Kanker

Persiapan Sebelum Kemoterapi Pertama untuk Pasien Kanker

Tri Yuniwati Lestari, 15 Mar 2021

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Kemoterapi adalah salah satu pengobatan untuk pasien kanker. Apa saja persiapan kemoterapi yang perlu dilakukan pasien agar prosesnya berjalan lancar? Cek di sini!

Persiapan Sebelum Kemoterapi Pertama untuk Pasien Kanker

Pasien kanker yang baru pertama kali akan kemoterapi mungkin merasa bingung dan cemas. Mereka harus berhadapan dengan alat khusus beradiasi tinggi, yang mungkin tidak bisa ditemukan di setiap rumah sakit.

Tenang, tidak perlu khawatir. Asalkan dilakukan dengan benar, kemoterapi nyatanya dapat membantu meningkatkan peluang sembuh dari penyakit kanker.

Nah, supaya prosesnya berjalan lancar, pasien perlu melakukan persiapan kemoterapi dengan benar.

Artikel Lainnya: Berapa Lama Kemoterapi Harus Dilakukan untuk Perawatan Penderita Kanker?

1 dari 2

Sekilas Tentang Kemoterapi

Dalam proses kemoterapi, dokter akan menggunakan obat khusus yang berfungsi untuk membunuh sel kanker pada tubuh seseorang.

Tujuan kemoterapi adalah untuk membunuh sel kanker. Selain itu, terapi ini juga bertujuan untuk meringankan gejala, serta mengendalikan penyebaran kanker di tubuh pasien. 

Dijelaskan oleh dr. Muhammad Iqbal Ramadhan, dokter akan memberikan informasi tentang serangkaian prosedur yang akan dijalani sebelum proses kemoterapi dimulai.

“Dokter juga akan menjelaskan tentang obat yang perlu dikonsumsi dam makanan atau minuman yang perlu dibatasi. Dokter juga mungkin akan menyarankan pasien untuk rutin kontrol setelah selesai kemoterapi,” jelas dr. Muhammad Iqbal.

Artikel Lainnya: Perawatan Kulit pada Anak Penderita Kanker yang Sedang Menjalani Kemoterapi

2 dari 2

Persiapan Kemoterapi yang Perlu Dilakukan Pasien Kanker

Berikut ini beberapa persiapan sebelum kemoterapi yang perlu dilakukan pasien agar prosesnya berjalan lancar:

1. Siapkan Imunitas yang Baik

Sebelum kemoterapi dimulai, dokter akan meminta pasien untuk menjaga sistem kekebalan tubuh pasien.

Pasien dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang bergizi, olahraga, dan istirahat cukup.

Selain itu, dr. Muhammad Iqbal mengatakan agar menghindari stres berlebih atau pikiran yang mengganggu guna mengoptimalkan fungsi sistem kekebalan tubuh.

2. Minta Dukungan dari Orang Sekitar

Saat menjalani proses kemoterapi, pasien akan merasa kelelahan yang tidak biasa.  Selain itu, pasien juga akan membutuhkan bantuan untuk diantar dan dirawat selama proses pengobatan.

Pihak keluarga mesti berperan aktif dalam hal tersebut. Jadi, pasien kanker tak perlu sungkan untuk meminta bantuan orang-orang terdekat.

Dukungan dari keluarga dan teman terdekat juga dapat berdampak positif pada sisi emosional. Dengan demikian, beban pasien kanker yang harus kemoterapi dapat sedikit berkurang.

Artikel Lainnya: Aturan Makan untuk Pasien Kemoterapi

3. Kontrol Kesehatan Gigi dan Mulut

Dijelaskan oleh dr. Muhammad Iqbal, dokter akan meminta pasien untuk periksa kesehatan gigi dan mulut sebelum kemoterapi dilakukan.

Pasien juga perlu bertanya tentang perawatan gigi dan mulut yang baik selama kemoterapi pada dokter gigi. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan efek samping kemoterapi pada gigi dan mulut.

4. Siapkan Mental

Persiapan sebelum kemoterapi yang tak boleh luput dilakukan adalah memastikan kondisi mental yang stabil. Pasalnya, kemoterapi dapat menyebabkan berbagai efek samping yang mungkin membuat Anda kepikiran.

"Siapkan prevention, seperti misalnya nanti menemukan rambut rontok. Mungkin bisa disiasati terlebih dahulu dengan menggunakan topi atau wig saat terjadi kerontokan setelah kemoterapi," ucap dr. Iqbal

5. Kosongan Jadwal Sebelumnya

Jangan berencana untuk pergi ke acara apa pun atau langsung melakukan aktivitas setelah kemoterapi.

Pasalnya, setelah prosedur tersebut, pasien akan merasakan sangat lelah. Oleh karena itu, bersantai atau tidur adalah pilihan yang terbaik.

Artikel Lainnya: Tangkal Efek Samping Kemoterapi dengan Cara Alami

6. Menunda Kehamilan

Sebelum kemoterapi, dokter perlu memastikan pasien sedang tidak dalam keadaan hamil. Dokter juga akan meminta pasien untuk menunda kehamilan selama proses kemoterapi.

"Efek samping dari kemoterapi akan menghancurkan atau merusak dari sel sperma ataupun akan menyebabkan cacat lahir. Jadi, hindari kehamilan selama kemoterapi, misalnya dengan menggunakan pelindung saat berhubungan seksual," kata dr. Iqbal

7. Pahami Efek Samping Obat Kemoterapi

Mengutip WebMD, dalam 48 jam setelah perawatan, sejumlah kecil obat kemoterapi akan keluar dari tubuh Anda melalui urine, muntahan, dan cairan tubuh lainnya.

Upayakan agar bahan kimia yang ‘keluar’ tersebut tidak terpapar ke mana-mana. Tanyakan kepada dokter untuk meringankan rasa mual, dan meminimalkan cairan yang keluar dari tubuh setelah kemoterapi.

8. Pastikan Membawa Cemilan

Sesi kemoterapi dapat berlangsung lama dan memakan waktu beberapa jam. Jadi, pastikan Anda telah mengonsumsi makanan bergizi dan seimbang sebelum melakukan prosedur tersebut.

Dikutip dari healthline, mengonsumsi makanan bergizi satu jam sebelum kemoterapi dimulai dapat memberikan efek pengobatan yang lebih baik.

Beberapa makanan yang dapat dijadikan pilihan, yaitu kacang-kacangan, biskuit gandum dan granola, serta buah-buahan.

Persiapan pasien kemoterapi perlu dilakukan dengan teliti agar prosedur dapat berjalan dengan lancar, dan efeknya optimal. Apabila Anda butuh tuntunan lebih lanjut terkait kanker dan kemoterapi, silakan ajukan pertanyaan kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

kemoterapi
Kanker