Sukses

Derita Petani Tembakau Akibat Kenaikan Harga Rokok

Wacana naiknya harga rokok memang dimaksudkan untuk menekan jumlah penikmat rokok. Lalu, bagaimana dengan nasib para petani tembakau?

Wacana kenaikan harga rokok hingga dua kali lipat masih ramai menjadi buah bibir di masyarakat. Terlebih di kalangan yang banyak terlibat –mulai dari perokok, buruh pabrik, pemilik usaha, hingga petani tembakau.

Petani tembakau menolak dengan keras wacana yang diajukan oleh Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia, Hasbullah Thabrany. Mereka menilai bahwa kenaikan harga rokok tersebut hanya akan menguntungkan pihak-pihak tertentu, dan merugikan petani tembakau.

Petani Merugi

Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Soeseno Riban, kebijakan tersebut tidak membuat petani diuntungkan, malah sebaliknya. Volume pembelian tembakau akan berkurang karena penurunan permintaan rokok. Dengan demikian, harga tembakau otomatis akan semakin anjlok. Apalagi harga tembakau saat ini sudah berada pada titik kritis Rp. 1000 per kilogramnya. Padahal sebelumnya harga normal tembakau berkisar antara Rp. 5000-6000 per kilogram.

Kerugian petani tembakau semakin bertambah jika hasil panen tidak sebanding dengan modal awal. Menurut seorang petani tembakau di Jawa Tengah, untuk modal tanam mereka harus mengeluarkan lima juta rupiah. Jika hasil panen baik, mereka dapat menghasilkan kurang lebih 3 ton tembakau. Namun apabila cuaca dan keadaan panen tidak mendukung, maka petani tembakau bisa semakin merugi.

Boleh Naik, Asal…

Soeseno, ketua APTI, menilai bahwa kenaikan harga rokok juga dapat menggerus pabrik-pabrik rokok kecil sehingga akhirnya terpaksa gulung tikar. Dalam kurun lima tahun terakhir ini saja sudah ada 1200 pabrik rokok yang tutup. Akibatnya, sebanyak 102.500 buruh pabrik terpaksa mengalami PHK. Tidak terbayangkan oleh Soeseno apa yang akan terjadi jika pemerintah jadi menaikkan harga rokok dua kali lipat.

Para petani tembakau akan mendukung keputusan pemerintah menaikkan harga rokok, asal pemerintah terlebih dahulu menaikkan harga tembakau. Seorang petani tembakau menilai bahwa jika harga rokok 50 ribu sebungkus, setidaknya harga tembakau dapat dinaikkan menjadi 25 ribu per kilogram.

Selain itu, mereka pun meminta kepada pemerintah untuk dapat melindungi pelaku usaha kecil-menengah yang rentan tergerus arus jika harga rokok naik. Dengan kata lain, jikalau terjadi pemutusan hubungan kerja pada petani tembakau akibat kenaikan harga rokok, pemerintah harus siap sedia menyediakan lapangan pekerjaan lain.

(NB/RH)

Baca juga:

  1. Bahaya Merokok Saat Hamil
  2. Mengapa Penis Pria Perokok Kurang Keras?
  3. Benarkah Rokok Elektrik Bisa Hentikan Ketergantungan?

0 Komentar

Belum ada komentar