Kesehatan Balita

Mitos Menyesatkan tentang Demam pada Balita

dr. Sepriani Timurtini Limbong, 01 Agu 2022

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Banyak mitos yang beredar tentang demam pada balita. Bagaimana fakta medis yang sebenarnya? Simak di sini.

Mitos Menyesatkan tentang Demam pada Balita

Demam pada balita memang bikin sering khawatir! Sudah cemas dengan kondisi anak, mitos demam pada balita yang muncul juga tambah mengganggu.

Apa saja sih mitos tentang demam balita yang mesti diabaikan? Berikut beberapa contohnya beserta faktanya:

1 dari 10

1. Demam Sangat Berbahaya untuk Balita 

Faktanya, demam adalah salah satu respons tubuh yang sangat baik dalam memerangi kuman penyakit. Demam akan meningkatkan suhu di dalam tubuh, dan membuat kuman tidak bisa bekerja menyebarkan penyakit. 

Jadi, tidak perlu khawatir berlebihan jika si kecil terserang demam, apalagi bila gejalanya masih dapat dikontrol.

Artikel lainnya: Saat Anak Demam, Jangan Lakukan 3 Hal Ini

2 dari 10

2. Semua Demam Berpotensi Menyebabkan Kejang 

Faktanya, hanya sedikit kasus demam pada anak yang berujung kejang. Kejang demam memang tidak menyerang setiap anak. 

Hanya anak-anak dengan kondisi kesehatan tertentu yang memang rentan terhadap kondisi tersebut. Penyakit kejang demam itu sendiri dapat menghilang ketika si kecil beranjak dewasa.

3 dari 10

3. Balita yang Teraba Hangat Artinya Demam

Anak baru dikatakan demam bila suhu tubuhnya berada di atas 37,5 derajat Celsius pada pengukuran termometer di ketiak. Ini berarti, sensasi hangat yang terjadi pada anak bukan merupakan keluhan demam bila suhunya di bawah angka tersebut. 

4 dari 10

4. Setiap Demam Membutuhkan Antibiotik 

Antibiotik hanya diberikan bila keluhan yang terjadi pada anak disebabkan oleh infeksi bakteri. Bila demam pada balita disebabkan oleh infeksi virus atau hal lain, pemberian antibiotik tidaklah diperlukan.

Hati-hati, penggunaan antibiotik di luar anjuran dokter akan membuat kuman semakin kebal terhadap pengobatan yang diberikan selanjutnya. Akibatnya, penyakit bisa semakin sulit disembuhkan bila terjadi infeksi di kemudian hari.

5 dari 10

5. Demam Tidak Akan Turun Tanpa Obat 

Tidak semua demam membutuhkan obat penurun panas. Obat hanya tepat diberikan jika si kecil terlihat sangat lemas akibat keluhan yang dirasakannya.

Dibanding memberikan obat, akan lebih baik jika anak lebih banyak minum air putih dan makan makanan bergizi. Dengan begitu, demam akan mereda dengan sendirinya seiring peningkatan kekebalan tubuh dan membaiknya penyakit yang mendasari.

6 dari 10

6. Demam Dapat Merusak Otak 

Mitos demam ini tak perlu dipercaya. Demam hanya akan memengaruhi sistem saraf di otak bila melampaui 42 derajat Celsius. Di bawah suhu itu, demam tidak berpotensi menyebabkan kerusakan bermakna pada otak maupun bagian tubuh lainnya.

Demam yang mencapai suhu 42 derajat Celsius pun sangat jarang terjadi. Karena, sebelum mencapai suhu tersebut, umumnya anak sudah terlihat sangat lemas dan orangtua pasti mencari pengobatan atau membawanya ke rumah sakit.

Komplikasi demam yang berujung pada peningkatan suhu seperti itu biasanya terjadi pada anak yang ditinggalkan di dalam mobil dengan kondisi tertutup di cuaca panas.

7 dari 10

7. Kompres Es Bikin Demam Cepat Turun 

Mitos tentang demam ini sungguh sangat keliru dan bertentangan dengan fakta medis. Cara menurunkan demam dengan kompres yang benar adalah memakai kompres hangat di sela ketiak, leher, dan lipatan paha.

Kompres hangat akan membantu melebarkan pembuluh darah di bawah kulit. Efeknya, panas dapat mudah menguap melalui pori-pori. Jangan lagi menggunakan kompres dingin saat demam, ya!

Artikel lainnya: Anak Demam, Haruskah Diberi Obat Penurun Panas?

8 dari 10

8. Kompres Demam Hanya di Dahi 

Penggunaan kompres yang tepat adalah di daerah lipatan tubuh, terutama leher, ketiak, dan lipatan paha. 

Kulit di daerah lipatan lebih tipis dibanding sekitarnya, sehingga lebih mudah mencapai area di dalam tubuh. Bagian tubuh tersebut juga terdapat pembuluh darah besar yang menjadi target pemberian kompres pereda demam.

9 dari 10

9. Kompres Alkohol Dapat Atasi Demam 

Faktanya, para pakar tidak menyarankan untuk mengompres balita demam dengan cairan mengandung alkohol. Selain tidak efektif, cara ini akan membuat alkohol tersebut terhirup anak dan malah menimbulkan bahaya. 

10 dari 10

10. Anak Harus Terus Tiduran Saat Demam

Balita yang demam memang perlu istirahat lebih banyak. Namun, bukan berarti ia tak boleh beraktivitas dan harus tiduran sepanjang hari. 

Anak boleh saja melakukan aktivitas sehari-hari di rumah, tapi yang sifatnya ringan dan tidak membuatnya terlalu kelelahan. 

Jangan mudah percaya dengan mitos demam pada balita. Lebih baik tanya dokter anak kalau bingung cara mengobati demam anak.

Download aplikasi KlikDokter, info dan tips kesehatannya lengkap dan akurat. KlikDokter, solusi untuk #JagaSehatmu!

(FR/JKT)

Balita
Demam