Sukses

Tumor Otak Kini Ancam Semua Usia

Tumor otak, sepertinya, kini masuk kategori penyakit yang mengancam semua kelompok usia. Biasanya, penyakit itu diderita remaja di bawah 15 tahun

Sumber : Kompas - PDPI Jatim

70 Persen Kasus Diawali Nyeri Kepala

Tumor otak, sepertinya, kini masuk kategori penyakit yang mengancam semua kelompok usia. Biasanya, penyakit itu diderita remaja di bawah 15 tahun dan lansia di atas 50 tahun.

"Namun, akhir-akhir ini banyak pasien tumor otak berusia 40 tahunan. Itu patut diwaspadai. Sebab, kecenderungan tersebut membuat angka penderita tumor otak terus meningkat, ' kata dr Joni Wahyuhadi SpBS, ahli bedah saraf RSU dr Soetomo.

Di RSU dr Soetomo, kata Joni, dua tahun terakhir tercatat 61 pasien baru yang dirawat karena tumor otak. Padahal, sebelumnya penderita penyakit itu tak melebihi angka 40 orang.

Seperti tumor pada umumnya, deteksi dini sangat penting dalam penanganan tumor otak.'Bila ditangani sejak stadium awal, kemungkinan sembuh lebih besar, ' jelasnya.

Joni lalu menyebutkan beberapa gejala khas tumor otak. Dia menyatakan, 70-80 persen tumor otak didahului nyeri kepala tak kunjung sembuh, meski telah diberi berbagai macam obat. Bila dibiarkan, gejala tersebut disusul mual dan muntah.

'Yang patut diperhatikan adalah bila nyeri kepala terjadi terus selama dua minggu lebih dan bertambah berat. Sangat mungkin itu menunjukkan adanya tumor di rongga kepala,' paparnya.

Sifat nyeri kepala itu kadang juga khas. Yakni, timbul saat bangun tidur, makin siang makin membaik. Gejala lainnya, pasien mengalami fotofobia. 'Maksudnya, mata terasa sangat silau, bahkan timbul gangguan penglihatan hingga kebutaan,' ujarnya.

Rasa sakit di kepala itu, kata Joni, timbul karena desakan massa akibat pertumbuhan tak normal sel-sel saraf ke rongga kepala. Bila tumor terus membesar, ia akan mendesak semua struktur yang ada dalam rongga kepala. Padahal, rongga kepala dilindungi tulang tengkorak yang tak lentur. 'Kondisi itu menyebabkan tekanan dalam rongga kepala meningkat dan pasien merasa nyeri kepala,' jelasnya.

Dalam kondisi parah, lanjut dia, pasien bisa mengalami gangguan kesadaran hingga koma. Selain itu, ada beberapa anggota gerak pasien yang mengalami kelumpuhan. Pasien kadang juga kesulitan bicara atau menangkap pembicaraan orang.

Joni mengatakan, bila mengenali gejala tersebut, anggota keluarga sebaiknya segera membawa pasien ke RS atau dokter. 'Jangan ditunda. Penundaan bisa membahayakan jiwa pasien,' tegasnya. 

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar