Pernapasan

Ragam Jenis Penyakit Paru-Paru yang Perlu Anda Tahu

Tri Yuniwati Lestari, 12 Jan 2022

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Jenis penyakit paru-paru bisa dilihat dari bagian paru yang terserang. Ketahui macam-macam penyakit paru-paru dan cara pengobatannya di sini.

Ragam Jenis Penyakit Paru-Paru yang Perlu Anda Tahu

Penyakit paru-paru adalah istilah umum untuk beberapa gangguan yang meliputi penyakit saluran napas, penyakit jaringan paru-paru, dan penyakit sirkulasi paru-paru. Beberapa di antaranya dapat menyebabkan gagal napas.

Hal-hal yang menyebabkan penyakit paru-paru dapat berasal dari faktor genetik dan lingkungan. Namun, umumnya penyebab penyakit paru yang utama ialah kebiasaan merokok.

Penyakit paru-paru bisa terjadi ketika ada masalah di bagian mana pun pada organ pernapasan ini.

Mari simak beberapa jenis penyakit paru-paru berdasarkan area yang terkena.

Artikel Lainnya: Waspadai Tanda-Tanda Masalah Paru-Paru Ini

1 dari 3

Macam-Macam Penyakit Paru Berdasarkan Bagian yang Terserang

Penyakit di paru-paru yang bisa terjadi secara umum antara lain asma, bronkitis, tuberkulosis, kanker paru, pneumonia, dan masih banyak lagi.

Untuk lebih rinci, berikut pemaparannya:

Artikel Lainnya: Jenis Vaksin untuk Mencegah Infeksi pada Paru-Paru

1. Penyakit Paru-Paru yang Memengaruhi Saluran Udara

Batang tenggorokan atau saluran napas pada sistem pernapasan disebut trakea. Ini adalah organ paru yang sangat penting. Salah satu fungsi utama trakea adalah mengalirkan udara dari dan menuju paru-paru.

Trakea memiliki cabang-cabang kecil yang disebut bronkus. Cabang-cabang tersebut akan menjadi penghubung agar udara dapat masuk menuju paru-paru ketika Anda bernapas.

Jika ada yang menginfeksi atau menghambat saluran napas, maka Anda dapat mengalami beberapa penyakit paru di bawah ini:

  • Asma: Kondisi ketika saluran udara terus-menerus meradang dan mungkin kejang. Gejala asma biasanya mengi dan sesak napas. Penyebab asma beragam, misalnya alergi, infeksi, atau polusi.
  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK): Kondisi saat paru-paru tidak dapat bekerja dengan baik. Anda tidak dapat mengembuskan napas seperti biasa, sehingga dapat menyebabkan kesulitan bernapas.
  • Bronkitis kronis: Ini juga termasuk dalam jenis penyakit paru PPOK. Gejala bronkitis biasanya ditandai dengan batuk basah yang berlangsung jangka panjang.
  • Emfisema: Dalam jenis penyakit paru PPOK ini, kerusakan paru-paru dapat membuat udara terperangkap di paru-paru. Gejalanya ditandai dengan kesulitan bernapas atau napas pendek.
  • Bronkitis akut: Infeksi mendadak pada saluran udara biasanya disebabkan oleh virus, yang dapat menyebabkan bronkitis akut.
  • Fibrosis kistik: Jenis penyakit paru ini disebabkan karena paru kesulitan atau tidak dapat membersihkan lendir dari bronkus. Hal ini menyebabkan infeksi paru-paru berulang.

 

2. Penyakit Paru yang Memengaruhi Kantung Udara (Alveoli)

Kantung udara atau alveoli memiliki fungsi untuk pertukaran oksigen dan karbon dioksida. Alveoli akan menyerap oksigen dari udara yang Anda hirup dan mengalirkannya ke dalam darah.

Gangguan paru-paru yang menyerang alveoli dapat meliputi:

  • Pneumonia: Sebuah infeksi pada alveoli yang biasanya disebabkan oleh bakteri atau virus, termasuk virus corona penyebab COVID-19.
  • Tuberkulosis: Penyebabnya bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini adalah salah satu penyebab penyakit paru pada anak-anak.
  • Emfisema: Terjadi ketika hubungan antara alveoli rusak. Merokok adalah salah satu penyebab kondisi ini. Emfisema juga dapat membatasi aliran udara dan memengaruhi saluran udara.
  • Edema paru: Kondisi ketika cairan dari pembuluh darah kecil paru-paru bocor ke kantung udara dan area di sekitarnya. Biasanya disebabkan oleh gagal jantung dan tekanan balik di pembuluh darah. Cedera pada paru juga dapat menyebabkan kebocoran cairan.
  • Kanker paru-paru: Kanker paru memiliki beberapa tipe dan dapat terjadi di bagian mana pun pada paru-paru. Namun, paling sering terjadi di bagian utama paru-paru, baik di dalam ataupun dekat kantung udara.
  • Sindrom gangguan pernapasan akut: Kondisi cedera parah tiba-tiba pada paru-paru akibat penyakit serius. Infeksi COVID-19 adalah salah satu contohnya. Banyak orang yang menderita kondisi ini membutuhkan bantuan pernapasan dari ventilator sampai paru-paru pulih.
  • Pneumokoniosis: Biasanya disebabkan oleh sesuatu yang melukai paru-paru setelah terhirup. Pneumokoniosis meliputi penyakit paru-paru hitam, yang disebabkan karena menghirup debu batu bara dan asbestosis dari debu asbes.

Artikel Lainnya: Kuku dan Bibir Pucat, Awas Gangguan Paru

3. Masalah Paru-Paru pada Interstitium

Interstitium merupakan lapisan tipis dan halus di antara alveoli pada paru-paru. Terdapat pembuluh darah kecil yang mengalir lewat interstitium.

Berbagai penyakit di paru yang bisa terjadi pada interstitium yaitu:

  • Pneumonia dan edema paru juga dapat memengaruhi interstitium.

 

4. Penyakit Paru-Paru yang Memengaruhi Pembuluh Darah

Sisi kanan jantung mendapat darah dengan kadar oksigen rendah dari pembuluh darah. Sisi ini akan memompa darah ke paru-paru melalui arteri pulmonalis. Pembuluh darah ini dapat terkena penyakit.

Beberapa penyakit paru yang memengaruhi pembuluh darah mencakup:

  • Emboli paru: Kondisi ketika pembekuan darah (biasanya di vena) pecah, lalu mencapai jantung, dan dipompa ke paru-paru. Gumpalan akan menempel di arteri pulmonalis, yang sering menyebabkan sesak napas dan kadar oksigen darah rendah.

 

5. Gangguan Paru-Paru yang Memengaruhi Pleura

Pleura adalah lapisan tipis yang mengelilingi paru-paru dan melapisi bagian dalam dinding dada.

Penyakit paru-paru pada pleura meliputi:

  • Efusi pleura: Disebabkan karena cairan yang bertumpuk di ruang antara paru-paru dan dinding dada. Pneumonia atau gagal jantung biasanya menyebabkan hal ini. Efusi pleura yang parah dapat membuat sulit bernapas.
  • Pneumotoraks: Udara dapat tidak sengaja masuk ke ruang antara dinding dada dan paru-paru. Hal ini menyebabkan paru-paru kolaps atau disebut pneumotoraks.
  • Mesothelioma: Bentuk kanker langka yang terbentuk di pleura. Mesothelioma cenderung terjadi beberapa dekade setelah Anda terpapar asbes.

 

6. Penyakit Paru yang Memengaruhi Dinding Dada

Dinding dada memainkan peran penting dalam sistem pernapasan. Pada dinding dada, terdapat otot yang menghubungkan tulang-tulang rusuk, sehingga membantu dada mengembang.

Penyakit yang memengaruhi dinding dada meliputi:

  • Sindrom hipoventilasi obesitas: Beban ekstra di dada dan perut bisa membuat dada sulit mengembang. Hal ini dapat menyebabkan masalah pernapasan serius.
  • Gangguan neuromuskular: Anda mungkin mengalami kesulitan bernapas ketika saraf yang mengontrol otot-otot pernapasan tidak bekerja sebagaimana mestinya.

Sklerosis lateral amiotrofik dan miastenia gravis adalah contoh penyakit paru neuromuskular.

Artikel Lainnya: Mengenal Kapasitas Paru dan Hubungannya dengan Kesehatan

2 dari 3

Apakah Penyakit dan Infeksi Paru Bisa Sembuh Total?

Kesembuhan infeksi paru-paru bergantung pada jenis penyakit yang Anda alami dan tingkat keparahannya. 

Jika menderita penyakit paru seperti TBC (Tuberkulosis atau TB), penyakit paru ini bisa disembuhkan total dengan pengobatan yang tepat. Pasien TB perlu disiplin minum obat antituberkulosis sesuai anjuran dokter.

Bila menderita penyakit paru pneumonia, kesembuhan total dapat terjadi. Asalkan, Anda rajin kontrol dengan dokter dan mengonsumsi obat-obatan yang dianjurkan.

Namun, tidak semua penyakit paru-paru bisa sembuh total. Dilansir dari WebMD, tidak ada obat yang benar-benar dapat menyembuhkan penyakit paru PPOK. 

Tujuan dari pengobatan PPOK adalah meringankan gejala dan mencegah penyakit menjadi bertambah buruk, serta menghindari komplikasi yang dapat memperparah kondisi yang sudah terjadi.   

Contoh lain dari penyakit paru yang tidak bisa disembuhkan total adalah asma. Namun, Anda tetap bisa mengantisipasi gejala asma dengan pengobatan yang tepat. Perubahan gaya hidup juga dapat mencegah gejala asma bertambah buruk.

Merokok adalah salah satu bahaya terbesar bagi kesehatan paru-paru. Jika memiliki asma, maka hindari merokok dan asapnya yang dapat memperburuk gejala.  

Merokok juga dapat menyebabkan kanker paru dan merusak jaringan paru-paru yang dapat menyebabkan penyakit pernapasan kronis. 

Jadi, berhenti merokok adalah salah satu cara mencegah penyakit paru yang mesti Anda lakukan.

Artikel Lainnya: Minum Air Garam Bisa Jaga Kesehatan Paru, Benarkah?

3 dari 3

Bagaimana Mengobatinya?

Beberapa rencana pengobatan penyakit paru bisa bermacam-macam sesuai penyakitnya.

Pengobatan medis yang umumnya disarankan untuk PPOK, antara lain kortikosteroid, inhaler, terapi oksigen, dan lainnya.

Lalu, cara mengobati penyakit paru PPOK juga bisa dilakukan dengan beberapa jenis pembedahan.

  • Bronkodilator: Obat hirup untuk membantu membuka saluran udara agar dapat bernapas lancar.
  • Kortikosteroid: Mengurangi peradangan saluran napas.
  • Inhaler kombinasi: Gabungan steroid dengan bronkodilator.
  • Roflumilast: Obat ini menghentikan enzim yang disebut PDE4 untuk mencegah kekambuhan pada orang dengan PPOK yang berkaitan dengan bronkitis kronis.
  • Rehabilitasi paru: Program yang mencakup olahraga, manajemen penyakit, dan konseling untuk membantu pasien tetap sehat dan aktif.
  • Terapi oksigen: Mengurangi sesak napas, melindungi organ tubuh, dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
  • Bullectomy: Menghilangkan bullae, yaitu ruang udara besar yang terbentuk saat kantung udara kolaps.
  • Operasi pengurangan volume paru: Menghilangkan jaringan paru-paru yang terserang penyakit.
  • Transplantasi paru-paru: Menggantikan paru-paru yang terkena penyakit dengan yang sehat.

Sementara, cara mengobati infeksi paru bisa dilakukan dengan antibiotik bila disebabkan oleh bakteri.

Artikel Lainnya: Benarkah Bawang Putih Mentah Bisa Membunuh Bakteri Pneumonia?

Jika menderita penyakit paru, Anda dapat mengambil langkah-langkah pengobatan di rumah dengan mengubah gaya hidup lebih sehat. Berikut ini pengobatan penyakit paru alami yang dapat dilakukan:

  • Teknik pernapasan: Konsultasikan dengan dokter tentang teknik bernapas yang lebih efisien sepanjang hari. Pastikan juga untuk mendiskusikan posisi pernapasan dan teknik relaksasi yang dapat Anda gunakan saat sesak napas.
  • Membersihkan saluran udara: Lendir dapat terkumpul di saluran udara, misalnya pada kondisi PPOK. Untuk mengatasinya, minum banyak air dan menggunakan alat pelembap udara.
  • Berolahraga teratur: Mungkin sulit untuk berolahraga ketika mengalami kesulitan bernapas. Tetapi, olahraga teratur dapat memperkuat otot-otot pernapasan. Diskusikan dengan dokter mengenai jenis olahraga yang tepat.
  • Makan makanan sehat: Mengonsumsi makanan sehat juga baik untuk sistem pernapasan Anda. Beberapa buah dapat membantu penyembuhan penyakit paru-paru, misalnya pisang, apel, beri, aprikot, alpukat, pepaya, dan tomat.
  • Hindari asap rokok: Selain berhenti merokok, penting juga untuk menghindari paparan asapnya. Asap rokok dapat menyebabkan kerusakan paru-paru lebih lanjut.

Selain itu, rutinlah kontrol ke dokter bahkan jika Anda merasa baik-baik saja. Sangat penting untuk teratur memantau fungsi paru-paru jika memang menderita penyakit paru. 

Selain perawatan di atas, menerima vaksin flu tahunan atau jenis lainnya dapat membantu mencegah infeksi yang dapat memperburuk penyakit paru. Konsultasi dulu ke dokter mengenai keperluannya.

Ada beberapa makanan yang perlu dihindari orang dengan penyakit paru. Pasien penyakit paru tidak boleh makan daging olahan, makanan tinggi garam, minuman manis, dan minuman beralkohol.

  • Daging olahan: Melansir WebMD, studi menunjukkan adanya hubungan antara daging olahan atau yang diawetkan dengan fungsi paru-paru yang buruk.

Nitrit yang digunakan dalam proses mengawetkan daging dapat menyebabkan peradangan dan stres pada paru-paru.

  • Makanan mengandung banyak garam: Orang yang makan banyak garam lebih mungkin menderita bronkitis jangka panjang. Makan makanan tinggi natrium juga dapat memperburuk gejala asma.
  • Minuman manis: Orang dewasa yang minum lebih dari 5 minuman ringan manis dalam 1 minggu lebih berisiko terkena bronkitis berkelanjutan. Pada anak-anak, mereka lebih mungkin mengalami asma.
  • Minuman beralkohol: Terlalu banyak minum alkohol tidak bagus untuk paru-paru. Sulfit pada alkohol bisa memperburuk keluhan asma.

Jika minum terlalu banyak alkohol, Anda lebih mungkin terkena pneumonia dan masalah paru-paru lainnya.

Jadi, jika ingin memiliki paru-paru sehat, hindari daftar makanan dan minuman buruk untuk paru di atas. Konsultasi dengan dokter Anda makanan apa yang perlu dihindari atau dibatasi asupannya.

Artikel Lainnya: Manfaat Vitamin D untuk Meningkatkan Kesehatan Paru

Untuk Anda yang sehat dan tidak memiliki penyakit paru-paru sebelumnya, jika mengalami batuk yang tidak kunjung hilang atau sering mengalami sesak napas, segera hubungi dokter.

Secara umum, ciri-ciri orang yang terkena penyakit paru-paru antara lain:

  • Sesak napas, terutama saat melakukan aktivitas fisik.
  • Mengi (ada suara saat menarik napas).
  • Sesak di dada.
  • Batuk kronis yang dapat menghasilkan lendir (dahak) yang mungkin jernih, putih, kuning, atau kehijauan.
  • Infeksi saluran pernapasan yang sering atau berulang.
  • Tubuh terasa lemas atau kekurangan energi
  • Penurunan berat badan yang tidak diinginkan dan tidak diketahui penyebabnya.
  • Pembengkakan di pergelangan kaki atau tungkai.

Dokter akan melakukan pengujian untuk memastikan jenis penyakit paru-paru apa yang menyebabkan masalah pernapasan pada Anda.

Itu dia beberapa jenis penyakit paru-paru dan pengobatannya. Jika Anda ingin berkonsultasi lebih lanjut seputar masalah paru, gunakan Live Chat di aplikasi KlikDokter.

(FR/AYU)

Referensi:

  • WebMD.Diakses 2022. Lung Diseases Overview.
  • Very Well Health. Diakses 2022. The 8 Most Common Types of Respiratory Disease.
  • Medical News Today. Diakses 2022. Lung diseases: What to know.
  • MedlinePlus. Diakses 2022. Lung disease.
  • WebMD. Diakses 2022. COPD (Chronic Obstructive Pulmonary Disease).
  • Mayo Clinic. Diakses 2022. COPD
  • WebMD. Diakses 2022. Best and Worst Foods for Lung Health.
penyakit paru
Kesehatan paru
Paru-paru