Sukses

Terapi Leher dengan Chiropractic Berisiko Stroke, Benarkah?

Terapi leher dengan chiropractic diketahui dapat mengakibatkan risiko terkena stroke. Benarkah demikian? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

KlikDokter.com - Pernahkah Anda mengalami nyeri di bagian leher? Sebagian besar dari kita mungkin pernah mengalami keluhan tersebut.

Beberapa dari Anda mungkin mencoba meredakan nyeri dengan mengonsumsi obat pereda nyeri atau vitamin untuk otot, beberapa lainnya mungkin mencoba mengatasinya dengan mengoleskan losion hangat yang dapat membatu mengurangi nyeri, atau hanya sekedar beristirahat.

Saat ini banyak berkembang pusat chiropractic yang mengklaim dapat membantu meredakan keluhan nyeri Anda dengan melakukan terapi di bagian leher. Leher merupakan bagian tubuh yang sangat penting.

Pada leher, terdapat struktur yang sangat penting seperti tulang belakang bagian atas sebagai pelindung susunan saraf, dan juga pembuluh darah besar yang sangat berperan untuk menjaga kelangsungan hidup. Oleh karena itu, manipulasi pada leher harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan harus memperhatikan keseluruhan aspek kesehatan maupun keselamatan.

Berdasarkan American Heart Association, manipulasi leher oleh chiropractor ternyata dapat berhubungan dengan peningkatan risiko stroke. Gerakan mendadak dan keras pada leher yang dilakukan saat terapi oleh chiropractor dapat merobek pembuluh darah besar di leher dan dapat berakibat fatal. Kondisi tersebut dinamakan dengan "diseksi aorta". Robekan pembuluh darah besar ini akan mengakibakan stroke apabila terbentuk gumpalan darah. Gumpalan darah tersebut kemudian akan menyumbat aliran darah ke otak.

Pada kelompok usia muda di bawah 45 tahun, robekan pembuluh darah besar menjadi penyebab 8-25% kasus stroke pada golongan usia tersebut. Studi yang dilakukan Cassidy .dkk di Rumah Sakit Ontario, Canada, menunjukkan bahwa pada pasien dengan usia kurang dari 45 tahun terdapat hubungan positif antara stroke pembuluh darah vertebrobasillar dengan terapi chiropractic yang mereka lakukan sebelum mengalami stroke. Pernyataan tersebut turut mendukung hasil penelitian yang dipaparkan pada sebuah studi oleh Rothwell .dkk di rumah sakit yang sama beberapa tahun sebelumnya.

Walaupun demikian, perlu diingat pula bahwa nyeri leher dan sakit kepala dapat pula disebabkan oleh robekan minimal pembuluh darah besar yang kemudian dapat mengakibatkan stroke. Penderita nyeri leher yang sebenarnya sudah memiliki masalah pembuluh darah ini kemudian mencari alternatif pengobatan ke chiropractor. Hal inilah yang kemudian menjadi bias dalam studi yang menyelidiki hubungan stroke dan chiropractor.

Bagaimanapun, pasien yang melakukan pengobatan ke chiropractor sebaiknya diselidiki lebih lanjut apakah terdapat kemungkinan dirinya mengalami risiko kelainan pembuluh darah dan stroke, seperti misalnya pada perokok berat, untuk kemudian diperingatkan efek yang mungkin terjadi bila dilakukan terapi pada daerah leher oleh chiropractor.

0 Komentar

Belum ada komentar