Sukses

Usia Berapa Bayi Aman Naik Pesawat?

Bepergian naik pesawat tentu bukan hal mudah, apalagi jika Anda memiliki bayi baru lahir. Anda pun bertanya-tanya, apakah sebenarnya bayi boleh naik pesawat? Jika ya, apa saja aturan yang perlu diperhatikan?

Bagi para orangtua baru, perjalanan dengan mengikutsertakan bayi bisa sangat menantang, terutama bayi-bayi muda yang masih rentan akan perjalanan jauh.

Karenanya, perjalanan darat adalah opsi yang mungkin dirasa paling aman dan paling mudah untuk dilakukan dibandingkan dengan perjalanan laut dan udara.

Akan tetapi, bila jarak yang harus ditempuh relatif jauh, baik perjalanan darat dan laut bisa memakan waktu yang sangat lama. Jika sudah demikian, satu-satunya jalan adalah melakukan perjalanan udara. Maka yang harus dipertimbangkan adalah: apakah bayi boleh naik pesawat? Apakah ada minimal usia yang aman?

Sebenarnya, tidak ada regulasi resmi yang menentukan usia minimal bayi yang diperbolehkan melakukan perjalanan udara. Selama bayi Anda sehat dan paling tidak berusia dua hari, maka sebagian besar maskapai akan menerima keikutsertaannya dalam penerbangan. Sebagian maskapai lain menganjurkan paling tidak bayi berusia dua minggu sebelum ikut dalam penerbangan. Secara spesifik, masing-masing maskapai memiliki peraturannya sendiri-sendiri.

Sebelum Anda memutuskan membeli tiket, ada baiknya Anda menanyakan langsung ke maskapai yang bersangkutan perihal usia minimal bayi yang diperbolehkan ikut serta dalam perjalanan udara.

Panduan Membawa Bayi Naik Pesawat

Sebelum membawa bayi Anda naik pesawat, pahamilah terlebih dahulu kondisinya seperti:

  • Bayi Lahir Normal

Bila bayi dalam kondisi sehat, maka perjalanan udara aman baginya. Namun perlu diingat, daya tahan bayi masih rentan terhadap berbagai kuman yang terdapat di dalam pesawat, apalagi pada bulan-bulan pertamanya. Oleh karena itu, apabila memungkinkan, sebaiknya tunda perjalanan hingga bayi berusia beberapa bulan sehingga ia sudah cukup kuat menangkal berbagai kuman dan terhindar dari infeksi.

  • Bayi Prematur

Pada bayi prematur, Anda tetap dapat mengajaknya ikut serta dalam penerbangan dengan perhitungan usia berdasarkan usia koreksinya. Yakni dihitung dari tanggal seharusnya ia lahir, bukan dari tanggal faktual kelahirannya.

  • Bayi dengan Gangguan Tertentu

Beberapa aturan khusus juga disarankan bagi bayi-bayi dengan kondisi kesehatan tertentu. Misalnya bayi dengan gangguan paru pada saat lahir mungkin membutuhkan tambahan oksigen saat di udara. Begitu pula pada bayi dengan gangguan telinga, dalam dua minggu sebelum keberangkatan juga harus berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter. Untuk bayi-bayi dengan kondisi kesehatan tertentu tersebut, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter anak terlebih dahulu sebelum memutuskan melakukan perjalanan udara.

Perlu diingat, tujuan perjalanan juga penting dipertimbangkan jika membawa serta bayi dalam perjalanan udara. Sebaiknya Anda menghindari membawanya ke daerah- daerah endemis penyakit tertentu, terutama apabila vaksin terhadap penyakit tersebut belum ia dapatkan. Misalnya, bayi berusia di bawah dua bulan hendaknya menghindari melakukan perjalanan ke daerah-daerah endemis malaria karena pada usia tersebut, bayi belum diperbolehkan mengonsumsi obat antimalaria.

Perhatikan Ini Selama Penerbangan

Selama penerbangan, ada aturan-aturan yang harus diperhatikan agar Anda maupun bayi merasa nyaman. Berikut penjelasan lengkapnya:

  • Bayi dan anak yang berusia kurang dari dua tahun diizinkan duduk di pangkuan dewasa selama perjalanan udara. Akan tetapi, American Academy of Pediatrics menyarankan bahwa sebaiknya bayi didudukkan sendiri dalam baby chair (kursi khusus) yang diikatkan pada kursi pesawat.
  • Pastikan bayi mendapatkan cairan cukup selama perjalanan. Bawa penutup untuk menyusui bayi di pesawat. Bila bayi sudah mulai makan, beri camilan ringan bebas lemak untuk menghindarinya mual selama perjalanan. Hindari pula memberikan makanan berlebih karena akan memicu mual dan muntah selama perjalanan.
  • Hindari penggunaan gadget selama perjalanan. Mata yang terfokus pada obyek dengan jarak dekat akan memicu mual, apalagi saat pesawat mengalami turbulensi.
  • Untuk mengurangi nyeri telinga selama lepas landas dan mendarat, usahakan bayi selalu mengisap selama dua proses tersebut. Telinga bagian luar dan tengah terpisah oleh sebuah selaput tipis bernama membran timpani. Perubahan tekanan udara akan mempengaruhi membran ini dan membuat tidak nyaman pada satu dari tiga orang. Aktivitas menelan saat menyusu atau mengunyah dapat mengurangi ketidaknyamanan di telinga.
  • Biasakan cuci tangan sebelum menyentuh bayi atau menyiapkan peralatan bayi guna menghindari infeksi kuman-kuman yang ada di pesawat kepada bayi.
  • Di pesawat, tingkat kebisingan sebenarnya cukup tinggi yaitu berkisar 60-100 desibel. Penggunaan ear plug (penutup telinga) dapat membantu bayi tetap tenang dan rileks selama penerbangan.
  • Bila perjalanan yang dilakukan cukup panjang, pastikan mengganti popok bayi secara rutin agar ia tetap nyaman dan terhindar dari risiko infeksi.

Sekalipun segala persiapan dan anjuran sudah dilakukan, beberapa bayi masih mengalami berbagai ketidaknyamanan dan cenderung rewel selama penerbangan. Tenangkan diri Anda, minta bantuan awak kabin untuk memenuhi kebutuhan Anda. Nyanyian lembut atau belaian terkadang mampu menenangkannya. Yang paling penting, jagalah juga kesehatan Anda agar dapat menikmati perjalanan bersama buah hati dengan lancar dan menyenangkan. 

0 Komentar

Belum ada komentar