Sukses

4 Trik Memenuhi Kebutuhan Cairan Selama Berpuasa

Selama bulan puasa, kita tetap perlu memperhatikan kebutuhan cairan tubuh dan berusaha memenuhinya, namun cairan untuk mendukung kesehatan berpuasa bukanlah sembarangan cairan. Karena bukan berarti Anda membutuhkan cairan lantas dapat cukup dengan bir, bukan? Simak selengkapnya disini bersama dr. Jessica Florencia

Klikdokter.com - Cairan merupakan bagian penting dari tubuh kita. Bahkan, sekitar 60-70% tubuh kita tersusun dari air.

Untuk itulah selama bulan puasa, kita tetap perlu memperhatikan kebutuhan cairan tubuh dan berusaha memenuhinya agar tubuh tetap sehat dan dapat berfungsi dengan baik.

Tapi ternyata untuk memenuhi kebutuhan cairan untuk mendukung ibadah berpuasa dibutuhkan cairan yang bukanlah sembarangan cairan.

Karena bukan berarti Anda membutuhkan cairan lantas dapat dijawab dengan bir atau minuman beralkohol lainnya, bukan?

Ada beberapa cairan yang wajib Anda hindari dan dianjurkan. Apa saja cairan yang dibutuhkan tubuh saat berpuasa?

Klik ‘next’ untuk selanjutnya.

1 dari 7 halaman

4 Trik Memenuhi Kebutuhan Cairan Selama Berpuasa

Klikdokter.com - Cairan merupakan bagian penting dari tubuh kita. Bahkan, sekitar 60-70% tubuh kita tersusun dari air.

Untuk itulah selama bulan puasa, kita tetap perlu memperhatikan kebutuhan cairan tubuh dan berusaha memenuhinya agar tubuh tetap sehat dan dapat berfungsi dengan baik.

Tapi ternyata untuk memenuhi kebutuhan cairan untuk mendukung ibadah berpuasa dibutuhkan cairan yang bukanlah sembarangan cairan.

Karena bukan berarti Anda membutuhkan cairan lantas dapat dijawab dengan bir atau minuman beralkohol lainnya, bukan?

Ada beberapa cairan yang wajib Anda hindari dan dianjurkan. Apa saja cairan yang dibutuhkan tubuh saat berpuasa?

Klik ‘next’ untuk selanjutnya.

2 dari 7 halaman

Cairan Seperti Apa yang Dibutuhkan Tubuh Saat Berpuasa?

Air putih atau cairan elektrolit merupakan pilihan paling tepat untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Selain itu buah-buahan dan sayuran juga dapat menjadi sumber asupan cairan tambahan bagi tubuh. Menjaga cairan tubuh juga dapat membantu Anda tidak cepat merasa haus.

Berhati-hatilah dengan konsumsi cairan manis dan bersoda. Konsumsi cairan manis perlu dibatasi agar tidak terlau berlebihan karena dapat menyumbang kalori berlebihan dan menyebabkan kenaikan berat badan.

Selain itu, kandungan gula sederhana dalam gula biasa menyebabkan Anda mudah merasa lapar dan menjadi ketagihan gula.

Minuman bersoda juga perlu diwaspadai. Kandungan gula yang tinggi dapat memberikan asupan kalori berlebih dan meningkatkan berat badan tanpa disadari. Kandungan sodanya dapat menyebabkan rasa kembung dan tidak nyaman pada pencernaan. Minuman bersoda juga dapat mengganggu proses pencernaan.

Untuk menjaga cairan dalam tubuh selama bulan puasa dan tidak cepat merasa haus, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:

Klik ‘next’ untuk selanjutnya.

3 dari 7 halaman

1. Kebutuhan Cairan Minimal Tubuh Harus Terpenuhi

Pria, wanita, ibu hamil dan menyusui memilik kebutuhan cairan dasar yang berbeda. Berikut detil beberapa diantaranya:

  • Secara khusus, seorang pria membutuhkan sekitar 3 liter konsumsi air per hari
  • Wanita sekitar 2,2 L air per hari. Ibu hamil membutuhkan 2,3 L air per hari
  • Ibu menyusui membutuhkan 3,1 L air per hari.
  • Secara umum, paling tidak dibutuhkan 8 gelas air putih per hari untuk memenuhi kebutuhan dasar cairan dan tambahan 1-5 gelas lagi untuk ibu hamil dan menyusui.

Untuk itu, jangan lupa untuk membagi dengan seimbang asupan air putih saat sahur, berbuka dan malam hari sebelum tidur untuk tetap memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

Klik ‘next’ untuk selanjutnya.

4 dari 7 halaman

2. Hindari Makanan Tinggi Garam dan Pedas.

Makanan tinggi garam dan pedas dapat membuat Anda merasa cepat haus dan ingin mengkonsumsi cairan.

Bukan berarti Anda harus menghilangkan elemen garam dari makanan Anda, namun cukup batasi dan berbijaksana dalam mengkonsumsinya.

Bagaimana pun natrium (garam) adalah nutrisi yang masih diperlukan tubuh Anda.

Namun demikian, sebisa mungkin hindari makanan yang terlampau asin dan pedas.

Klik ‘next’ untuk selanjutnya.

5 dari 7 halaman

3. Hindari Teh dan Kopi

Teh dan kopi memiliki sifat diuretik, yaitu menarik cairan tubuh dan membuangnya lewat air seni. Konsumsi teh dan kopi akan membuat Anda banyak buang air kecil sehingga cairan keluar dari tubuh dan membuat Anda juga cepat haus.

 

Belum lagi kandungan kafein yang dapat mencetuskan naiknya asam lambung bagi penderita GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) ketika perut kosong selama aktivitas berpuasa. Hal ini pantas untuk dipertimbangkan guna menghindari kopi ataupun teh dan minuman berkafein lainnya.

 

Teh Berkafein?

Betul, meskipun kadarnya tidak setinggi kopi. Menurut daftar Food and Drugs Association, dalam 236ml teh hitam instan yang biasa kita minum mengandung kafein sebanyak 30-50mg. 

Klik ‘next’ untuk selanjutnya.

6 dari 7 halaman

4. Hindari Minum di Sela-sela Makan

Untuk tetap bisa menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh maka jumlah cairan yang harus dikonsumsi tetap harus dipenuhi. Untuk mencegah gangguan pencernaan dan rasa kembung berlebihan maka Anda dapat menyiasati konsumsi air dengan trik minum air di sela-sela makan ketimbang minum air langsung dalam jumlah banyak.

Asupan cairan yang cukup untuk tubuh akan membantu Anda untuk dapat menjalani puasa dengan lebih lancar hingga hari kemenangan!

Bagi Anda ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman website kami. Budayakan hidup sehat sebagai kebutuhan![](JF)

Baca juga:
 
Ditulis oleh:
dr. Jessica Florencia
Anggota Redaksi Medis
Klikdokter.com

0 Komentar

Belum ada komentar