Sudah cukup banyak orangtua yang memahami bahwa pola asuh otoriter tidak baik untuk perkembangan anak. Pola asuh ini dinilai dapat membuat anak merasa tertekan, orangtua pun tidak dapat membangun kedekatan yang baik dengan anak.
Memperlakukan anak seperti teman akhirnya kerap menjadi pilihan beberapa orangtua. Cara ini diharapkan dapat membangun bonding dan membuat anak merasa lebih nyaman bersama orangtuanya.
Tapi, hal tersebut juga dapat mendatangkan efek buruk bila tidak dikontrol atau diberi batasan. Simak penuturan psikolog berikut ini.
Artikel Lainnya: Cara Agar Anak Betah di Rumah yang Perlu Orang Tua Ketahui
Dampak Buruk Memperlakukan Anak Seperti Teman
Menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog, memperlakukan anak seperti teman nyatanya dapat memiliki dampak yang bisa merugikan bagi orangtua dan anak.
Berikut ini beberapa dampak negatif yang dimaksud:
1. Anak Tidak Memiliki Batasan dengan Orangtua
Ikhsan mengatakan, jika Anda terlalu memperlakukan anak seperti teman, dikhawatirkan anak menjadi kurang mengetahui batasan-batasan antara orangtua dengan anak.
Menurutnya, batasan antara anak dengan orangtua itu penting. Jika tidak ada batasan jelas, anak mungkin akan memandang Anda dengan cara yang tidak hormat atau tidak menghargai sebagai orangtuanya.
Anak bisa saja berperilaku tidak sopan karena tidak ada batasan atau aturan yang orangtua buat.
“Karena tidak ada batasan, anak jadi tidak menghargai orangtua. Jadi, ketika Anda membuat rules pada anak, khawatir aturan yang ditetapkan di rumah tidak diindahkan atau dianggap enteng oleh anak,” ucap Ikhsan.
2. Anak Tidak Sopan kepada Orang Tua
Bersikap selayaknya teman kepada anak memang dapat membangun kedekatan. Namun, jangan sampai lupa untuk mengajarkan anak bagaimana cara bersikap atau menghargai orang lain yang lebih tua darinya.
Bila Anda terlalu santai dan tidak mengingatkan tata krama, anak bisa saja memperlakukan orang tua lainnya tanpa sopan santun. Hal ini pun bisa terjadi pada Anda.
Artikel Lainnya: Mengenal Metode Hypnoparenting dalam Pengasuhan Anak
3. Menghilangkan Figur Orangtua dalam Hidup Anak
Mencoba menjadi teman dengan anak dapat menghilangkan figur Anda sebagai orangtua. Pasalnya, anak tetap membutuhkan sosok orangtua yang dapat memegang kendali dan melindungi.
Meski kerap ditentang, larangan atau batasan orangtua tetap diperlukan dalam mengasuh anak. Hal ini penting agar ia tahu apa yang Anda lakukan adalah demi kebaikannya.
Struktur yang kuat penting dalam hubungan orangtua-anak yang sehat. Menurut studi dalam jurnal Merrill-Palmer Quarterly, kurangnya struktur dapat melemahkan hubungan orangtua dengan anak dan membuat anak justru merasa tidak lebih bebas.
Bagaimana Orangtua Harus Bersikap?
:format(webp)/article/zfIzVM8fVOQwoU00cvS0h/original/086817900_1605607195-Inilah-Peran-Ayah-dalam-Mendidik-Anak-Laki-Laki-shutterstock_534937255.jpg?w=256&q=100)
Ikhsan menjelaskan, menjadi teman sekaligus orangtua bagi anak bukan berarti mengurangi posisi Anda sebagai orangtua. Anda tetap dapat memperlakukan anak seperti teman dengan cara menjalin komunikasi terbuka dan nyaman.
“Orangtua boleh menganggap anak dengannya setara jika dalam kondisi sedang berdiskusi. Karena, dalam berdiskusi, kita perlu memahami sudut pandang anak dan menerima isi pikiran serta perasaan anak,” ucap Ikhsan.
Alasan lain perlu memberikan batasan adalah agar anak bisa lebih mandiri dan tidak bergantung pada orangtua, misalnya dalam mengambil keputusan.
Kesimpulannya, berhubungan dengan anak layaknya teman boleh-boleh saja, tetapi tetap harus ada batasan jelas. Orangtua juga perlu mengetahui kapan dan pada situasi apa mereka harus bersikap tegas maupun santai seperti teman.
Bila Anda ingin tahu lebih lanjut seputar pola asuh anak, tanya psikolog via Live Chat di aplikasi KlikDokter.
(FR/JKT)
Artikel ini juga tayang di Okezone.
Referensi:
Verywell Family. Diakses 2022. Should You Be Friends With Your Kids?
Good Therapy. Diakses 2022. Parent or Friend: Can You Be Both to Your Child?
Child Development Institute. Diakses 2022. Three Reasons Why Moms Shouldn’t Be Their Child’s BFF
Ditinjau oleh Ikhsan Bella Persada, M.Psi.
:format(webp)/article/MVln1JUeMNJ-NLbDewDFS/original/076804600_1649738190-Untitled_design__62_.jpg?w=256&q=100)