Mayoritas kasus flu Singapura yang dalam dunia medis disebut
Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) dapat sembuh dengan sendirinya dalam
7–10 hari. Tapi kalimat "sembuh sendiri" itu sering membuat orang tua
lengah. Faktanya, perjalanan penyakit HFMD pada anak berusia 3 tahun dapat berbeda menjadi
lebih cepat dan berbahaya di bandingkan pada kelompok usia lainnya, seperti
yang ditunjukkan pada studi Southern China tahun 2014-2018.
Mayoritas penderita HFMD merupakan anak-anak serta bayi di bawah lima tahun . Dua jenis enterovirus, yakni Enterovirus 71 (EV71) dan Coxsackievirus A16 (CVA16), berada di balik infeksi ini. Di Indonesia sendiri, kurva epidemiologi penyakit ini belum melandai. Data resmi pemerintah menunjukkan lompatan masif: 8.125 kasus pada 2022, naik ke angka 11.651 setahun setelahnya, dan menyentuh 27.417 kasus di 2024. Masuk ke periode 2026, berbagai daerah kembali melaporkan eskalasi pasien suspek secara simultan.
Gejala Flu Singapura (HFMD)
Berdasarkan dari tanda dan gejalanya, HFMD
termasuk cukup khas yang sebenarnya cukup mudah untuk dikenali.
Manifestasi klinis awal sering kali mengecoh para orang tua karena kemiripannya dengan influenza, ditandai oleh demam, merosotnya nafsu makan, nyeri menelan, hingga fase rewel pada anak. Namun, dalam kurun waktu 24 hingga 48 jam pasca-demam, barulah muncul karakteristik khas berupa lesi sariawan yang menyakitkan di dalam rongga mulut.
Kondisi ini
kerap kali beriringan dengan kemunculan ruam makulopapular atau vesikel kecil
di area telapak tangan, kaki, serta terkadang meluas hingga ke bokong dan
lutut. Akibat rasa perih yang intens di mulut, mogok makan dan minum menjadi
tantangan terbesar. Bagi kelompok balita, penolakan cairan ini sangat krusial
karena dapat memicu eskalasi kondisi menuju dehidrasi dalam waktu singkat..
Penyebab HFMD Berbahaya: Komplikasi Berat
varian EV71
Tidak semua HFMD menghasilkan perjalanan
penyakit yang sama, dan tidak semuanya sama bahayanya. Varian Coxsackievirus
umumnya cenderung menyebabkan
penyakit yang lebih ringan. Sedangkan Enterovirus
71 (EV71) sering kali menimbulkan gejala yang lebih berat disertai dengan
resiko komplikasi yang lebih berat pula.
Kasus berat dan fatal pada HFMD, didominasi oleh
varian virus EV71. Anak berusia kurang dari 36 bulan menjadi kelompok paling rentan
mengalami kematian akibat HFMD. Komplikasi yang dapat terjadi diantaranya:
- Ensefalitis (radang otak),
menyebabkan gangguan kesadaran, kejang, bahkan koma
- Meningitis aseptik, radang selaput otak.
Ditandai dengan kaku leher dan nyeri kepala hebat
- Edema paru neurogenik, dimana paru-paru terisi cairan karena gangguan
sistem saraf
- Miokarditis, radang otot
jantung
- Kelumpuhan akut (acute
flaccid paralysis)
Warning Signs!! Ini Tanda Bahayanya
Segera bawa anak ke IGD atau fasilitas kesehatan
terdekat bila muncul salah satu dari tanda berikut:
- Demam tinggi yang tidak turun
lebih dari 3 hari
- Anak tampak sangat lemas,
cenderung mengantuk, atau
sulit dibangunkan
- Kejang, terutama bila tidak ada riwayat kejang
sebelumnya
- Tangan atau kaki bergetar
(tremor), atau gerakan tiba-tiba seperti kaget (myoclonus)
- Berjalan sempoyongan atau
tiba-tiba tidak bisa berdiri
- Sesak napas atau napas tidak
teratur
- Anak
di bawah 6 bulan dengan demam dengan apapun gejala lain
yang menyertai
- Anak sama sekali tidak mau
makan dan minum
- Anak tampak pucat, teraba
dingin pada ujung tangan dan kaki
Tetap tenang, dan segera larikan ke fasilitas
kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.
Ada Vaksin untuk HFMD
DI Indonesia sudah ada vaksin yang khusus untuk
menjaga anak kita dari resiko HFMD berat (varian EV71), yaitu vaksin EV71. Vaksin
ini juga sudah memperoleh persetujuan BPOM sejak 28 Desember 2022. BPOM juga
menyetujui perluasan indikasi vaksin EV71 untuk anak usia 6 sampai 71 bulan (hampir
6 tahun), dari sebelumnya hanya untuk umur 6 bulan sampai 3 tahun.
Berdasarkan data uji klinis yang dipublikasi di New England Journal of
Medicine, efektivitas vaksin EV71 mendekati angka
95% dalam pencegahan kasus HFMD yang disebabkan varian virus EV71. Studi ini
juga menunjukkan penurunan resiko komplikasi berat seperti ensefalitis bagi
anak yang sudah mendapatkan vaksinasi.
Penelitian di China, Pada kelompok anak yang sudah divaksin
EV71, angka kematian akibat HFMD yaitu 2,23%, sedangkan 7,24% pada kelompok
tidak divaksin. Vaksin EV71 melindungi sekitar 70,8% dari risiko kematian
akibat HFMD berat.
Vaksin diberikan dalam 2 dosis dengan jarak 1
bulan. Efek samping yang dapat terjadi tergolong cukup ringan, seperti demam, nyeri di area suntikan sementara.
Yang Bisa Dilakukan Orang Tua
Sayangnya, tidak ada obat antivirus yang secara
khusus untuk HFMD. Penatalaksanaan umumnya
hanya suportif untuk membantu meringankan gejala serta mencegah dehidrasi.
Beberapa hal yang dapat di lakukan untuk
langkah pencegahan, antara lain seperti: rutin mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan lingkungan, termasuk mainan anak dan alat makan
anak. Lakukan isolasi anak yang sakit selama minimal satu minggu, dan jangan
menunda ke dokter bila terdapat tanda bahaya.
Konsultasikan dengan dokter mengenai vaksin EV71
untuk si kecil. Terutama bila anak Anda berada di kelompok usia 6–71 bulan, tinggal di lingkungan padat, atau sering berada di daycare dan
sekolah
Ingin mendapatkan informasi kesehatan yang akurat dan mudah dipahami lainnya? Ikuti juga media sosial KlikDokter untuk mendapatkan edukasi kesehatan, tips menjaga kesehatan mata, serta informasi medis terbaru yang telah ditinjau oleh dokter.
- Lindungi
Anak dari Risiko HFMD Berat, Kalventis Luncurkan Vaksin EV71
https://www.kalventis.co.id/post/lindungi-anak-dari-risiko-hfmd-berat-kalventis-luncurkan-vaksin-ev71 - Factors Related to the
Mortality Risk of Severe Hand, Foot, and Mouth Diseases (HFMD): A 5-Year
Hospital-Based Survey in Guangxi, Southern China.
DOI: 10.1186/s12879-023-08109-y
- Enterovirus 71 Infection and
Neurological Complications.
PMC: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC5099286/
- Clinical Characteristics of
Fatal Cases of Hand, Foot and Mouth Disease in Children.
PMC: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC12310577/
- Hand
Foot Mouth Disease (HFMD) dan Pentingnya Vaksinasi bagi Anak: Efektivitas
Vaksin Inlive®.
https://medizen.co.id/hand-foot-mouth-disease-hfmd/
- Efficacy, Safety, and
Immunogenicity of an Enterovirus 71 Vaccine in China.
DOI: 10.1056/NEJMoa1304923 - Kini
Telah Hadir Vaksin HFMD di Indonesia!
https://primaku.com/articles/kini-telah-hadir-vaksin-hfmd-di-indonesia--1745669255107
- Informasi Pasien Inlive
Enterovirus Type 71 Vaccine (Vero cell), Inactivated. Suspensi untuk Injeksi
Intramuscular. https://registrasiobat.pom.go.id/files/assesment-reports/01771903571.pdf
- Vaksin EV71: Kenali Manfaatnya
untuk Mencegah HFMD Berat.
https://www.kalventis.co.id/artikel/vaksin-ev71-kenali-manfaatnya-untuk-mencegah-hfmd-berat - Kenali Penyakit Hand Foot and Mouth Disease (HFMD) pada Anak.
https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/2023/kenali-penyakit-hand-foot-and-mouth-disease-hfmd-pada-anak-di-masa-peralihan-musim - Penyakit Hand, Foot, & Mouth Disease,
Ini Vaksinnya di Indonesia.
https://kalbemed.com/article/penyakit-hand-foot-mouth-disease-ini-vaksinnya-di-indonesia - Clinical Characteristics and Factors Associated with the Severity of
Hand, Foot, and Mouth Disease in Mekong Delta, Vietnam. https://doi.org/10.1080/02673843.2025.2528347
- Flu Singapura; Hand Foot and Mouth Disease (HFMD).
https://medicastore.com/penyakit/1017/flu-singapura-hand-foot-and-mouth-disease-hfmd
:format(webp)/article/Yxm31Rc8wyzQWZZOobj3B/original/76relr9cct5hahmez8v2bhc6wyvrz4rg.jpg)