Sukses

Pertolongan Pertama pada Korban Gigitan Ular

Gigitan ular yang memakan korban belakangan ini sedang ramai diperbincangkan di masyarakat. Simak tips pertolongan pertama pada korban gigitan ular bersama dr. Atika berikut ini.

Gigitan ular kembali menelan korban. Publik dihebohkan oleh berita meninggalnya seorang penyanyi akibat digigit ular di tengah-tengah pertunjukannya, Senin 4 April 2016 lalu.

Penyanyi berinisial IB ini memang memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan penyanyi lain karena sering beraksi di atas panggung sambil “memainkan” hewan ular.

Tidak hanya mengejutkan publik dalam negeri, warta berita mancanegara pun ikut tertarik untuk mengangkat kabar nahas penyanyi ini.

Memang, tidak semua jenis ular memiliki bisa/racun yang mematikan. Namun, saat ular yang melakukan gigitan adalah jenis ular yang berbisa – seperti halnya jenis ular yang menggigit penyanyi IB yang diyakini adalah jenis ular kobra – maka hal tersebut bisa menjadi kegawatdaruratan medis yang harus segera ditangani karena dapat berujung pada kematian.

Perlu Anda ketahui, ular diperkirakan menyebabkan sebanyak 2,5 juta  gigitan berbisa dan menyebabkan sekitar 125.000 kematian setiap tahunnya di seluruh dunia. Daerah-daerah, seperti Afrika, Brazil, India dan Asia tenggara disebut sebagai daerah kematian akibat gigitan ular terbanyak.

Beberapa di antara jenis-jenis ular yang memiliki bisa, yakni:

  1. Ular kobra
  2. Ular berkepala warna tembaga/perunggu (Copperhead snake)
  3. Ular karang (coral snake)
  4. Ular derik (rattlesnake)
  5. Ular moccasin air (water moccasin snake)

Semua ular akan menggigit saat mereka terkejut atau merasa terancam. Gigitan ular dapat mematikan bila tidak ditangani dengan segera, dan anak-anak memiliki risiko tertinggi akan hal ini karena ukuran tubuh mereka yang relatif lebih kecil.

Berikut adalah pertolongan pertama serta langkah-langkah lanjutan yang harus diambil dalam menghadapi korban gigitan ular:

  1. Pastikan korban gigitan ular untuk tetap bersikap tenang. Yakinkan kepada korban bahwa gigitan akan dapat diatasi dengan baik, sementara korban dibawa secepatnya menuju instalasi gawat darurat maupun klinik yang memiliki peralatan lengkap terdekat.

  2. Usahakan agar korban untuk membatasi gerakannya guna mencegah aliran racun semakin mengalir di dalam tubuhnya. Bila perlu, buat pembidaian longgar sederhana untuk memastikan korban tidak banyak bergerak

  3. Pastikan area gigitan ada di bawah level jantung. Misalnya, bila gigitan terjadi di tangan, maka pastikan tangan tidak diangkat lebih tinggi ataupun berada sejajar dengan jantung.

  4. Jangan gunakan torniket/mengikat area tubuh tertentu pada korban. Pasalnya, pengikatan sering kali tidak tepat sasaran dan justru malah mematikan seluruh jaringan di bawah ikatan akibat ikatan yang terlalu kuat (aliran darah berhenti secara total). Kematian jaringan secara total akan berakibat amputasi.

  5. Jangan tekan area gigitan dengan kompres dingin, ataupun berusaha memotong bekas gigitan dengan pisau. Selain itu, Anda juga tidak diperbolehkan untuk menghisap racun di area yang tergigit ular dengan mulut.

  6. Lepaskan pakaian maupun aksesoris, seperti cincin/gelang di sekitar area gigitan (bila ada). Pasalnya, area gigitan sangat mungkin untuk membengkak.

  7. Sebaiknya korban yang baru tergigit ular tidak diberikan apapun lewat mulut karena bisa berakibat tersedak ketika pasien kehilangan kesadaran, apalagi untuk memberikan korban minumab berupa kopi atau alkohol. Pasalnya, kopi ataupun alkohol justru dapat mempercepat penyerapan racun ular oleh tubuh. Selain itu, jangan pula memberikan sembarangan obat tanpa adanya rekomendasi dari dokter.

  8. Bila area gigitan mulai membengkak dan berubah warna, maka sangat mungkin ular yang mengigit tersebut mengandung bisa. Jangan buang-buang waktu untuk membunuh/menangkap ular tersebut, segera bawa korban ke IGD terdekat, dan sampaikan ciri-ciri ular yang menggigit (bila diketahui) pada petugas medis.

Demikianlah pertolongan pertama saat menghadapi gigitan ular. Meskipun kebanyakan ular bersifat tidak mengandung bisa/racun, tanpa keyakinan penuh atas jenis ular yang dihadapi, dan tanpa kepastian yang jelas apakah ular tersebut sudah dilatih dengan benar, Anda disarankan untuk tidak mengambil/bermain dengan ular.

Selain itu, hindari pula area-area di mana ular mungkin bersembunyi, seperti di bawah batu atau balok kayu. Bila Anda sedang mendaki gunung atau menjelajahi area yang baru, sebaiknya ketuk-ketuk area yang berada di hadapan Anda dengan tongkat kayu sebelum memasuki area tersebut. Saat diberi cukup peringatan dengan ketukan kayu, ular justru memiliki kemungkinan untuk menjauhi Anda.

Dan yang paling penting, hindarilah untuk memancing amarah ular. Pasalnya, pada kondisi seperti inilah kejadian gigitan ular serius paling sering terjadi.

2 Komentar

  • Aie Chome

    ari ukur mapagahan mah kabeh ge bisa..bisa dibawa k dr soteh lamun teu gempeur..nu puguhna mah make gebog cau dok nu dipacok oray mah

  • ponye idris

    lah itu kebanyakan di bawa kerumah sakit atau kelinik mulu.... kalo itu mah semua orang jg tau dok. kalo si korban berada di luar jangkauan rumah sakit seperti berada di hutan atau pedesaan atau kampung yg berada jauh diari kelinik atau rumah sakit. keburu madar atuh dok korbannya.