia. Pasalnya, tidur yang berkualitas sangat penting untuk menjaga konsentrasi, ingatan, mengembalikan sistem kekebalan tubuh dan memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak.

Lansia yang mengalami insomnia atau sulit tidur rentan untuk mengalami depresi, sulit berkonsentrasi dan sulit untuk mengingat. Selain itu, kurang tidur juga membuat para lansia rentan untuk terjatuh dan meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, obesitas dan kanker.

Penanganan untuk hal ini bergantung dari penyebab sulit tidur itu sendiri. Namun, perubahan gaya hidup dan pola kebiasaan tidur teratur dapat diterapkan untuk menangani hal ini. Selain itu, dapat pula diberikan obat tidur jika diperlukan.

Ingatlah, tidur yang teratur dan berkualitas dapat menghindari Anda dari insomnia. Berikut beberapa tips yang dapat dicoba:

  • Usahakan untuk selalu tidur pada jam yang sama di malam hari dan bangun di jam yang sama setiap pagi hari.
  • Usahakan agar tidak tidur di siang hari, karena tidur di siang hari akan membuat Anda semakin sulit untuk tidur di malam hari.
  • Hindari kafein, rokok dan alkohol. Kafein dan rokok merupakan stimulan yang dapat membuat Anda sulit tidur. Alkohol dapat membuat Anda terbangun di malam hari dan akan mengganggu siklus tidur Anda.
  • Olahraga secara rutin dan teratur, namun hindari untuk berolahraga dekat dengan waktu tidur Anda. Dianjurkan agar tidak berolahraga 3-4 jam sebelum waktu tidur.
  • Hindari makan terlalu banyak di malam hari.
  • Buat suasana senyaman mungkin di kamar tidur.
  • Lakukan suatu rutinitas yang membuat Anda rileks sebelum tidur, misalnya membaca buku, mendengarkan musik, atau berendam.
  • Selain untuk tidur, hindari menggunakan tempat tidur Anda untuk melakukan kegiatan lain.

0 Komentar

Belum ada komentar