HomeInfo SehatCovid-19Belum Aman dari COVID-19, Pemprov DKI Jakarta Kembali Perpanjang PSBB Transisi
Covid-19

Belum Aman dari COVID-19, Pemprov DKI Jakarta Kembali Perpanjang PSBB Transisi

Ayu Maharani, 17 Jul 2020

Belum berhasil menyudahi 100 persen karena tambahan kasus, Pemprov DKI Jakarta memperpanjang PSBB transisi! Ini selengkapnya.

Belum Aman dari COVID-19, Pemprov DKI Jakarta Kembali Perpanjang PSBB Transisi

Pada awal Juni lalu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan membuat kebijakan PSBB masa transisi. Namun, sudah dua kali periode tersebut diperpanjang. Selain karena kasus positif virus corona ibu kota yang terus bertambah, adakah alasan lainnya? 

PSBB Transisi Jakarta Kembali Diperpanjang 

Anies Baswedan memperpanjang PSBB transisi hingga 30 Juli 2020 mendatang. Sebelumnya, kebijakan ini telah berlangsung sejak 5 Juni lalu. Sejak saat itulah, kegiatan yang awalnya dibatasi mulai kembali beroperasi. 

Kegiatan pertama yang dilonggarkan di masa PSBB transisi adalah kegiatan keagamaan di rumah ibadah. Tempat ibadah boleh diisi 50 persen dari kapasitas. 

Lalu, giliran perkantoran yang boleh beroperasi. Sama seperti tempat ibadah, gedung kantor belum bisa full seperti dulu. Kantor memberlakukan shift, sehingga pegawai yang masuk bisa bergantian dan tetap 50 persen dari kapasitasnya. 

Di pertengahan Juni lalu, pusat perbelanjaan seperti mall juga dibuka. Mall boleh dibuka lagi asalkan pihaknya mengatur sejumlah protokol kesehatan, seperti memberlakukan jarak bagi pengunjung, penyediaan hand sanitizer, dan lain sebagainya. 

Sementara itu, sepekan terakhir, penambahan jumlah pasien COVID-19 di Jakarta mencatat rekor terbanyak sejak pertama diumumkan Maret silam. 

Rekor penambahan kasus terjadi di 8 Juli, yaitu 344 kasus. Kemudian, naik lagi di 11 Juli menjadi 359 kasus tambahan. Pada 12 Juli, terjadi rekor penambahan kasus terbanyak di ibu kota, yaitu 404 kasus.

Positivity Rate Jakarta Masih di Bawah Standar WHO

Positivity rate di Jakarta dalam seminggu terakhir dalam era PSBB transisi adalah 5,9 persen. Ini berada di bawah standar WHO yang menyatakan positivity rate harus berada di bawah 5 persen. 

Untuk yang belum tahu, positivity rate adalah rasio antara jumlah orang yang positif terinfeksi COVID-19 dengan total jumlah tes. 

Sebenarnya, dalam beberapa minggu terakhir, positivity rate Jakarta berada di bawah 5 persen, bahkan sempat 3,9 persen. Nah, hari minggu kemarin (12/7), positivity rate harian Jakarta mencapai 10,5 persen!

Artikel Lainnya: Tips Kurangi Waktu Berkumpul dengan Teman saat New Normal

Pasien Positif COVID-19 yang Dirawat Meningkat 

Tak cuma positivity rate yang meningkat, dalam seminggu terakhir, ada pula peningkatan penggunaan tempat tidur di rumah sakit untuk pasien yang terinfeksi virus corona. 

Gubernur Anies menjelaskan, "Dalam seminggu terakhir, ada kenaikan jumlah tempat tidur RS dari 34 persen menjadi 45 persen." 

Namun, penggunaan tempat tidur untuk pasien COVID-19 yang dirawat di ICU justru menurun, yaitu dari 31 persen menjadi 25 persen. 

Ada kemungkinan, jumlah pasien dengan gejala berat menurun. Sebaliknya, jumlah pasien dengan gejala ringan dan sedang meningkat. 

Peningkatan jumlah pasien bergejala ringan dan sedang menurut Anies disebabkan oleh aktifnya tim puskesmas untuk melakukan active case finding dengan mendatangi masyarakat. 

Orang yang tidak memiliki gejala atau hanya bergejala ringan pada akhirnya terdeteksi dan menambah jumlah persentase pasien yang dirawat di rumah sakit. 

OTG di Jakarta Capai 66 Persen

Meski namanya baru PSBB transisi, tetapi tak bisa dimungkiri bahwa sebagian orang sudah menganggap virus corona ini “tidak ada”. Padahal, kasus positif tetap bertambah dan angka kematian akibat penyakit tersebut juga bertambah. 

Bahkan, Gubernur Anies mengatakan, sebanyak 66 persen dari kasus positif baru virus corona merupakan orang tanpa gejala (OTG). Meski nampak sehat, ingat bahwa mereka tetap bisa menularkan virus corona kepada orang lain. 

Jika kebetulan yang ditularkan adalah orang dengan daya tahan tubuh kurang baik (karena faktor usia atau penyakit penyerta), maka akibatnya bisa fatal. Itu mengapa OTG dan orang bergejala ringan tetap harus diisolasi. 

Artikel Lainnya: Panduan Naik Transportasi Umum saat New Normal

Pemprov DKI Klaim Tes PCR 3,6 Kali Lebih Banyak dari Standar WHO 

WHO menganjurkan suatu wilayah untuk melakukan tes PCR atau tes swab terhadap 1.000 orang per 1 juta penduduknya. 

Di sisi lain, Anies mengatakan, jumlah tes dalam sepekan terakhir di Jakarta 3,6 kali lipat lebih banyak dari rekomendasi WHO. 

Menanggapi banyaknya tes yang dilakukan, begini penjelasan dr. Devia Irine Putri kepada KlikDokter

“Cek yang banyak tentu akan semakin banyak ketahuan sakit atau tidaknya. Kalau banyak yang sakit, artinya memang pengendalian kita belum terlalu bagus.”

“Karena semakin banyak yang dirawat dan banyak kasus positif virus corona meski tanpa gejala atau gejala ringan, seharusnya Pemprov bisa mengetatkan lagi aturan-aturannya,” sambung dr. Devia. 

PSBB transisi yang diperpanjang memang sudah jadi langkah yang baik untuk menekan penyebaran. Tinggal masyarakatnya yang wajib menumbuhkan kesadaran bahwa pandemi ini belum selesai. 

Artikel Lainnya: Coba Ikuti, Ini Cara Menggunakan Masker saat Musim Panas Tiba

Pemprov Tunda Pembukaan Beberapa Sektor, Salah Satunya Bioskop

Sempat digadang-gadang akan buka 29 Juli mendatang. Namun karena kondisi penularan virus corona masih belum bisa dikendalikan, bioskop tidak jadi dibuka kembali. 

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Cucu Ahmad Kurnia menyatakan, bioskop akan dibuka saat kondisi sudah kondusif. 

Bioskop itu sendiri merupakan ruangan tertutup yang diisi banyak orang. Belum lagi Kamu harus duduk berjam-jam di ruangan yang dingin tersebut. 

Meski ada batasan jarak, tetapi sepertinya agak sulit untuk mencegah penyebaran virus corona di sana karena sirkulasi udara yang kurang baik. Dengan demikian, ditundanya pembukaan bioskop merupakan langkah yang tepat. 

Tidak ada alasan lain kenapa masa PSBB transisi diperpanjang. Ini disebabkan oleh tingkat penularan dan jumlah kasus positif virus corona yang masih tinggi. 

Kondisi di mana PSBB transisi diperpanjang seharusnya bisa membuka mata bahwa penularan virus corona masih terus terjadi sampai detik ini. 

Jaga kesehatan dan lakukan konsultasi dengan dokter via Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter. Kamu juga bisa menggunakan tes coronavirus online dari KlikDokter untuk memeriksa kondisi pribadi.

(FR/AYU)

Artikel Terkait

Lihat Semua
Bolehkah Terima Vaksin COVID-19 saat Haid? Ini Kata Dokter

Bolehkah Terima Vaksin COVID-19 saat Haid? Ini Kata Dokter

Covid-1903 Agu 2022

Apakah saat haid boleh vaksin COVID-19? Mungkin tak sedikit yang menanyakan hal ini. Daripada berpikir macam-macam, simak fakta medisnya.

Jenis, Jadwal, Syarat Vaksin Booster ke-2

Jenis, Jadwal, Syarat Vaksin Booster ke-2

Covid-1902 Agu 2022

Pemerintah Indonesia membagikan vaksinasi COVID-19 dosis keempat atau booster kedua. Ketahui jenis, jadwal, dan syarat vaksin booster ke-2 di sini.

Benarkah Obat Lianhua Qingwen Efektif Sembuhkan COVID-19?

Benarkah Obat Lianhua Qingwen Efektif Sembuhkan COVID-19?

Covid-1902 Agu 2022

Belakangan ini, produk Lianhua Qingwen ramai diperbincangkan sebagai obat penyembuh COVID-19. Benarkah obat ini ampuh untuk mengatasi COVID-19?

Aqua Panas Ujan
Pepsodent Sensitive Mineral Expert