Jantung

Mitos atau Fakta Badan Kurus Tak Berisiko Mengalami Gangguan Jantung

dr. Adeline Jaclyn, 15 Feb 2020

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Pemilik badan kurus disebut-sebut aman dari ancaman berbagai penyakit jantung. Mitos atau fakta? Simak kebenarannya lewat artikel ini.

Mitos atau Fakta Badan Kurus Tak Berisiko Mengalami Gangguan Jantung

Kegemukan atau obesitas memang dikenal luas sebagai salah satu faktor risiko penyakit jantung. Lantas, apakah kalau punya badan kurus merupakan jaminan bebas dari penyakit yang dapat mengancam nyawa tersebut?

Secara objektif, badan kurus bisa dinilai dengan indeks massa tubuh (IMT), yaitu kurang dari 18,5 kg/m2. Namun, faktanya kebanyakan orang menilai ini hanya dari penampilan luarnya saja, lalu dikaitkan dengan kesehatan yang seringnya tidak akurat.

Lemak adalah salah satu komponen yang penting dalam tubuh. Namun, jenis lemak yang biasanya menimbulkan masalah kesehatan adalah lemak jenuh.

Lemak ini bisa tersimpan melapisi organ-organ tubuh (disebut dengan lemak viseral), dan lebih berbahaya dibanding  lemak lainnya yang tersimpan di bawah kulit.

Nah, orang-orang bertubuh kurus bisa menyimpan sejumlah lemak berbahaya ini di sekitar organ-organ tubuh mereka, atau dikenal dengan skinny fat.

Biasanya, tipe orang ini kerap menerapkan pola makan sehat dan jarang tau tak pernah berolahraga.

Artikel Lainnya: 7 Fakta tentang Penyakit Jantung yang Wajib Diketahui

1 dari 2

Badan Kurus Tetap Berisiko Kena Penyakit Jantung?

Ada penelitian dalam jurnal medis “Annals of Internal Medicine” yang terbit tahun 2015 menyebut: orang-orang dengan berat badan normal dengan distribusi lemak di bagian tengah tubuh lebih berisiko meninggal dunia akibat penyakit jantung daripada orang-orang dengan obesitas.

Dengan demikian, badan kurus bukan jaminan bebas dari penyakit jantung. Pemicunya adalah distribusi atau letak lemak jenuh tersimpan.

Lemak yang tidak terlihat atau lemak viseral yang tersimpan melapisi organ dalam perlahan bisa menjadi ancaman.

Ada banyak juga penelitian lain yang menunjukkan bahwa orang-orang dengan berat badan yang kurang punya risiko lebih besar menderita penyakit kardiovaskular, dibandingkan dengan orang-orang dengan status gizi normal.

Salah satu penelitian di Bali yang menemukan bahwa mereka yang punya berat badan kurang punya risiko 3,6 kali lebih besar mengalami penyakit jantung koroner, dibandingkan dengan orang-orang dengan berat badan normal.

Setelah menderita penyakit jantung koroner, orang dengan berat badan yang kurang juga punya risiko kematian dini yang lebih besar daripada orang-orang yang kelebihan berat badan.

Artikel Lainnya: Deteksi Dini Penyakit Jantung, Waspadai 5 Hal Ini

2 dari 2

Mengapa Badan Kurus Tak Menjamin Bebas Penyakit Jantung?

Berikut ini adalah beberapa alasan kenapa punya berat badan kurang tidak menjamin seseorang terbebas dari penyakit jantung.

1. Kebiasaan Buruk

Tak sedikit mereka yang bertubuh kurus merasa aman, sehingga cenderung mengonsumsi makanan berlemak secara berlebihan. Misalnya, senang makan steak, ayam goreng tepung, gorengan, dan sebagainya.

Padahal, asupan makanan tersebut sangat memengaruhi timbunan lemak jenuh dalam tubuh.

Selain itu, pemilik tubuh kurus juga seringnya tidak atau jarang berolahraga karena merasa tidak gemuk. Padahal, olahraga bisa meningkatkan sensitivitas hormon insulin yang berkaitan dengan kadar gula darah.

Nah, bila pola makan tinggi lemak (dan makanan manis) dikombinasikan dengan jarang berolahraga, risiko diabetes pun meningkat.

Nah, diabetes atau dikenal dengan kencing manis ini turut berperan dalam proses terjadinya penyakit jantung.

Kebiasaan tidak sehat lainnya seperti merokok juga banyak dikaitkan dengan gangguan jantung.

Artikel lainnya: Jangan Remehkan 8 Gejala Penyakit Jantung Ini!

2. Lemak Perut

Ada sebuah kondisi yang dikenal sebagai obesitas sentral, yaitu distribusi lemak yang terkonsentrasi di daerah perut. Nah, ini bisa dialami oleh orang-orang dengan berat badan kurang.

Bahkan, dibandingkan dengan lemak yang terdistribusi secara merata di tubuh, orang-orang dengan timbunan lemak di perut lebih berisiko terkena penyakit jantung.

3. Kadar Hemoglobin Darah Rendah

Mereka yang tubuhnya kurus biasanya banyak menderita anemia atau kurang darah. Kandungan haemoglobin yang ada dalam darah berfungsi untuk mengikat oksigen.

Bila anemia tidak ditangani dengan benar, maka bisa menyebabkan jantung bekerja terlalu keras untuk menyalurkan oksigen yang cukup. Nah, kondisi ini bisa meningkatkan risiko terjadinya gagal jantung.

4. Penyakit Jantung Bawaan

Penyakit jantung bawaan adalah penyakit dialami sejak lahir. Kondisi ini ditandai dengan rendahnya fungsi katup, dinding, atau pembuluh darah jantung.

Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang punya penyakit jantung bawaan dan berat badannya rendah lebih berisiko hingga 12 kali lipat terkena penyakit kardiovaskular. Artinya, pengaruh penyakit jantung bawaan ini akan lebih besar pada orang-orang yang berat badannya kurang.

Jadi, anggapan bahwa badan kurus bebas dari ancaman penyakit jantung itu cuma mitos. Untuk mencegahnya, jaga berat badan ideal dengan pola makan sehat bergizi seimbang, olahraga teratur, dan tidak merokok.

Lakukan juga cek kesehatan secara berkala, apalagi bila ada riwayat jantung di keluarga atau ada keluhan yang dicurigai mengarah ke jantung. Kalau ingin tahu seputar cara membuat badan kurus dengan sehat, coba cek fitur LiveChat di aplikasi KlikDokter.

(RN/AYU)

Kurus
Penyakit Jantung