Sukses

Pentingnya Skrining Payudara Bahkan Sebelum Ada Gejala

Deteksi dini berupa skrining sangatlah penting, karena berguna bagi kita untuk langkah-langkah pencegahan serta pengobatan.

Skrining dapat diartikan sebagai segala pemeriksaan dan tes yang digunakan untuk mencari penyakit, seperti kanker, pada orang-orang yang belum memiliki gejala. Tujuan utama dari pemeriksaan skrining kanker payudara adalah untuk menemukan kanker payudara bahkan sebelum seorang wanita merasakan gejala, seperti benjolan.

Deteksi dini berupa skrining memberikan keuntungan yang luar biasa bagi penderita. Hal ini terkait dengan fakta bahwa, jika terjadi kanker payudara dan ditemukan pada skrining, maka ukuran kanker sangat mungkin masih sangat kecil dan masih terbatas pada jaringan payudara saja. Sedangkan, jika kanker payudara sudah memberikan gejala, biasanya ukuran kanker payudara sudah sedemikian besar dan kemungkinan besar sudah terjadi penyebaran ke bagian-bagian lain tubuh.

Untuk itu, deteksi dini dengan skrining menjadi sangat penting untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian karena kanker payudara pada wanita.

Panduan Skrining Payudara

American Cancer Society mengeluarkan suatu panduan untuk melakukan skrining sebagai tindakan deteksi dini kanker payudara pada wanita.

  • Mamografi satu kali setiap tahun direkomendasikan mulai usia 40 tahun pada wanita, dan sebaiknya dilakukan rutin selama wanita masih sehat.
  • Pemeriksaan payudara secara klinis setiap 3 tahun sekali pada wanita usia 20-30 tahun dan setahun sekali untuk wanita usia 40 tahun ke atas.
  • Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) untuk semua wanita mulai usia 20 tahun. Seorang wanita harus mengetahui kondisi normal payudaranya dan segera memeriksakan setiap perubahan yang tidak biasa dan mencurigakan kepada dokter.
  • Pada wanita tertentu dengan riwayat kanker payudara pada diri sendiri, riwayat kanker payudara dalam keluarga, atau kondisi khusus lainnya (diketahui adanya mutasi genetik BRCA1 dan BRA2, mendapatkan terapi radiasi di daerah dada pada usia 10-30 tahun), mungkin memerlukan pemeriksaan tambahan yang lebih mendetail seperti MRI selain pemeriksaan mamografi untuk memeriksa kesehatan payudaranya. Pemeriksaan-pemeriksaan tersebut perlu dilakukan setahun sekali. Pemeriksaan MRI sendiri tidak dianjurkan untuk wanita yang risiko terkena kanker payudara rendah, atau di bawah 15%.

Pemeriksaan Payudara Sendiri

Pemeriksaan skrining berfungsi sama seperti pemeriksaan medical checkup yang berguna untuk mengetahui adanya masalah kesehatan bahkan sebelum munculnya gejala. Untuk itu, tidak ada salahnya untuk melakukan pemeriksaan-pemeriksaan tersebut. Paling tidak, para wanita harus sadar untuk melakukan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri). Meskipun sangat terbatas, namun pemeriksaan yang dapat dilakukan sendiri ini dapat meningkatkan kewaspadaan wanita terhadap berbagai perubahan-perubahan yang terjadi pada payudara.

Beberapa tanda dan gejala kanker payudara yang harus diwaspadai saat melakukan SADARI, adalah:

  • Pembengkakan pada seluruh atau sebagain payudara, bahkan jika tidak dirasakan adanya benjolan.
  • Iritasi atau “lesung pipit” pada kulit.
  • Nyeri payudara atau puting payudara.
  • Puting payudara yang tertarik ke dalam.
  • Kemerahan, sisik, atau penebalan kulit payudara atau puting payudara.
  • Keluarnya cairan dari payudara, selain dari air susu.
  • Terkadang, kanker payudara juga dapat menyebar ke kelenjar getah bening di daerah ketiak, bahkan sebelum tumor/benjolan asli menjadi besar atau dapat dirasakan pada payudara. Untuk itu, jangan luput untuk memeriksa daerah ketiak.

Beritahukanlah dokter Anda mengenai segala keanehan yang terjadi pada payudara Anda untuk penanganan segera. Kalau bukan kita sendiri yang memperhatikan kesehatan payudara kita, siapa lagi?

0 Komentar

Belum ada komentar