Kesehatan Bayi

Sindrom Bayi Biru, Kenali Gejala dan Penyebabnya

HOTNIDA NOVITA SARY, 12 Agu 2020

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Meski masih jarang terdengar, sindrom bayi biru kerap terjadi pada bayi baru lahir. Yuk, kenali gejala dan penyebabnya.

Sindrom Bayi Biru, Kenali Gejala dan Penyebabnya

Ada-ada saja gangguan kesehatan yang bisa terjadi sama bayi yang baru lahir. Salah satu yang mungkin masih jarang terdengar adalah blue baby syndrome atau sindrom bayi biru. Apa gejala dan penyebabnya? 

Mengenal Kondisi Sindrom Bayi Biru

Sindrom bayi biru adalah kondisi yang ditandai dengan warna kulit kebiruan atau ungu, yang disebut sianosis. Kondisi ini terjadi pada beberapa bayi yang baru lahir.

Tampilan semburat kebiruan ini paling terlihat pada area kulit yang lebih tipis, seperti bibir, daun telinga, dan bantalan kuku.

“Meski tidak umum terjadi, kondisi ini bisa dipicu oleh kelainan genetik, ada penyakit jantung bawaan, atau kelainan darah,” dr. Arina Heidiyana menjelaskan.

Dalam penuturannya, penyebab baby blue syndrome adalah karena kurangnya kadar oksigen di dalam darah bayi. Normalnya, darah dipompa dari jantung ke paru-paru untuk menerima oksigen. 

Darah kemudian diedarkan kembali melalui jantung, lalu diedarkan ke seluruh tubuh.

Ketika ada masalah dengan jantung, darah, atau paru-paru, darah mungkin tidak dapat teroksigenasi dengan baik. Inilah yang menyebabkan kulit membiru.

Selain warna kulit yang kebiruan, gejala blue baby syndrome lainnya adalah sebagai berikut ini.

  • Bayi rewel.
  • Terlihat lesu.
  • Tidak nafsu makan.
  • Berat badan sulit naik.
  • Terjadi gangguan perkembangan.
  • Detak jantung atau pernapasan cepat.
  • Jari tangan dan kaki membulat.

Artikel Lainnya: Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan saat Merawat Bayi Baru Lahir

1 dari 3

Penyakit yang Memicu Sindrom Bayi Biru

Dikutip dari Healthline, kurangnya oksigen di dalam darah dapat disebabkan oleh beberapa alasan, antara lain:

  • Tetralogy of Fallot (TOF)

Tetralogy of Fallot adalah kondisi empat cacat di organ jantung yang mengurangi aliran darah ke paru-paru.

Dampaknya, darah yang minim kandungan oksigen disalurkan ke organ-organ tubuh. Kelainan jantung bawaan ini adalah salah satu kondisi yang langka.

  • Methemoglobinemia

Kondisi ini bermula dari keracunan nitrat. Ini bisa terjadi pada bayi yang diberi susu formula bayi yang dicampur air sumur atau makanan bayi buatan sendiri yang dibuat dengan makanan tinggi nitrat, seperti bayam atau bit.

Kondisi ini paling sering terjadi pada bayi di bawah usia 6 bulan. Ketika masih muda, bayi memiliki saluran pencernaan yang lebih sensitif dan belum berkembang sempurna. Tubuh pun lebih mungkin mengubah nitrat menjadi nitrit.

Saat nitrit bersirkulasi di dalam tubuh, terjadi produksi methemoglobin. Meskipun kaya akan oksigen, methemoglobin tidak melepaskan oksigen tersebut ke dalam aliran darah. Bayi pun dapat mengalami kondisi dengan rona kebiruan di kulitnya.

  • Kelainan Jantung Bawaan Lainnya

Faktor genetika juga dapat menyebabkan kelainan jantung bawaan. Misalnya, newborn yang lahir dengan sindrom down sering mengalami gangguan jantung.

Selain itu, ibu yang mengalami masalah diabetes tipe 2 dan tidak terkontrol, juga dapat menyebabkan bayi mengalami cacat jantung.

Artikel Lainnya:  6 Penyakit yang Mengintai Bayi Baru Lahir

2 dari 3

Apakah Kondisi Ini Berbahaya?

Dokter Arina berpendapat sindrom bayi biru adalah kondisi yang cukup berbahaya bagi bayi.

“Jika si Kecil dibiarkan atau terlambat mendapatkan penanganan yang tepat, sindrom bayi biru bisa sampai menyebabkan kejang dan hilang kesadaran,” ujarnya.

“Saat mendapati gejala sindrom bayi biru, anak harus harus segera dibawa ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lengkap agar diketahui penyebabnya. Dokter lalu akan menangani sesuai penyebab,” kata dr. Arina.

Misalnya, jika kondisi tersebut disebabkan oleh kelainan jantung bawaan, kemungkinan besar bayi memerlukan operasi pembedahan. 

Bila penyebabnya adalah methemoglobinemia, dokter akan memberikan obat untuk memberikan oksigen ke darah.

Kabar baiknya, kebanyakan anak dengan riwayat sindrom bayi biru dapat hidup normal dan sehat, tanpa komplikasi kesehatan yang bertahan lama.

Artikel Lainnya: Pahami 6 Aturan Ini Saat Menjenguk Bayi Baru Lahir

3 dari 3

Cara Melindungi si Kecil dari Blue Baby Syndrome

Beberapa kasus sindrom bayi biru adalah kondisi bawaan yang tidak dapat dicegah. 

Namun, sebagian penyebab lainnya dapat dihindari. Berikut beberapa cara untuk melindungi bayi Anda dari sindrom ini.

  • Jangan Gunakan Air Sumur

Jangan menyiapkan susu formula bayi dengan air sumur atau memberi bayi air sumur untuk diminum hingga usia lebih dari 12 bulan. Memasak air sumur hingga mendidih tidak akan menghilangkan nitrat.

“Karena air sumur mengandung nitrat yang dapat memicu terjadinya kelainan darah Methemoglobinemia, yang membuat oksigen tidak bisa tersebar secara efektif di tubuh,” tutur dr. Arina.

  • Batasi Makanan Kaya Nitrat

Sebagian makanan (meskipun bergizi) rupanya kaya kandungan nitrat. Misalnya, brokoli, bayam, bit, dan wortel. Batasi jumlah yang Anda berikan kepada bayi di bawah usia 7 bulan.

  • Hindari Obat Terlarang dan Kebiasaan Tidak Sehat Lainnya

Jangan konsumsi obat-obatan terlarang, merokok, konsumsi alkohol, dan beberapa obat selama kehamilan. Menghindari ini akan membantu mencegah si Kecil alami cacat jantung bawaan.

  • Lakukan Kontrol Kehamilan secara Rutin

Dokter Arina menyarankan Anda untuk mengontrol kandungan secara berkala ke dokter. 

Apabila Anda menderita diabetes, pastikan diabetesnya terkontrol dengan baik dan Anda berada di bawah perawatan dokter.

Masih punya pertanyaan seputar topik ini? Jangan segan tanyakan pada dokter via LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

(AYU/ARM)

Kesehatan Bayi