Kasus COVID-19 sudah masuk ke Indonesia sejak Maret 2020. Kondisi ini tentunya membuat masyarakat resah dan mengubah banyak aktivitas serta cara hidup masyarakat.
Berbagai tindakan pencegahan dilakukan, salah satunya adalah vaksinasi virus corona.
Namun sayangnya, coronavirus tampaknya masih enggan pergi, baik di dunia maupun di Indonesia.
Kita lihat saja sudah ada tiga gelombang lonjakan kasus virus corona yang terjadi yang disebabkan oleh varian-varian barunya dan yang terakhir saat ini adalah varian COVID Omicron.
Gejala coronavirus omicron sendiri mirip gejala flu, yaitu pilek dan batuk. Hal ini kemudian membuat orang bertanya-tanya apakah perlu tes covid ketika pilek disertai batuk menyerang.
Simak ulasan berikut ini untuk mengetahui perbedaan Omicron dengan flu biasa serta obat apa yang cocok untuk mengatasinya.
Artikel Lainnya: Omicron Punya Sub-Varian BA.3, Seberapa Berbahaya?
Gejala Omicron Mirip Flu, Kapan Harus Tes COVID-19?
Banyak ahli yang mengatakan bahwa gejala infeksi virus corona varian Omicron ini lebih ringan daripada varian sebelumnya seperti varian delta.
Pada orang yang sehat sebelumnya dan tanpa komorbid, gejala varian Omicron biasanya meliputi demam, rasa nyeri di seluruh tubuh, pusing, kemudian batuk dan pilek.
Namun demikian, pada orang dengan komorbid, gejala yang timbul dapat lebih parah. Kondisi sesak napas hingga harus mendapatkan perawatan ICU serta ventilator masih dapat terjadi pada kelompok orang dengan komorbid.
Namun, secara jumlah atau proporsi memang lebih sedikit dibandingkan varian delta. Jika kita lihat gejala Omicron pada orang sehat, sebenarnya sangat mirip dengan gejala selesma atau yang sering dikenal sebagai flu.
Gejalanya berupa batuk, pilek, nyeri tenggorokan serta disertai demam, menggigil dan pusing. Lantas kapan harus tes COVID-19 apabila muncul satu atau beberapa gejala tadi?
Jika ada kontak yang jelas dengan penderita coronavirus, sebaiknya diperiksa. Namun demikian, adakalanya kita tidak tahu jelas apakah pernah berkontak dengan penderita virus corona atau tidak.
Untuk itu, dianjurkan pada kondisi lonjakan kasus seperti saat ini, jika memiliki gejala di atas sebaiknya tetap dilakukan pemeriksaan virus corona.
Artikel Lainnya: Varian COVID-19 BA.2, Dijuluki “Son of Omicron”
Lalu, pemeriksaan apa yang harus dipilih, antigen atau PCR? Antigen dapat diperiksa lebih cepat dan murah, namun tingkat akurasinya lebih kecil dibandingkan tes PCR.
Sementara itu, tes PCR merupakan standar baku untuk diagnosis infeksi COVID-19 saat ini. Namun, Anda dapat memilih sesuai fasilitas yang tersedia di tempat Anda.
Pertolongan Pertama Saat Muncul Gejala Mirip Flu dan Omicron
Apa yang harus dilakukan saat gejala mirip flu dan Omicron menyerang Anda? Pertama tentunya istirahat yang cukup. Istirahat dapat membantu proses penyembuhan serta regenerasi sel-sel tubuh.
Istirahat juga harus dibantu dengan konsumsi makanan bergizi serta minum yang cukup agar tubuh memiliki energi dalam melawan virus yang masuk ke dalam tubuh. Suplementasi berupa multivitamin juga dapat dikonsumsi untuk membantu tubuh dalam melawan virus.
Beberapa multivitamin dan mineral yang direkomendasikan, antara lain vitamin C, vitamin D, dan zink. Selama dikonsumsi sesuai aturan pakai dan tidak berlebihan maka tidak masalah.
Selanjutnya adalah obat-obatan untuk meredakan gejala, seperti obat demam, obat batuk, obat pilek, ataupun obat flu. Obat-obatan ini adalah obat-obatan simptomatik, artinya untuk meredakan gejala saja.
Mengapa penting diberikan? Gejala demam, batuk, dan pilek terkadang sangat mengganggu aktivitas dan mengganggu istirahat.
Oleh sebab itu, konsumsi obat-obatan penghilang gejala ini sangat penting agar Anda akan merasa lebih nyaman menjalani aktivitas.
Anda dapat mengonsumsi obat-obatan pereda demam/pusing/nyeri, batuk, dan pilek secara terpisah sesuai dengan gejala yang dialami.
Namun, Anda juga bisa memilih sediaan yang mengandung kombinasi bahan aktif untuk meredakan ketiga gejala tersebut, seperti Procold Flu dan Procold Flu & Batuk.
Artikel Lainnya: Studi Terbaru: Varian Deltacron Ditemukan Keberadaannya
Procold Flu mengandung Phenylephrine Hcl yang berfungsi untuk melegakan hidung tersumbat. Selain itu, obat ini juga mengandung parasetamol yang berfungsi untuk meringankan demam dan sakit kepala.
Kandungan Chlorpheniramine Maleat di dalamnya pun berfungsi sebagai antihistamin yang efektif untuk menghilangkan bersin-bersin.
Sementara Procold Flu & Batuk, selain mengandung parasetamol dan Phenylephrine Hcl, memiliki kandungan Dekstrometorfan HBr. Kandungan tersebut berfungsi sebagai antitusif yang efektif untuk meredakan batuk tidak berdahak.
Kedua obat tersebut merupakan obat flu serta obat flu dan batuk yang dijual bebas dan bisa ditemukan di apotek serta toko obat terdekat, sehingga bisa menjadi pilihan obat untuk meredakan gejala omicron.
Supaya proses penyembuhan COVID Omicron lebih cepat, konsumsinya juga perlu dibarengi dengan obat tambahan atas resep dokter, seperti obat antivirus atau obat lain sesuai kondisi Anda.
(PUT/AYU)
:format(webp)/article/pOUZg9Pn8NmNy5LOW6zQl/original/073481600_1648027991-Awas-Tertukar-Gejala-Omicron-dan-Flu-Kapan-Harus-Tes-PCR-By-BaLL-LunLa-shutterstock.jpg?w=256&q=100)