Sukses

Komunikasi Dengan Empati, Informasi, dan Edukasi.

Dari aspek persoalan kesenjangan komunikasi dengan empati antara dokter dan pasien yang acapkali penyebab utama ketidakpuasan pasien, hingga kepada persoalan sengketa medik, bahkan sampai pada aspek persoalan sengketa profesi.

Demikianlah isu yang diangkat Prof. Dr. dr. Siti Aisah Boediarja, Sp.KK(K) dalam pidato purnabakti guru besarnya belum lama ini.

Alasan utama beliau menaruh perhatian khusus pada isu tersebut merupakan manifesto dari buah dedikasi beliau mengabdi pada ilmu kedokteran selama lebih dari 40 tahun.

Keperhatian beliau pada isu permasalahan komunikasi dalam masalah keseharian pada bidang  profesi kedokteran jelas memilki aspek dimensi yang luas.

Dari aspek persoalan kesenjangan komunikasi dengan empati antara dokter dan pasien yang acapkali penyebab utama ketidakpuasan pasien, hingga kepada persoalan sengketa medik, bahkan sampai pada aspek persoalan sengketa profesi.

Menurut beliau, ilmu keterampilan seseorang dalam berkomunikasi bukanlah sesuatu yang baru, namun yang menjadi wujud keperhatian beliau akan isu tersebut ialah karena tidak sedikit para pelaku kesehatan justru mengalami kesulitan komunikasi dengan empati yang dimaksud.

Lebih lanjut beliau mengemukakan bahwasanya keterampilan berkomunikasi antara dokter dengan pasien dalam praktek keseharian merupakan menjadi suatu komoditi kompetensi wajib yang dimiliki oleh dokter.

“Jelas sekali bahwasanya dokter merupakan profesi mulia yang mendapat kepercayaan dan kehormatan dari pasien; oleh karenanya, seyogyanya para dokter wajib menjunjung tinggi perilaku mulia, jujur, berempati, memiliki kasih sayang, sensitif akan nilai, sabar, tidak menghakimi secara subyektif, sabar, ikhlas, mau mendengar aktif, terbuka, kompeten, berpengetahuan luas, namun tetap sadar akan jati diri manusia yang memiliki serba keterbatasan.” ujar beliau dalam pidato purnabaktinya.

Beliau mengetahui bahwasanya pandangan-pandangan tersebut tidak mudah dilaksanakan dan diimplementasikan.

Namun, bagaimanapun manifesto tersebut haruslah dibudayakan, dengan harapan; sekiranya terjadi perubahan dalam perasaan, pemikiran dan perilaku pada setiap insan kedokteran.

Ditambah lagi meninjau ruang lingkup profesi dokter adalah profesi yang humanis. Seperti halnya pada calon dokter, seyogyanya mereka harus memiliki empati dan kasih sayang, serta peka terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Untuk memulai jalannya misi budaya ini, diperlukan contoh teladan (role model) agar budaya mudah diserap oleh audiensi.

Untuk itu, sekali lagi beliau menekankan, diperlukan teladan yang memiliki nilai-nilai budi pekerti luhur yang kontekstual dengan perilaku kecendikiawan seorang dokter yang menekankan pada nilai-nilai kejujuran, keterbukaan, tanggung jawab, disiplin, integritas, empati kasih sayang, ikhlas, adil, mawas diri, rendah hati, santun, memelihara kesejawatan, sabar, sadar memiliki keterbatasan, dan sebagainya.

Karenanya, pula, seorang guru maupun guru besar ataupun dosen wajib memelihara akhlak mulia tersebut dan mencontohkan kepada para peserta didik.[] (DA)

 

 

 

RIWAYAT ORGANISASI & PROFESI

Sekretaris II
1989 - 1992
Perhimpunan Dokter Spesialis
IKKK (PERDOSKI)

Ketua Tim Penyusun Katalog
1992 - 1999
Pendidikan Dr. Sp.
Kolegium IKKK

Ketua Tim Penyempurna
1999 - 2002
Katalog IKKK

Editor Ahli
1995 - sekarang
Media Dermato-Venerologi
Indonesia (MDVI)

Prof. Dr. dr. Siti Aisah Boediarja, Sp. KK(K)

Prof. Dr. dr. Siti Aisah Boediarja, Sp.KK(K)
Tanggal Lahir:
Bandung, 24 Oktober 1943
Suami:
Koessoediarta Prakosa Boediardja
Anak:
Dr. Rahadi Rihatmadja, Sp.KK
Mudjiadi Ratrihatmadja, SE(A)
Ratri Puspitasari, ST
Dyan Hananto PutraDjohan, SHut
(menantu)

RIWAYAT PENDIDIKAN

Lulus dokter:
1968
Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia

Pendidikan Khusus
Epidemiologi & Statistik,
Bagian Kedokteran Komunitas
1970
Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia

Lulus Spesialis Pendidikan
Spesialis Ilmu Penyakit
Kulit dan Kelamin
1975
Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia

Program Pendidikan Doktor,
Bidang Kedokteran
1999
Fakultas Pascasarjana,
Universitas Indonesia

RIWAYAT PEKERJAAN

Asisten ahli Ilmu Penyakit
Kulit & Kelamin
1969 – 1970
Bagian Ilmu Kedokteran
Komunitas Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia

Asisten ahli Ilmu Penyakit
Kulit & Kelamin
1970 – 1975
Bagian Ilmu Penyakit
Kulit & Kelamin
Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia

Staff Divisi Alergi Kulit
1975 – 1981
Departemen Ilmu Kesehatan
Kulit & Kelamin
Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia & RSCM

Ketua Divisi
Dermatologi Pediatrik
1981 – 2002
Departemen Ilmu Kesehatan
Kulit & Kelamin
Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia & RSCM

Koordinator Pendidikan S1
1989 – 2000
Departemen Ilmu Kesehatan
Kulit & Kelamin
Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia & RSCM

Ketua
2000 - 2004
Departemen Ilmu Kesehatan
Kulit & Kelamin
Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia & RSCM

Wakil Dekan
2004 – 2008
Bidang Akademik
Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia

0 Komentar

Belum ada komentar