Kulit

Ketahui Penyebab dan Faktor Risiko Eksim

Siti Nurmayani Putri, 06 Sep 2022

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Meski tidak berbahaya, penting untuk mengetahui penyebab eksim dan faktor risiko pemicu masalah kulit ini. Ketahui selengkapnya di sini.

Ketahui Penyebab dan Faktor Risiko Eksim

Eksim alias dermatitis atopik adalah kondisi kulit terasa gatal, sensitif, kemerahan, serta bersisik. Jenis peradangan kulit ini bisa dipicu oleh sejumlah hal. 

Penyebab eksim bisa karena faktor keturunan, reaksi sistem kekebalan tubuh, lingkungan, hingga usia ibu saat melahirkan. 

Sejumlah faktor pun dapat meningkatkan risiko kamu mengalami dermatitis atopik, termasuk berjenis kelamin perempuan. Agar lebih paham alasannya, mari simak penyebab dan faktor risiko eksim di bawah ini.

1. Faktor Genetik

Kamu sangat mungkin mengalami eksim ketika memiliki riwayat keturunan pengidap dermatitis (peradangan kulit). Apalagi, jika jenis dermatitis yang diderita keluarga kamu adalah dermatitis atopik.

Menurut National Health Service, anak dengan salah satu atau kedua orangtua penderita eksim, lebih mungkin mengembangkan penyakit kulit ini. Hal ini juga berlaku ketika kamu memiliki saudara kandung penderita dermatitis atopik.

Selain itu, kamu juga berisiko lebih tinggi terkena eksim jika punya riwayat keturunan pengidap asma, demam, atau alergi.

Artikel Lainnya: Jangan Salah, Ini Bedanya Eksim Kering dan Eksim Basah

2. Reaksi Sistem Kekebalan Tubuh

Penderita eksim biasanya memiliki sistem kekebalan tubuh (imun) yang bereaksi secara berlebihan terhadap iritasi ringan ataupun alergen (zat pemicu alergi).

Reaksi imun berlebih dapat membuat kulit meradang sehingga menimbulkan gejala dermatitis atopik. Karenanya, paparan benda atau zat tertentu yang dapat mengiritasi kulit dan memicu alergi bisa jadi penyebab eksim kambuh. 

Pakaian berbahan wol maupun kain sintetis bisa memicu kambuhnya dermatitis atopik. Selain itu, sabun, deterjen, parfum, kosmetik, zat klorin, paparan asap rokok juga dapat mengiritasi kulit dan bikin eksim kambuh.

Penyebab eksim kambuh bisa juga karena alergen, seperti debu, pasir, bulu hewan peliharaan, serbuk sari, dan jamur.

Selain itu, kondisi medis tertentu yang memengaruhi sistem kekebalan juga bisa picu kambuhnya dermatitis atopik. Kondisi yang dimaksud, seperti infeksi bakteri, flu, maupun pilek.

3. Faktor Lingkungan

Salah satu penyebab eksim adalah faktor lingkungan. Udara yang kering atau panas maupun polusi udara bisa menyebabkan kulit kering dan gatal sehingga memicu dermatitis atopik.

Oleh sebab itu, risiko mengalami eksim semakin besar apabila kamu tinggal di daerah yang kering. Dermatitis atopik juga bisa kambuh jika kamu mandi menggunakan air yang terlalu panas atau terlalu lama, serta tidak menggunakan pelembap setelah mandi.

4. Stres

Eksim juga bisa disebabkan oleh stres. Tingkat stres yang tinggi dapat menyebabkan maupun memperburuk penyakit eksim yang diderita.

Biasanya tanda-tanda stres yang bisa dirasakan adalah sulit bersikap santai, mengalami depresi, cemas, hingga sulit konsentrasi.

Artikel Lainnya: Cara Menghilangkan Eksim di Wajah yang Aman dan Efektif

5. Usia Ibu Saat Melahirkan

Wanita yang melahirkan di usia lebih tua lebih berpeluang memiliki anak pengidap eksim. Hal ini jika dibandingkan dengan wanita yang melahirkan di usia muda. 

Meski begitu, belum diketahui pasti penyebab usia melahirkan bisa memengaruhi potensi eksim seseorang. 

6. Kelainan Skin Barrier 

Kelainan skin barrier alias lapisan pelindung kulit bisa memicu eksim. Soalnya, gangguan skin barrier bisa mengurangi kelembapan kulit. Akibatnya, kulit menjadi kering, gatal, dan perih.

Kondisi ini juga bikin kuman atau bakteri lebih mudah menginfeksi kulit dan memicu eksim.

Artikel Lainnya: Waspada Eksim pada Kulit Sensitif, Apa Gejalanya?

7. Perubahan Hormonal

Wanita lebih berisiko mengalami eksim maupun perburukan penyakit dermatitis atopik. Sebab, perubahan hormonal yang dialami wanita selama menstruasi maupun hamil bisa bikin eksim kambuh.

Mengetahui faktor risiko dan penyebab eksim penting agar kamu bisa memperoleh penanganan yang tepat. Untuk itu, cobalah berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit ketika kamu mengalami gejala dermatitis atopik agar dapat dicari tahu penyebabnya terlebih dahulu.

Kamu juga bisa tanya dokter spesialis kulit lewat aplikasi KlikDokter. #JagaSehatmu dengan tetap menjaga kebersihan dan kelembapan kulit agar terhindar dari penyakit eksim, ya!

(ADT/JKT)

Referensi:

  • National Health Service. Diakses 2022. Causes Atopic Eczema.
  • Cleveland Clinic. Diakses 2022. Eczema.

Dokter terkait: dokter spesialis kulit dan kelamin

Dermatitis Atopik