Sukses

Merokok Meningkatkan Risiko Penyakit Stroke, Benarkah?

Banyak penelitian yang menjelaskan kaitan antara stroke dengan rokok. Apa akibat merokok bisa meningkatkan risiko stroke? Simak penjelasannya di sini.

Sudah banyak kajian yang mengemukakan bahaya dan akibat merokok bagi kesehatan. Hal ini juga didukung dengan fakta bahwa mengisap rokok membunuh 8 juta orang setiap tahun. Tingginya angka kematian ini salah satunya berhubungan dengan gangguan pembuluh darah akibat bahan kimia di dalam rokok. Salah satunya stroke.

Stroke adalah kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Kondisi ini dapat berupa iskemik (sumbatan) maupun hemoragik (perdarahan).

Lantas, bagaimana merokok dapat menyebabkan stroke? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini.

Artikel lainnya: Sebatang Rokok Sehari Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Bagaimana Rokok Dapat Meningkatkan Risiko Stroke?

Alasan kejadian stroke terkait dengan kebiasaan merokok adalah karena kandungan zat kimia. Di dalam sebatang rokok terkandung lebih dari 4.000 bahan kimia berbahaya, yang terbagi menjadi bahan padat dan komponen gas.

Nah, dari sekian banyak bahan kimia tersebut, tiga di antaranya sangat berbahaya, yaitu nikotin, tar, dan juga karbon monoksida.

Nikotin merupakan zat kimia yang sifatnya adiktif dan memengaruhi saraf serta peredaran darah. Senyawa ini dapat menyebabkan pembuluh darah menjadi lebih menyempit dan mengeras, serta meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung.

Seperti Anda tahu, penyempitan pembuluh darah dan peningkatan tekanan darah merupakan salah satu faktor risiko terjadinya stroke.

Artikel lainnya: Waspada, Stroke Kini Juga Mengancam Generasi Milenial

Selain nikotin, zat karbon monoksida yang ada di dalam rokok juga dapat mengurangi pasokan oksigen yang dibawa di aliran darah. Karbon monoksida juga berperan dalam terbentuknya sumbatan lemak di dalam pembuluh darah arteri.

Hal inilah yang membuat terjadinya penyempitan kaliber pembuluh darah yang dapat menyebabkan stroke.

Karbon monoksida juga dapat menurunkan kadar lemak baik (HDL) di dalam tubuh, sehingga kadar lemak jahat (LDL) akan meningkat. Kondisi ini dapat menyebabkan penumpukan lemak jahat di pembuluh darah, sehingga dapat menaikkan risiko stroke.

Kompilasi berbagai zat kimia berbahaya di atas pada akhirnya menyebabkan peningkatan risiko stroke pada perokok.

Bahkan, terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi rokok lebih dari 20 batang dalam sehari memiliki risiko terkena stroke 2,5 kali tinggi. Bagaimana, mengerikan bukan?

Artikel lainnya: Serangan Stroke Bisa Diprediksi 30 Hari Sebelumnya, Perhatikan Ini!

1 dari 2 halaman

Apakah Perokok Pasif Bisa Berisiko Juga?

Hubungan perokok aktif dengan berbagai gangguan kesehatan sudah sangat jelas. Tapi, bagaimana dengan perokok pasif? Apakah perokok pasif juga memiliki peningkatan risiko untuk menderita stroke?

Berdasarkan beberapa penelitian, paparan asap terhadap perokok pasif juga dapat meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit, termasuk stroke.

Meskipun jumlah penelitian yang mempelajari hubungan antara perokok pasif dan stroke tidak sebanyak pada perokok aktif, hubungannya sepertinya tidak terbantahkan.

Artikel lainnya: Waspada, Stroke Kini Juga Mengancam Generasi Milenial

Paparan terhadap asap rokok nyatanya berhubungan dengan peningkatan risiko stroke pada orang dewasa. Itulah simpulan dari berbagai penelitian kesehatan pada perokok pasif.

Tinjauan terhadap 20 penelitian tentang stroke juga menemukan adanya risiko yang kuat dari pajanan asap rokok dengan kejadian stroke. Berdasarkan tinjauan medis tersebut, semakin banyak jumlah rokok yang Anda isap, risiko stroke akibat merokok pun makin meningkat.

Jadi, baik perokok aktif maupun perokok pasif tidak luput dari bahaya merokok pada kesehatan. Karena itu, mulai saat ini cobalah untuk meninggalkan kebiasaan merokok dan ubah perilaku hidup Anda ke arah yang lebih sehat! Hindari juga berada di lingkungan yang terdapat banyak asap rokok.

Anda masih punya pertanyaan seputar akibat merokok? Yuk, tanyakan pada dokter kami via Live Chat di aplikasi KlikDokter.

[HNS/RPA]

0 Komentar

Belum ada komentar