Sukses

'Broken Heart Syndrome', Putus Cinta Sebabkan Kematian

Cinta ini membunuhku, begitulah terlantun dari salah satu grup musik bergenre pop-melayu dalam salah satu lagu andalannya. Putus cinta atau patah hati memang dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Kok bisa? Berlebihankah? Tidak. Contohnya seperti gangguan kesehatan berikut ini...

Klikdokter.com - Cinta ini membunuhku, begitulah terlantun dari salah satu grup musik bergenre pop-melayu dalam salah satu lagu andalannya. Putus cinta atau patah hati memang dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Kok bisa? Berlebihankah? Tidak. Contohnya seperti gangguan kesehatan berikut ini:

Dari Depresi Hingga Penyakit Jantung

Gangguan suasana hati yang dapat berujung sampai terjadinya depresi, stres yang bermanifestasi pada berbagai gangguan fisik seperti migraine berkelanjutan, sakit maag berkepanjangan, sulit tidur dan penurunan nafsu makan.

Lebih jauh lagi, putus cinta juga ternyata kini dapat menyebabkan kematian dalam bentuk penyakit jantung. Dalam dunia medis, penyakit ini disebut dengan “Broken Heart Syndrome” dan lebih banyak terjadi pada wanita, lebih banyak pada mereka di usia paruh baya, sekitar 30-an.

Broken heart syndrome adalah suatu keadaan jantung sementara yang diakibatkan karena kondisi stres berlebihan yang harus dialami seseorang. Beberapa kondisi yang dapat memicu stres berlebihan adalah meninggalnya orang yang dikasihi, perceraian, putus pacaran, perselingkuhan atau cinta yang ditolak. Gejala yang dialami biasanya adalah:

  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Jantung berdebar-debar
  • Lemas
  • Perasaan seperti serangan jantung

Mengapa terjadi keluhan-keluhan ini? Berikut penjelasannya:

1 dari 2 halaman

Mengapa Terjadi Keluhan-keluhan Ini?

Pada saat terjadi suatu stress berlebihan, maka terjadi produksi hormon stres yang berlebihan dalam tubuh yang menyebabkan jantung memberikan reaksi tertentu. Sebagian jantung membengkak untuk sementara sehingga tidak dapat memompa darah dengan semestinya sedangkan bagian jantung yang lainnya tetap normal sehingga harus bekerja lebih keras dalam memompa darah.

Kabar buruknya kondisi ini dapat berlanjut menjadi kerusakan otot yang berat dan menyebabkan gagal jantung. Namun, pada kebanyakan kasus, kondisi ini dapat pulih dalam 1 minggu dengan penanganan yang baik oleh tenaga medis. Hubungilah tenaga medis segera jika hal ini terjadi pada Anda atau orang-orang terdekat Anda.

Baca juga:

0 Komentar

Belum ada komentar