HomeIbu Dan anakKesehatan BayiBAB Berdarah pada Bayi, Ketahui Kemungkinan Penyebabnya
Kesehatan Bayi

BAB Berdarah pada Bayi, Ketahui Kemungkinan Penyebabnya

Tri Yuniwati Lestari, 08 Jun 2021

Banyak hal yang dapat menyebabkan BAB berdarah pada bayi. Yuk, kenali sebagai langkah deteksi dini sebelum membawa si kecil berobat ke dokter!

BAB Berdarah pada Bayi, Ketahui Kemungkinan Penyebabnya

Setiap orangtua pasti akan merasa khawatir saat si buah hati buang air besar berdarah. Hal ini wajar, mengingat adanya darah pada tinja dapat mengindikasikan masalah kesehatan.

Dijelaskan oleh dr. Dyah Novita Anggraini, darah yang ada pada kotoran bayi dapat disebabkan oleh beberapa kondisi. Beberapa di antaranya tidak mengkhawatirkan, namun sebagian lainnya mungkin memerlukan perhatian pihak medis.

Artikel Lainnya: BAB Bayi Berbusa, Bahayakah?

 

Penyebab BAB Berdarah Pada Bayi

Berikut ini beberapa kondisi yang dapat menjadi penyebab BAB berdarah pada bayi:

1. Fisura Ani

Fisura ani merupakan luka atau robekan kecil yang terjadi pada anus. Kondisi ini bisa terjadi ketika bayi mengeluarkan feses terlalu keras atau encer, yang dapat mengikis jaringan sensitif pelapis anus.

2. Alergi Makanan

Melansir dari very well, bayi bisa alergi terhadap protein dalam susu yang dikonsumsi ibu. Protein tersebut dapat masuk ke tubuh bayi lewat ASI.

Dalam medis, kondisi tersebut dikenal dengan istilah kolitis alergi. Keadaan ini dapat menyebabkan peradangan di usus besar, yang membuat kotorannya diwarnai dengan darah.

3. Kolitis

Kolitis merupakan gangguan usus atau peradangan yang terjadi pada lapisan dalam usus besar akibat adanya infeksi.

Kondisi ini dapat mengganggu fungsi saluran pencernaan, bahkan mencetuskan penyakit tertentu yang menyerang fungsi usus serta menyebabkan darah di tinja bayi.

4. Infeksi Usus

Berbagai bakteri penyebab penyakit, termasuk Shigella, Salmonella, E. coli, atau Campylobacter dapat masuk ke tubuh bayi karena berbagai alasan.

Infeksi yang terjadi akibat paparan bakteri-bakteri tersebut dapat menyebabkan peradangan usus, yang juga berkontribusi dalam mencetuskan BAB berdarah pada bayi.

5. Darah dari ASI

BAB berdarah pada bayi juga bisa terjadi akibat sisa darah persalinan, atau dari puting ibu yang tertelan ketika proses memberikan ASI. Penyebab BAB berdarah pada bayi yang satu ini umumnya tidak berbahaya.

Artikel Lainnya: Feses Bayi Berwarna Kuning, Apakah Berbahaya?

Kapan Harus ke Dokter?

Menurut dr. Dyah Novita, kondisi BAB bayi berdarah perlu segera ditangani jika terjadinya  bersamaan dengan diare dan demam. Anda juga mesti segera membawa si kecil ke dokter apabila ia tampak kesakitan, sering menangis, dan lemas setelah buang air besar.

Tak hanya itu, bayi juga mesti diberikan pertolongan medis apabila BAB berdarah terjadi dengan ciri-ciri sebagai berikut:

  • Banyaknya darah di feses bayi Anda
  • Tinja berwarna hitam atau kering
  • Terjadi luka lebar pada anus atau rektum
  • BAB bayi berdarah lebih dari dua kali
  • Bayi berusia di bawah 12 minggu

Dalam kebanyakan kasus, BAB berdarah pada bayi biasanya terjadi akibat robekan kecil di anus. Apabila kondisi ini adalah penyebabnya, Anda tidak perlu khawatir karena akan sembuh dengan sendirinya.

Kendati demikian, jika memang Anda sangat khawatir dengan kondisi kesehatan si kecil, tak ada salahnya untuk membawanya berobat ke dokter sekalipun penyebab BAB berdarah pada bayi tampak sepele.

Dokter mungkin akan meresepkan pelumas supositoria gliserin atau salep steroid, yang wajib digunakan sesuai dengan anjuran.

Ingin chatting langsung dengan dokter untuk menanyanan penyebab BAB bayi berlendir dan berdarah? Anda dapat memanfaatkan layanan Live Chat 24 jam atau di aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

Artikel Terkait

Lihat Semua
Manfaat Telur Puyuh untuk Menu MPASI

Manfaat Telur Puyuh untuk Menu MPASI

Kesehatan Bayi14 Agu 2022

Jangan ragu memberikan MPASI telur puyuh untuk bayi. Sebab, ada banyak manfaat telur puyuh untuk bayi. Yuk, simak di sini.

Waspadai Bila Testis Bayi Tidak Turun

Waspadai Bila Testis Bayi Tidak Turun

Kesehatan Bayi04 Agu 2022

Kondisi testis yang tidak turun pada bayi dikenal dengan istilah kriptorkismus. Hal ini tidak menimbulkan rasa sakit pada bayi, sehingga kerap sulit untuk diidentifikasi.

Membersihkan Rambut Bayi, Kapan dan Bagaimana Caranya?

Membersihkan Rambut Bayi, Kapan dan Bagaimana Caranya?

Kesehatan Bayi02 Agu 2022

Membersihkan rambut bayi tidak boleh sembarangan. Bagaimana cara membersihkan rambut bayi yang tepat? Berikut adalah beberapa cara tepat membersihkan rambut bayi.

Aqua Panas Ujan
Pepsodent Sensitive Mineral Expert