Sukses

Bahaya Makan Jengkol Terlalu Banyak

Meski lezat, konsumsi jengkol yang terlalu banyak ternyata bisa memicu berbagai masalah kesehatan. Apa saja? Ini bahaya kebanyakan makan jengkol:

Archindendron pauciflorum atau disebut jengkol adalah makanan yang sangat populer di Asia tenggara. Di Indonesia, biji bulat pipih tersebut sering dimanfaatkan untuk aneka hidangan. Misalnya, semur, sambal goreng, emping, campuran dalam rendang,  atau langsung dimakan.

Ada banyak sekali nutrisi penting di dalam jengkol, antara lain vitamin A dan B, zat besi, kalsium, serta fosfor. Karena nutrisi tersebut, jengkol dapat menurunkan tekanan darah, mempercepat penyembuhan luka, serta banyak manfaat lainnya.

Namun, selain kandungan nutrisi tersebut, jengkol juga mengandung senyawa asam jengkolat yang bisa menyebabkan keracunan apabila terakumulasi terlalu banyak di dalam tubuh.

Berikut ini merupakan bahaya kebanyakan makan jengkol: 

1 dari 4 halaman

1. Gangguan Pencernaan

Umumnya, seseorang akan menunjukkan gejala keracunan jengkol pada 5-12 jam setelah mengonsumsi jengkol. Gejala yang timbul dapat berupa nyeri perut, mual, diare, muntah, nyeri saat berkemih, serta adanya darah pada urine.

Jika berlanjut terus, dapat terjadi gagal ginjal yang ditandai dengan tidak keluarnya air kemih atau air kemih yang keluar dengan jumlah yang sangat sedikit.

Banyak faktor yang bisa menyebabkan seseorang mengalami keracunan jengkol. Di antaranya daya tahan tubuh, keasaman lambung, jumlah jengkol yang dikonsumsi, usia biji jengkol, dan cara memasaknya.

Artikel lainnya: Khasiat Jengkol untuk Mengatasi Penyakit Jantung

Mengonsumsi biji jengkol mentah dan setengah matang juga diduga berperan dalam terjadinya keracunan jengkol. Asam jengkolat dalam biji jengkol mentah masih dalam keadaan utuh dan aktif.

2. Penyakit Ginjal

Kebanyakan makan jengkol bisa menyebabkan penyakit ginjal, meski kasusnya jarang. Gejala awalnya  antara lain nyeri perut suprapubis dan obstruksi saluran kemih.

Penyebab hal tersebut belum diketahui pasti. Namun, diduga terjadi karena pengendapan kristal asam jengkolat di sistem saluran kemih. 

2 dari 4 halaman

3. Bau Mulut

Bukan rahasia lagi kalau efek samping makan jengkol akan meninggalkan “jejak” tak sedap di mulut. Anda dapat menyikat gigi dan berkumur setelah mengonsumsi jengkol. 

Tak hanya itu, makan jengkol juga menyebabkan bau menyengat di urine selama beberapa waktu. Bau yang menyengat tersebut berasal dari kandungan asam jengkolat.

4. Kerusakan pada Hati

Sebuah penelitian dilakukan pada tikus yang diberikan ekstrak asam jengkolat terus-menerus. Hasilnya, ternyata pada pemeriksaan histopatologi ditemukan perlemakan hati pada tikus tersebut.

Meski demikian, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai temuan ini.

Artikel lainnya: Jengkol, si Bau yang Kaya Vitamin!

3 dari 4 halaman

5. Gangguan Kesadaran

Keracunan jengkol yang berat dapat menyebabkan hilangnya kesadaran. Gejala ini masih berhubungan dengan gangguan ginjal akut tanpa penanganan segera.

Keracunan asam jengkolat ringan ditandai dengan nyeri pinggang dan nyeri pada perut. Kondisi ini dapat diobati dengan minum air yang banyak serta pemberian natrium bikarbonat hingga gejala hilang.

Pada keracunan asam jengkolat berat, Anda akan mengalami air kemih berwarna merah, tidak bisa berkemih, atau tidak bisa minum. Kondisi ini harus mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Untuk mencegah terjadinya keracunan akibat kebanyakan makan jengkol, perlu diperhatikan hal-hal berikut:

  • Hindari mengonsumsi jengkol pada saat perut kosong (sebelum makan) dan/atau jangan disertai makanan/minuman lain yang bersifat asam.
  • Hindari mengonsumsi jengkol dalam keadaan mentah. Sebaiknya jengkol dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi agar kandungan asam jengkolatnya dapat berkurang. Jengkol mentah mengandung asam jengkolat lebih banyak daripada jengkol yang sudah dimasak.
  • Sebelum dimasak, biji jengkol dapat ditanam dahulu di dalam tanah agar kandungan asam jengkolatnya berkurang.
  • Minum air yang banyak setelah Anda mengonsumsi jengkol.
  • Jangan mengonsumsi jengkol berlebihan, terutama jika Anda memiliki gangguan ginjal.

Jengkol pada dasarnya baik dan menawarkan sejumlah nutrisi. Akan tetapi, kebanyakan makan jengkol dan tidak memperhatikan kondisi tubuh bisa berakibat buruk pada kesehatan sendiri.

Manfaat layanan Live Chat 24 Jam jika Anda membutuhkan konsultasi langsung dengan dokter seputar kesehatan.

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar