Kesehatan Bayi

10 Tips Sukses dalam Program Bayi Tabung

Siti Putri, 28 Nov 2023

Ditinjau oleh dr. Sara Elise Wijono MRes.

Bayi tabung menjadi solusi terbaik untuk pasangan yang sulit memiliki keturunan. Yuk, ikuti 10 tips sukses menjalankan program bayi tabung.

10 Tips Sukses dalam Program Bayi Tabung

Bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) merupakan prosedur medis yang dapat membantu pasangan untuk memiliki buah hati. Metode ini dilakukan dengan cara sel telur wanita dibuahi oleh sel sperma pria di luar rahim.

Tujuannya untuk menghasilkan embrio yang dibekukan dan ditransfer ke dalam rahim wanita, sehingga diharapkan akan terjadi kehamilan. Meski bisa membantu pasangan untuk menginginkan momongan, namun program bayi tabung bisa menjadi masa-masa yang penuh rasa gelisah dan stres.

Untuk itu, setiap pasangan yang menjalankan program bayi tabung perlu berupaya agar metode ini sukses dilakukan. Berikut beberapa tips sukses bayi tabung yang bisa dicoba:

1. Menjaga Pola Makan

Selama menjalani program bayi tabung, dr. Sara Elise Wijono MRes menyarankan Mama dan Papa untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang. Salah satu pola makan yang disarankan adalah diet mediterania.

“Diet mediterania mengutamakan konsumsi buah dan sayur, sumber protein minim lemak, biji-bijian, susu rendah lemak, dan sumber lemak yang sehat,” ujarnya.

2. Istirahat Cukup

Menurut sebuah studi yang dipublikasikan lewat Fertility and Sterility, kualitas tidur yang buruk mungkin bisa menjadi salah satu faktor risiko hasil bayi tabung yang merugikan, terutama pada wanita yang berusia kurang dari 35 tahun.

Oleh karenanya, kamu dan pasangan perlu beristirahat dengan cukup. Mengobati gangguan tidur bisa membantu meningkatkan hasil kehamilan.

3. Hindari Konsumsi Sembarang Obat

Sebelum memulai program bayi tabung, ada baiknya untuk berdiskusi dengan dokter terkait semua obat-obatan yang dikonsumsi secara rutin. Misalnya, obat alergi, acetaminophen, ibuprofen, suplemen, dan obat resep.

Perhatikan pula obat yang diminum selama menjalani program ini, karena dikhawatirkan dapat mengganggu kerja obat yang digunakan untuk proses bayi tabung.

4. Konsumsi Suplemen

Selama menjalankan program bayi tabung, ada beberapa suplemen yang bisa dikonsumsi untuk menunjang kehamilan.

Contohnya, suplemen prenatal yang bisa diminum mulai dari beberapa bulan hingga 30 hari sebelum memulai program bayi tabung. Ini bertujuan untuk menjaga kadar asam folat agar terus terpenuhi.

Selain itu, coba untuk konsumsi minyak ikan yang dipercaya dapat membantu perkembangan embrio. Pastikan juga tubuh untuk mendapatkan cukup vitamin D dari makanan, suplemen, atau sinar matahari.

5. Hindari Ejakulasi

Selama proses bayi tabung, Papa akan diminta untuk melakukan donor sperma untuk membuahi sel telur.

“Untuk memastikan donor sperma memiliki jumlah yang baik dan membantu kesuksesan bayi tabung, hindari ejakulasi dalam 3-4 hari sebelum proses donor sperma dilakukan,” saran Dokter Sara.

6. Waspada terhadap Bahan Kimia Tertentu

Beberapa bahan kimia tertentu dapat mengganggu kinerja sistem endokrin. Hal ini tentu bisa mengganggu kesehatan sistem reproduksi dan perkembangan janin.

Mama dan Papa perlu waspada bahan kimia, seperti:

  • Formaldehyde yang dapat ditemukan dalam cat kuku
  • Paraben, triclosan, dan benzophenone dapat ditemukan dalam kosmetik, pelembap, dan sabun
  • BPA yang bisa ditemukan dalam kemasan makanan
  • Brominated flame retardants yang dapat ditemukan dalam furniture, pakaian, alat elektronik, dan alas yoga
  • Bahan perfluorinated yang biasa ditemukan dalam alat masak anti lengket dan bahan anti-noda
  • Dioxin yang dapat ditemukan pada daging, produk susu, dan kerajinan tanah liat
  • Phtalates yang dapat ditemukan pada plastik, pelapis obat, kosmetik dengan wewangian

Artikel Lainnya: Risiko yang Dapat Terjadi Saat Menjalani Program Bayi Tabung

7. Lakukan Akupunktur

Akupuntur

Akupunktur menjadi salah satu metode yang bermanfaat bagi wanita yang menjalani program bayi tabung. Metode tradisional yang satu ini dipercaya dapat menunjang aliran darah ke rahim dan indung telur, serta menstimulasi pelepasan neurotransmiter.

Bahkan, akupunktur yang dilakukan pada hari embrio di mana embrio yang dimasukkan kembali ke dalam rahim dapat meningkatkan angka kehamilan.

Artikel Lainnya: Risiko yang Dapat Terjadi Saat Menjalani Program Bayi Tabung

8. Kontrol Berat Badan

Kelebihan berat badan atau memiliki indeks massa tubuh yang rendah dapat memengaruhi kesuburan. 

Untuk mempersiapkan kehamilan, dokter menyarankan untuk menjaga berat badan yang sehat Mama dan Papa perlu menjaga indeks massa tubuh dalam kisaran normal.

9. Batasi Konsumsi Kafein

Dokter menyarankan untuk membatasi konsumsi kafein. Pasalnya, konsumsi kafein dapat mengurangi peluang untuk hamil hingga 50 persen.

Jika Mama dan Papa rutin konsumsi kafein, coba untuk menguranginya hingga 1-2 cangkir per hari.

10. Kurangi Stres

Program bayi tabung bisa menjadi masa-masa stres untuk Mama dan Papa. Apalagi, ada beberapa pasangan yang mungkin menjalani lebih dari satu kali IVF. Ini tentu dapat meningkatkan stres.

Untuk mengatasi stres, Mama dan Papa bisa berpikir positif dan saling menyemangati. Coba tenangkan dipikiran dan lakukan aktivitas yang bisa membantu tubuh untuk relaks, misalnya melakukan hobi bersama.

Pada dasarnya, program bayi tabung memang bisa jadi solusi untuk pasangan suami istri yang kesulitan untuk mendapatkan momongan. Namun, program ini tidak semudah kelihatannya.

Banyak persiapan dan upaya yang perlu dilakukan agar bisa sukses. Jadi, lakukan yang terbaik supaya kehamilan bisa terjadi. Pastikan #JagaSehatmu dengan menerapkan pola hidup sehat untuk mendukung terjadinya kehamilan.

Bila punya pertanyaan lain seputar bayi tabung, jangan sungkan untuk konsultasi dengan dokter lewat layanan Tanya Dokter dan Temu Dokter di aplikasi KlikDokter, ya!

(NM)

Program Bayi TabungKehamilanBayi Tabungin vitro fertilizationHamil

Konsultasi Dokter Terkait