Sukses

Punya Banyak Anak Berarti Panjang Umur, Benarkah?

Punya banyak anak? Mengapa tidak. Apakah benar punya banyak anak berarti panjang umur? Berikut info medis dari dr. Dyan Mega Inderawati.

“Punya banyak anak berarti panjang umur” merupakan sebuah pikiran yang banyak dimiliki oleh masyarakat Indonesia pada umumnya. Namun demikian, banyak juga masyarakat Indonesia yang berpikiran bahwa banyak anak tentu akan menambah pengeluaran yang dibutuhkan untuk menjalankan keseharian dalam kehidupan berkeluarga.

Anggapan bahwa “banyak anak, banyak pengeluaran” mungkin ada benarnya mengingat masing-masing anak yang ada di keluarga berhak mendapatkan yang terbaik, mulai dari makanan, pendidikan, serta fasilitas kesehatan yang terbaik.

Anggapan ini kemudian membuat masyarakat Indonesia membatasi jumlah keturunan yang mereka miliki. Di sisi lain, anggapan ini didukung oleh program pemerintah yang membatasi jumlah anak, yakni hanya dua orang anak saja, pada setiap keluarga.

Terlepas dari anggapan masyarakat serta program pemerintah dalam membatasi jumlah anak, ternyata penelitian yang dilakukan oleh para ilmuan menunjukkan bahwa wanita yang melahirkan lebih banyak anak memiliki telomere yang lebih panjang. Telomere adalah kepala pelindung DNA sebagai indikator usia sel. Semakin panjang telomere berarti perbaikan sel semakin baik dan angka harapan hidup menjadi lebih tinggi.

Studi yang dilakukan di Simon Fraser University menunjukkan bahwa jumlah anak yang dilahirkan seorang wanita berhubungan dengan penuaan sel-sel dalam tubuhnya. Penelitian ini dilakukan pada 75 wanita yang sudah pernah melahirkan di Guatemala. Telomere setiap partisipan diukur pada 2 waktu berbeda yang berjarak 13 tahun.

Hasil dari penelitian yang dilakukan bertolak belakang dengan anggapan masyarakat pada umumnya yang menganggap bahwa banyak anak akan mempercepat proses penuaan.

Sebaliknya, lambatnya proses penuaan ditemukan pada wanita yang memiliki lebih banyak anak. Hubungan antara keduanya kemungkinan berkaitan dengan peningkatan hormon estrogen, hormon yang diproduksi saat kehamilan. Pasalmya, estrogen berfungsi sebagai antioksidan kuat yang melindungi telomere dari proses pemendekan.

Studi untuk mengetahui hubungan antara jumlah anak dengan angka harapan hidup juga dilakukan oleh McArdle .dkk di Pennsylvania. Hasil dari studi ini mendukung pernyataan sebelumnya, dimana angka harapan hidup berbanding lurus dengan jumlah anak pada pria. Sedangkan pada wanita, hubungan antara jumlah anak dengan angka harapan hidup juga berbanding linear hingga jumlah anak 14 orang. Namun sebaliknya, wanita yang memiliki anak lebih dari 14 orang memiliki angka harapan hidup yang lebih pendek.

Kondisi sosial pada populasi tempat diadakannya penelitian juga mungkin mempengaruhi hasil studi tersebut. Pasalnya, wanita yang menjadi subjek penelitian hidup pada lingkungan dengan dukungan keluarga dan kerabat yang sangat besar. Dukungan inilah menambah energi tubuh yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan sel dalam tubuh yang kemudian akan memperlambat proses penuaan.

0 Komentar

Belum ada komentar