HomeInfo SehatKulitCara Mengobati Penyakit Kusta secara Medis
Kulit

Cara Mengobati Penyakit Kusta secara Medis

Dian Afrillia, 25 Jan 2023

Ditinjau oleh dr. Gia Pratama

Icon ShareBagikan
Icon Like

Pasien kusta kerap hidup dalam stigma dan diskriminasi. Padahal penyakit ini bisa disembuhkan. Bagaimana cara mengobati penyakit kusta?

Cara Mengobati Penyakit Kusta secara Medis

Pengidap kusta kerap mendapat stigma di tengah masyarakat. Penyakit ini sering dianggap sebagai kutukan dan tak dapat disembuhkan. 

Tak jarang pengidapnya mendapatkan diskriminasi hingga sulit mendapatkan pekerjaan, dikucilkan, dan ditolak di berbagai fasilitas publik. Penyakit kusta disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae yang dapat menyerang kulit, mata, saluran pernapasan atas, dan saraf. 

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 24 Januari 2022, jumlah kasus kusta di Indonesia yaitu 13.487 kasus, dengan penemuan kasus baru sebanyak 7.146 kasus. Enam provinsi di Indonesia belum mencapai target eliminasi kusta, yaitu Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

Masyarakat perlu tahu bahwa pengobatan kusta dilakukan dengan mengonsumsi kombinasi antibiotik sesuai anjuran dokter. Jadi, pasien kusta sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan saran pengobatan sesuai kondisi. 

“Penting juga untuk diketahui bahwa pengobatan kusta itu bisa memakan waktu beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun, tergantung pada stadium penyakit dan respons pasien terhadap pengobatan,” kata dr. Gia Pratama

Untuk mengetahui kondisi penyakit kusta di Indonesia dan bagaimana cara mengobati penyakit kusta dengan obat-obatan, simak penjelasan berikut. 

Artikel lainnya: Mengapa Kusta Bisa Bikin Anggota Badan Copot?

Obat Penyakit Kusta

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa penyakit kusta bisa disembuhkan dengan pengobatan yang tepat. Jika kamu atau orang terdekat mengalami kusta, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

Berikut beberapa jenis obat yang biasa diberikan dokter untuk pengobatan kusta. 

1. Rifampicin

Rifampicin adalah antibiotik yang digunakan untuk mengobati beberapa jenis infeksi serius akibat bakteri, termasuk kusta. Obat ini dapat menghentikan pertumbuhan dan perkembangbiakan bakteri.

Dalam mengobati kusta, dokter dapat menyarankan pemberian rifampicin dengan kombinasi obat lainnya. Jadi, obat kusta ini biasanya dikonsumsi bersama obat-obatan lain. 

Orang dewasa dengan kusta bisa mengonsumsi rifampicin sebulan sekali dengan dosis 600 mg selama 6-12 bulan. Biasanya, dokter akan memberikan dosis lebih rendah pada anak-anak. 

2. Dapsone

Dapsone biasa digunakan untuk mengobati jenis kelainan kulit seperti dermatitis herpetiformis dan lepra. 

Dapsone termasuk dalam kelas obat yang dikenal sebagai sulfon. Dapsone bisa digunakan sebagai obat penyakit kusta. Obat ini bekerja dengan cara mengurangi pembengkakan atau peradangan dan menghentikan pertumbuhan bakteri.

Dokter akan memberikan dosis sesuai kondisi pasien untuk mengendalikan penyakit. Untuk pasien kusta, biasanya obat ini diminum sampai bertahun-tahun, bahkan seumur hidup.

Dapsone harus tetap diminum walaupun kamu mulai merasa lebih baik setelah beberapa minggu atau bulan. Obat ini penting untuk digunakan sesuai saran dokter dan jangan pernah dilewatkan demi mengatasi kusta atau mencegahnya kekambuhan. 

Artikel lainnya: Lepra dan Kusta, Adakah Perbedaannya?

3. Clofazimine

Cara menyembuhkan lepra selanjutnya adalah menggunakan clofazimine. Obat kusta ini dapat memperlambat pertumbuhan dan membunuh Mycobacterium leprae, bakteri penyebab kusta. 

Clofazimine biasanya dikombinasikan dengan rifampicin dan dapsone untuk pengobatan berbagai bentuk kusta. Secara khusus, obat ini digunakan untuk mengobati benjolan merah dan bercak tebal yang sering terlihat pada kusta lepromatosa.

Sama seperti jenis antibiotik lain, pasien kusta harus menggunakan clofazimine 

selama pengobatan penuh, bahkan jika mulai merasa lebih baik setelah beberapa bulan. 

Obat ini mungkin harus diminum setiap hari selama 2-3 tahun. Jika berhenti menggunakannya terlalu cepat, gejala dapat kembali, kondisi kusta memburuk, atau bisa menular ke orang lain. 

“Untuk kusta pausibasiler akan diberikan clofazimine 50 mg setiap hari sampai enam bulan. Sedangkan dosis kusta multibasiler yaitu 100 mg setiap hari sampai enam bulan,” kata dr. Gia. 

Menurut dokter Gia, setelah enam bulan pengobatan, pasien akan dipantau. “Jika belum membaik, maka akan pengobatan dilanjutkan sampai setahun.” 

4. Ofloxacin

Menurut jurnal American Society for Microbiology, ofloxacin menunjukkan aktivitas bakterisidal (dapat membunuh bakteri) yang kuat terhadap Mycobacterium leprae pada pasien kusta. 

Jurnal tersebut menjelaskan bahwa obat ini mungkin merupakan komponen penting dari regimen obat untuk pengobatan kusta.

Penggunaan ofloxacin harus dengan resep dokter karena termasuk golongan obat keras. Dosis maksimalnya adalah 400 mg setiap hari, tetapi dapat disesuaikan dengan kondisi pasien. 

Ikuti saran dokter dalam menggunakan obat ini. Penggunaan yang tidak perlu atau penyalahgunaan antibiotik lainnya dapat menurunkan efektivitas ofloxacin. 

5. Minocycline

Jenis obat yang biasa digunakan sebagai cara mengobati lepra adalah minocycline. Obat ini adalah jenis antibiotik tetrasiklin yang bekerja dengan melawan bakteri dalam tubuh.

Minocycline digunakan untuk mengobati berbagai infeksi bakteri, seperti infeksi saluran kemih, infeksi pernapasan, infeksi kulit, jerawat parah, klamidia, gonore, hingga sifilis. 

Obat ini tidak dapat dikonsumsi pasien yang memiliki alergi terhadap minocycline atau antibiotik serupa seperti demeklosiklin, doksisiklin, atau tetrasiklin.

Artikel Lainnya: Jangan Sepelekan, Ini Bahaya Kusta Bila Tak Ditangani dengan Tepat

Tips Pengobatan Kusta 

Menurut penjelaskan dokter Gia, pengobatan kusta harus dilakukan sesegera mungkin untuk mencegah penyakit menjadi lebih berat dan menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada kulit, saraf, dan bagian tubuh lainnya

Mengingat proses pengobatan yang panjang, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menangani kusta, misalnya: 

  • Menjaga kebersihan diri demi mencegah penyebaran penyakit ke orang lain
  • Meningkatkan daya tahan tubuh
  • Mengonsumsi makanan sehat
  • Cukup istirahat
  • Rutin olahraga
  • Menghindari rokok dan alkohol

“Pasien juga harus patuh pada rencana pengobatan yang diberikan oleh dokter dan terus mengonsumsi antibiotik meskipun gejala membaik. Prinsipnya pengobatan harus tuntas,” tegas dokter Gia. 

Selain itu, pasien juga harus rutin kontrol ke dokter untuk memantau perkembangan penyembuhan. Pasien dapat memberitahu dokter jika mengalami mati rasa, muncul bercak di kulit, atau demam. Kondisi-kondisi tersebut mungkin saja merupakan komplikasi penyakit kusta. 

Artikel Lainnya: Komplikasi yang Sering Dialami Penderita Penyakit Kusta

Kini, kamu tahu bahwa kusta bisa disembuhkan. Semoga tak ada lagi diskriminasi yang dialami para penderita kusta karena mereka bisa sembuh dari penyakitnya dan hidup normal dalam bermasyarakat. 

Dalam rangka memperingati Hari Kusta Sedunia, marilah kita memperkaya diri dengan pengetahuan soal kusta agar tidak memandang sebelah mata penderitanya dan turut menyebarkan informasi pada orang-orang di sekitarmu bahwa kusta bisa diobati. 

Jangan lupa untuk selalu #JagaSehatmu dan orang-orang tersayang. Jika perlu berkonsultasi kepada dokter secara online, gunakan layanan Tanya Dokter di KlikDokter. 

(JKT)

Konsultasi Dokter Terkait

Tanya Dokter