Sukses

Ini Bahayanya Jika Bayi Sering Dicium

Apakah Anda sering mencium bayi Anda? Ataukah bayi Anda sering dicium orang lain? Waspada, ini bahayanya jika bayi sering dicium.

Bayi memang sangat menggemaskan, seakan-akan mengundang kita untuk menciuminya. Namun ternyata, kebiasaan mencium bayi bisa menimbulkan penyakit yang berbahaya pada bayi tersebut, apalagi bila bayi dicium oleh orang yang kita tidak ketahui kondisi kesehatannya.

Perlu Anda ketahui, penyakit dapat ditularkan melalui beberapa cara, antara lain:

  1. Kontak langsung

Beberapa penyakit dapat menyebar melalui kontak langsung, seperti melalui ciuman, atau ketika kita menyentuh permukaan atau benda yang terkontaminasi virus atau bakteri.

  1. Melalui droplet

Droplet adalah percikan air liur yang berukuran lebih dari 5 mikro. Droplet yang terinfeksi biasanya keluar dari hidung ataupun tenggorokan dan dapat terbang bebas sekitar 1 meter sebelum jatuh ke permukaan. Contoh penyakit yang disebarkan melalui droplet yaitu meningitis, penyakit gondongan, atau batuk rejan (batuk 100 hari). 

  1. Melalui Airbone

Airbone Merupakan partikel yang lebih kecil daripada droplet, yakni berukuran kurang dari 5 mikro. Airbone dapat bertahan di udara dalam waktu yang cukup lama dikarenakan ukuran airbone yang sangat kecil. Airbone dapat terhirup langsung dan mencapai paru-paru. Contoh penyakit yang disebarkan melalui airbone yaitu TB dan cacar.

Dengan kata lain, tindakan mencium bayi dapat menjadi menjadi media penularan penyakit bagi bayi tersebut, baik secara kontak langsung, melalui droplet maupun melalui airbone.

Beberapa penyakit yang dapat menular ke bayi karena mencium bayi, antara lain:

  1. Batuk, Flu, Pilek, Demam

Penyakit flu, batuk, pilek serta demam dapat menular melalui droplet atau airbone. Saat Anda Batuk atau bersin, droplet dan airbone akan betahan di udara dan dapat ikut terhirup oleh bayi yang kita cium, dan akhinrya bayi tersebut akan mengalami gejala serupa beberapa hari kemudian.

  1. Cacar Air

Cacar air disebabkan oleh virus varicella-zoster. Cacar air adalah infeksi yang sangat menular, bahkan 90% dari orang-orang yang sebelumnya tidak menderita cacar air (belum memiliki imunitas terhadap cacar air) akan terinfeksi ketika berkontak dengan virus ini. Bayangkan Jika bayi Anda dicium oleh orang yang sedang menderita cacar air. Virus cacar air akan dengan mudah menular ke bayi melalui droplet dan airbone ketika orang tersebut batuk atau bersin.

  1. Herpes

Virus herpes merupakan penyakit menular seksual yang dapat ditularkan ketika seseorang yang terinfeksi herpes mencium bayi Anda.

  1. CMV

Cytomegalovirus, atau yang lebih dikenal dengan CMV, adalah salah satu bentuk virus yang menyerupai virus herpes. Penderita yang terinfeksi Cytomegalovirus menunjukkan gejala menyerupai flu, bahkan kadang tanpa gejala. Virus ini dapat menyebar lewat air liur. Bila bayi dicium oleh penderita yang terkena CMV, maka kemungkinan besar bayi tersebut akan mengalami CMV juga. Penyakit ini cukup berbahaya, bahkan bisa mengancam nyawa.

  1. Radang otak atau selaput otak

Penyakit ini dapat menular ke bayi ketika seseorang mencium bayi tersebut. Gejala awal meningitis yang ditandai dengan demam tinggi, sakit kepala, mual, muntah.

  1. Pneumonia atau radang paru

Pneumonia merupakan penyakit radang paru akibat bakteri Pneumoccocal. Penyakit ini biasanya menyerang anak-anak berusia di bawah 5 tahun yang berada di lingkungan dengan paparan bakteri ini.

Perlu diketahui, kesehatan seorang tidak dapat dilihat hanya dari penampilan fisiknya saja. Artinya, boleh saja orang tersebut terlihat sehat-sehat saja, padahal di tubuhnya mengandung penyakit menular.

Berikut adalah cara untuk mengurangi risiko Si Kecil tertular penyakit:

  • Hindarkan bayi Anda untuk dicium oleh Anda ketika Anda sedang sakit atau oleh orang lain yang terlihat sakit. Tolak secara halus orang yang ingin mencium bayi Anda, jika menurut Anda orang tersebut sedang mengidap suatu penyakit.
  • Gunakanlah masker ketika Anda atau orang lain yang sedang sakit berada berdekatan dengan Si Kecil.
  • Jaga kebersihan dan kesehatan mulut.
  • Jika Anda hendak batuk atau bersin, hindari untuk melakukan hal tersebut di dalam ruangan atau kamar bayi. Atau, gunakanlah sapu tangan atau tisu sekali pakai untuk menutupi bagian mulut atau hidung Anda ketika Anda hendak bersin, kemudian segera buang sapu tangan/tisu yang telah Anda gunakan di luar kamar.
  • Pastikan imunisasi bayi Anda lengkap agar bayi terhindar dari penyakit.
  • Berikan ASI eksklusif kepada bayi Anda. ASI dipercaya dapat meningkatkan imunitas bayi. Menurut penelitian, bayi yang mendapatkan ASI eksklusif akan lebih jarang sakit dibandingkan bayi dengan susu formula. 

0 Komentar

Belum ada komentar