Pencernaan

Mengenal Penyebab Tipes dan Kebiasaan yang Memicunya

Bunga Sandha Pragastiwi, 27 Nov 2023

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Tipes adalah penyakit infeksi yang bisa menimbulkan diare hingga sakit kepala. Pahami penyebab tipes dan kebiasaan yang menimbulkan penyakit ini.

Mengenal Penyebab Tipes dan Kebiasaan yang Memicunya

Apakah kamu tahu bahwa beberapa orang yang mengalami tidak enak badan bahkan demam selama berhari hari bisa saja terinfeksi demam tifoid? Penyakit tipes atau demam tifoid disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi.

Gejala tipes yang ditimbulkan meliputi demam lebih dari 7 hari dan dapat berlangsung hingga 3 minggu. Selain demam, dapat pula dijumpai keluhan lain berupa lemas, nyeri otot dan persendian, mual, muntah, diare, konstipasi, nyeri perut, dan sakit kepala.

Demam tifoid atau sakit tipes memiliki beberapa penyebab yang bisa kamu hindari, dan untuk kamu yang saat ini sedang mengalami tidak enak badan dan demam namun belum kunjung mereda hingga mengganggu aktivitas, segeralah konsultasi dengan dokter. 

Bakteri Penyebab Tipes

Penyebab utama tipes adalah tubuh terinfeksi bakteri Salmonella typhi. Bakteri ini, dapat menyebar dan menular dari mana saja, termasuk dari makanan atau minuman hingga memegang barang yang terkontaminasi bakteri. 

Bakteri Salmonella typhi bisa ada di permukaan barang tertentu dan dapat bertahan hidup hingga 4 minggu. Bakteri ini juga bisa berpindah melalui air hingga makanan. 

Jadi, ketika air tercemar, tidak bersih, dan tidak matang diminum oleh seseorang, bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh, lalu menginfeksi. Hal yang sama terjadi ketika seseorang makan makanan yang tercemar Salmonella typhi

Setelah terinfeksi, masa inkubasi dari bakteri Salmonella typhi bervariasi, mulai dari 6 hari hingga 30 hari. Hal ini memengaruhi waktu munculnya gejala pertama sejak terinfeksi.

Artikel Lainnya: Kenali Gejala Tipes dan Komplikasinya Jika Tidak Segera Diobat

Kebiasaan Penyebab Tipes

Nah, ada beberapa kebiasaan penyebab tipes yang mesti kamu hindari, karena dapat meningkatkan risiko kamu terkena infeksi Salmonella typhi. 

Berikut ini adalah beberapa penyebab tipes (demam tifoid) yang sering disepelekan:

1. Jajan Sembarangan

Makanan yang diolah dengan sanitasi yang buruk hingga makanan tidak matang sempurna bisa menjadi salah satu makanan penyebab tipes. Oleh sebab itu, kamu perlu berhati-hati saat ingin jajan di luar.

Saat jajan sembarangan, kebersihan makanan dan minuman yang dibeli tentunya dipertanyakan. Apalagi jika tempatnya terlihat kotor seperti warung atau tempat makan pinggir jalan. Ini tentunya meningkatkan risiko terkena tipes karena bakteri bisa lebih berisiko masuk pada makanan yang dijajakan bebas di pinggir jalan atau diolah dengan cara yang tidak sehat. 

Memasak sendiri makanan yang akan dikonsumsi adalah pilihan yang terbaik. Selain hemat, kebersihan makanan yang kamu konsumsi lebih terjamin.

2. Menggunakan Air Kotor 

Air sangat diperlukan untuk aktivitas sehari-hari seperti mandi, masak, dan minum. Air yang terkontaminasi kotoran atau bakteri dapat menyebabkan penyakit. 

Sebagai contoh, ketika pesan es teh manis atau es kopi di warung pinggir jalan, es batu yang digunakan berasal dari air mentah, tidak bersih, atau terkontaminasi. Ini dapat menimbulkan banyak penyakit, termasuk tipes.

3. Jarang Cuci Tangan 

Kebiasaan penyebab tipes pada anak-anak hingga orang dewasa yang sering disepelekan adalah jarang cuci tangan. Padahal, cuci tangan merupakan tindakan pencegahan terbaik berbagai macam penyakit, terutama penyakit infeksi. 

Untuk mencegah terinfeksi demam tifoid, kamu bisa cuci tangan sebelum dan sesudah makan, setelah dari toilet, setelah memegang barang atau benda yang sering disentuh banyak orang seperti kenop pintu, pegangan tangga atau eskalator, tombol lift, remote AC, atau setelah bersin dan batuk. Tangan yang kotor dapat terkontaminasi kuman Salmonella typhi. 

Artikel Lainnya: Ini Akibatnya Kalau Malas Cuci Tangan

4. Penggunaan Toilet yang Kotor 

Bakteri Salmonella typhi pada penderita tipes dapat dikeluarkan melalui feses. Nah, sayangnya, setelah dikeluarkan, bakteri ini dapat bertahan dan mengontaminasi toilet. Jika toilet yang terkontaminasi tidak dibersihkan, maka dapat berpotensi menularkan bakteri pada orang yang sehat.

5. Kontak dengan Orang yang Terinfeksi Tipes

Seseorang yang menderita tipes memiliki risiko tinggi membawa bakteri penyebab tipes, Salmonella typhi, dalam tubuhnya. Oleh karena itu, orang yang sedang sakit tipes dapat menularkan penyakit ini pada orang lain, terutama jika belum mendapatkan pengobatan Tipes.

Jika kamu terinfeksi oleh Salmonella typhi, kamu mungkin akan mengalami gejala tipes, seperti demam, pusing, sakit perut, dan mual. Selain itu, kamu bisa tertular tipes saat menyentuh barang atau permukaan yang sebelumnya telah disentuh oleh penderita tipes. 

Penderita tipes dapat meninggalkan bakteri yang dapat menyebar ke benda tersebut, sehingga orang berikutnya yang menyentuh benda tersebut dapat tertular.

6. Kelelahan

Kalau ada yang bilang tipes terjadi akibat kecapean yang dikenal sebagai istilah “kerja, kerja, kerja tipes, sebenarnya kurang tepat. Namun, hal ini bisa menjadi salah satu faktor penyebab yang dapat membuat seseorang berisiko terkena penyakit tipes. 

Ini karena ketika tubuh kamu lelah akibat aktivitas yang padat atau karena tuntutan pekerjaan, sistem imun menurun. Saat itu juga, kamu tidak sadar terkena atau terkontaminasi bakteri Salmonella typhi.

Karena daya tahan tubuhmu sedang tidak optimal, tubuh mudah terserang kuman penyakit seperti Salmonella typhi, hingga akhirnya kamu mengalami gejala tipes. 

Artikel Lainnya: Saat Tipes, Hindari Makanan dan Minuman Ini

Cara Mengatasi Penyakit Tipes

Jika kamu mencurigai adanya gejala tipes, segera periksakan diri ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan darah untuk memastikan diagnosis tipes. Setelah diagnosis tipes terbukti positif, lakukanlah tips di bawah ini:

  • Istirahat total 
  • Asupan nutrisi yang sesuai untuk penderita. Bila penderita memiliki kesulitan asupan dikarenakan mual dan muntah, asupan tambahan dapat diberikan melalui cairan infus sesuai anjuran dokter.
  • Pemberian antibiotik sesuai anjuran dokter, dengan mempertimbangkan derajat beratnya penyakit serta sensitivitas individu terhadap antibiotik tersebut.
  • Pemberian obat penurun demam.
  • Pemberian obat untuk gejala-gejala lainnya seperti mual, muntah, nyeri perut, gangguan buang air besar, dan sebagainya. Ini harus sesuai dengan keluhan yang dialami oleh pasien.

Jika kondisi kamu tak memungkinkan untuk dirawat di rumah, dokter akan menyarankan kamu untuk dirawat di rumah sakit. Hal ini bertujuan untuk mengontrol kondisi kamu, memberikan asupan cairan, serta obat melalui infus.

Saat ini demam tifoid atau tipes ini sudah dapat dicegah dengan menggunakan vaksin, yaitu vaksin Typhim Vi dari Kalventis.

Vaksin Typhim Vi dapat mencegah penyakit tipes pada anak usia lebih dari 2 tahun hingga lansia. Untuk perlindungan yang maksimal, kamu bisa suntik vaksin tifoid 3 tahun sekali.

Jika kamu ingin melakukan vaksinasi untuk mencegah demam tifoid ini, kamu bisa menggunakan layanan vaksinansi di KlikDokter. 

Percayalah, terkena tipes sungguh tidak mengenakkan, kinerja dan aktivitas pun bisa terdampak. Belum lagi pilihan makanan yang sangat terbatas! Karenanya, penting untuk mengetahui penyebab tipes yang sering disepelekan. Setelah tahu, jangan lagi menganggap sepele, ya!

Yuk, #JagaSehatmu dengan download aplikasi KlikDokter sekarang!

(NM)

  • CDC. Diakses 2023. Typhoid Fever and Paratyphoid Fever
  • WHO. Diakses 2023. Typhoid