Sukses

Jaket Warsito: Pro dan Kontra Jaket Anti Kanker

Jaket warsito dipercaya dapat menjadi alternatif terapi kanker. Benarkah jaket warsito dapat berfungsi demikian? Simak ulasan lengkapnya di sini.

KlikDokter.com – Kemunculan jaket warsito merupakan suatu berita yang besar di dunia kedokteran. Pasalnya, seseorang mengklaim bahwa sebuah jaket dapat menjadi pengobatan kanker. Jaket ini dapat digunakan selama periode tertentu dan menjadi jawaban bagi kekhawatiran banyak penderita kanker.

Bagi masyarakat awam, keberadaan jaket ini bagaikan angin sejuk di tengah panasnya derita kanker yang mereka alami. Namun, apakah benar jaket ini bisa mengobati kanker?

Sampai saat ini, terapi kanker masih mengandalkan tiga modalitas utama, yaitu kemoterapi, radiasi, dan pembedahan. Pilihan yang digunakan tergantung dari stadium kanker yang diderita seseorang. Anda mungkin pernah mendengar mengenai jaket kanker yang sempat menjadi topik hangat dalam jagat dunia terapi kanker.

Jaket anti kanker ini ditemukan oleh ahli fisika, dr. Warsito. Jaket ini diklaim dapat mendeteksi dan mengobati kanker. Jika hal tersebut benar, tentu jaket ini menjadi jawaban dari berbagai pertanyaan terapi kanker saat ini. Jaket ini bekerja dengan menggunakan medan elektronik statis yang diyakini dapat membunuh sel kanker.

Kurangnya bukti klinis

Sayangnya, penggunaan jaket ini masih belum memenuhi berbagai langkah uji klinis terapi kedokteran. Dalam dunia kedokteran, setiap obat atau terapi yang akan diberikan pada masyarakat harus melalui uji klinis bertahap. Uji klinis ini penting untuk dilakukan guna memastikan efektivitas terapi, dan keamanan terapi sebelum digunakan secara bebas di masyarakat. Berdasarkan hal tersebut, jaket ini belum diakui sebagai salah satu bentuk terapi untuk kanker sampai saat ini.

Dunia kedokteran sangatlah dinamis. Bagi praktisi kesehatan, pikiran terbuka merupakan langkah awal dari temuan baru dalam pengobatan. Ide baru dalam dunia kedokteran harus terus di rangsang. Namun, berbagai ide baru ini harus dibuktikan dengan uji klinis sebelum dapat diterapkan secara luas di masyarakat. Jika tidak diawasi dan dibuktikan melalui uji klinis kedokteran, bukan tidak mungkin berbagai ide liar pengobatan berkembang dan pada akhirnya justru akan merugikan masyarakat.

Teknologi kedokteran yang berkembang dengan pesat menuntut masyarakat agar menjadi lebih kritis dalam menerima berbagai serbuan informasi yang ada. Tentu bukan hanya masyarakat yang diharapkan bisa menjadi lebih kritis, namun peran serta pemerintah mutlak diperlukan dalam mengawasi pelayanan kesehatan di Indonesia. Jika tidak, maka pasienlah yang akan menjadi korban.

0 Komentar

Belum ada komentar