Kesehatan Umum

Bahaya Flu Singapura pada Anak Balita yang Sering Diabaikan Orang Tua

dr. Steven Alviano Yuwono, 27 Jul 2026

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Penyakit Flu Singapura atau (HFMD) sering kali dianggap sepele karena diyakini dapat sembuh dengan sendirinya. Faktanya, pada kasus tertentu, dapat berkembang sangat cepat dan memicu komplikasi fatal.

Bahaya Flu Singapura pada Anak Balita yang Sering Diabaikan Orang Tua

Mayoritas kasus flu Singapura yang dalam dunia medis disebut Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) dapat sembuh dengan sendirinya dalam 7–10 hari. Tapi kalimat "sembuh sendiri" itu sering membuat orang tua lengah. Faktanya, perjalanan penyakit HFMD pada anak berusia 3 tahun dapat berbeda menjadi lebih cepat dan berbahaya di bandingkan pada kelompok usia lainnya, seperti yang ditunjukkan pada studi Southern China tahun 2014-2018.

Mayoritas penderita HFMD merupakan anak-anak serta bayi di bawah lima tahun . Dua jenis enterovirus, yakni Enterovirus 71 (EV71) dan Coxsackievirus A16 (CVA16), berada di balik infeksi ini. Di Indonesia sendiri, kurva epidemiologi penyakit ini belum melandai. Data resmi pemerintah menunjukkan lompatan masif: 8.125 kasus pada 2022, naik ke angka 11.651 setahun setelahnya, dan menyentuh 27.417 kasus di 2024. Masuk ke periode 2026, berbagai daerah kembali melaporkan eskalasi pasien suspek secara simultan.

Baca Artikel Lainnya: Waspada Penularan HFMD (Flu Singapura) pada Blita di Prasekolah

Gejala Flu Singapura (HFMD)

Berdasarkan dari tanda dan gejalanya, HFMD termasuk cukup khas yang sebenarnya cukup mudah untuk dikenali.

Manifestasi klinis awal sering kali mengecoh para orang tua karena kemiripannya dengan influenza, ditandai oleh demam, merosotnya nafsu makan, nyeri menelan, hingga fase rewel pada anak. Namun, dalam kurun waktu 24 hingga 48 jam pasca-demam, barulah muncul karakteristik khas berupa lesi sariawan yang menyakitkan di dalam rongga mulut.

Kondisi ini kerap kali beriringan dengan kemunculan ruam makulopapular atau vesikel kecil di area telapak tangan, kaki, serta terkadang meluas hingga ke bokong dan lutut. Akibat rasa perih yang intens di mulut, mogok makan dan minum menjadi tantangan terbesar. Bagi kelompok balita, penolakan cairan ini sangat krusial karena dapat memicu eskalasi kondisi menuju dehidrasi dalam waktu singkat..

Penyebab HFMD Berbahaya: Komplikasi Berat varian EV71

Tidak semua HFMD menghasilkan perjalanan penyakit yang sama, dan tidak semuanya sama bahayanya. Varian Coxsackievirus umumnya cenderung menyebabkan penyakit yang lebih ringan. Sedangkan Enterovirus 71 (EV71) sering kali menimbulkan gejala yang lebih berat disertai dengan resiko komplikasi yang lebih berat pula.

Kasus berat dan fatal pada HFMD, didominasi oleh varian virus EV71. Anak berusia kurang dari 36 bulan menjadi kelompok paling rentan mengalami kematian akibat HFMD. Komplikasi yang dapat terjadi diantaranya:

  • Ensefalitis (radang otak), menyebabkan gangguan kesadaran, kejang, bahkan koma
  • Meningitis aseptik, radang selaput otak. Ditandai dengan kaku leher dan nyeri kepala hebat
  • Edema paru neurogenik, dimana paru-paru terisi cairan karena gangguan sistem saraf
  • Miokarditis, radang otot jantung
  • Kelumpuhan akut (acute flaccid paralysis)

Warning Signs!! Ini Tanda Bahayanya

Segera bawa anak ke IGD atau fasilitas kesehatan terdekat bila muncul salah satu dari tanda berikut:

  • Demam tinggi yang tidak turun lebih dari 3 hari
  • Anak tampak sangat lemas, cenderung mengantuk, atau sulit dibangunkan
  • Kejang, terutama bila tidak ada riwayat kejang sebelumnya
  • Tangan atau kaki bergetar (tremor), atau gerakan tiba-tiba seperti kaget (myoclonus)
  • Berjalan sempoyongan atau tiba-tiba tidak bisa berdiri
  • Sesak napas atau napas tidak teratur
  • Anak di bawah 6 bulan dengan demam dengan apapun gejala lain yang menyertai
  • Anak sama sekali tidak mau makan dan minum
  • Anak tampak pucat, teraba dingin pada ujung tangan dan kaki

Tetap tenang, dan segera larikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.

Ada Vaksin untuk HFMD

DI Indonesia sudah ada vaksin yang khusus untuk menjaga anak kita dari resiko HFMD berat (varian EV71), yaitu vaksin EV71. Vaksin ini juga sudah memperoleh persetujuan BPOM sejak 28 Desember 2022. BPOM juga menyetujui perluasan indikasi vaksin EV71 untuk anak usia 6 sampai 71 bulan (hampir 6 tahun), dari sebelumnya hanya untuk umur 6 bulan sampai 3 tahun.

Berdasarkan data uji klinis yang dipublikasi di New England Journal of Medicine, efektivitas vaksin EV71 mendekati angka 95% dalam pencegahan kasus HFMD yang disebabkan varian virus EV71. Studi ini juga menunjukkan penurunan resiko komplikasi berat seperti ensefalitis bagi anak yang sudah mendapatkan vaksinasi.

Penelitian di China, Pada kelompok anak yang sudah divaksin EV71, angka kematian akibat HFMD yaitu 2,23%, sedangkan 7,24% pada kelompok tidak divaksin. Vaksin EV71 melindungi sekitar 70,8% dari risiko kematian akibat HFMD berat.

Vaksin diberikan dalam 2 dosis dengan jarak 1 bulan. Efek samping yang dapat terjadi tergolong cukup ringan, seperti demam, nyeri di area suntikan sementara.

Yang Bisa Dilakukan Orang Tua

Sayangnya, tidak ada obat antivirus yang secara khusus untuk HFMD. Penatalaksanaan  umumnya hanya suportif untuk membantu meringankan gejala serta mencegah dehidrasi. Beberapa hal yang dapat di lakukan untuk langkah pencegahan, antara lain seperti: rutin mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan lingkungan, termasuk mainan anak dan alat makan anak. Lakukan isolasi anak yang sakit selama minimal satu minggu, dan jangan menunda ke dokter bila terdapat tanda bahaya.

Konsultasikan dengan dokter mengenai vaksin EV71 untuk si kecil. Terutama bila anak Anda berada di kelompok usia 6–71 bulan, tinggal di lingkungan padat, atau sering berada di daycare dan sekolah

Ingin mendapatkan informasi kesehatan yang akurat dan mudah dipahami lainnya? Ikuti juga media sosial KlikDokter untuk mendapatkan edukasi kesehatan, tips menjaga kesehatan mata, serta informasi medis terbaru yang telah ditinjau oleh dokter.

  • Lindungi Anak dari Risiko HFMD Berat, Kalventis Luncurkan Vaksin EV71
    https://www.kalventis.co.id/post/lindungi-anak-dari-risiko-hfmd-berat-kalventis-luncurkan-vaksin-ev71
  • Factors Related to the Mortality Risk of Severe Hand, Foot, and Mouth Diseases (HFMD): A 5-Year Hospital-Based Survey in Guangxi, Southern China. DOI: 10.1186/s12879-023-08109-y
  • Enterovirus 71 Infection and Neurological Complications. PMC: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC5099286/
  • Clinical Characteristics of Fatal Cases of Hand, Foot and Mouth Disease in Children. PMC: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC12310577/
  • Hand Foot Mouth Disease (HFMD) dan Pentingnya Vaksinasi bagi Anak: Efektivitas Vaksin Inlive®. https://medizen.co.id/hand-foot-mouth-disease-hfmd/
  • Efficacy, Safety, and Immunogenicity of an Enterovirus 71 Vaccine in China.
    DOI: 10.1056/NEJMoa1304923
  • Kini Telah Hadir Vaksin HFMD di Indonesia! https://primaku.com/articles/kini-telah-hadir-vaksin-hfmd-di-indonesia--1745669255107
  • Informasi Pasien Inlive Enterovirus Type 71 Vaccine (Vero cell), Inactivated. Suspensi untuk Injeksi Intramuscular. https://registrasiobat.pom.go.id/files/assesment-reports/01771903571.pdf
  • Vaksin EV71: Kenali Manfaatnya untuk Mencegah HFMD Berat.
    https://www.kalventis.co.id/artikel/vaksin-ev71-kenali-manfaatnya-untuk-mencegah-hfmd-berat
  • Kenali Penyakit Hand Foot and Mouth Disease (HFMD) pada Anak.
    https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/2023/kenali-penyakit-hand-foot-and-mouth-disease-hfmd-pada-anak-di-masa-peralihan-musim
  • Penyakit Hand, Foot, & Mouth Disease, Ini Vaksinnya di Indonesia.
    https://kalbemed.com/article/penyakit-hand-foot-mouth-disease-ini-vaksinnya-di-indonesia
  • Clinical Characteristics and Factors Associated with the Severity of Hand, Foot, and Mouth Disease in Mekong Delta, Vietnam. https://doi.org/10.1080/02673843.2025.2528347
  • Flu Singapura; Hand Foot and Mouth Disease (HFMD).
    https://medicastore.com/penyakit/1017/flu-singapura-hand-foot-and-mouth-disease-hfmd