HomeIbu Dan anakKesehatan AnakPenanganan Pertama Jika Anak Demam dan Muntah
Kesehatan Anak

Penanganan Pertama Jika Anak Demam dan Muntah

dr. Dyah Novita Anggraini, 04 Jul 2022

Ditinjau oleh Tim Medis Klikdokter

Icon ShareBagikan
Icon Like

Demam dan muntah pada anak sering kali membuat orangtua khawatir. Untuk mengatasinya, temukan cara-cara lengkapnya di sini.

Penanganan Pertama Jika Anak Demam dan Muntah

Anak demam dan muntah merupakan kondisi yang sering terjadi. Kalau sudah begini, orang tua tentu khawatir, apalagi kalau si kecil tak mau makan.

Umumnya demam adalah reaksi pertahanan tubuh terhadap proses infeksi yang berlangsung di dalam tubuh. Apabila timbul gejala demam disertai muntah, orangtua perlu memikirkan beberapa kemungkinan penyebabnya.

Nah, sebelum membawa anak ke dokter, ada beberapa cara mengatasi anak demam dan muntah yang dapat dilakukan di rumah sebagai penanganan pertama. Baca terus ulasan berikut, ya.

Artikel lainnya: Jenis Muntah Anak dan Solusi untuk Menanganinya

Penyebab Anak Demam dan Muntah

Ada beberapa penyebab demam disertai muntah pada anak. Untuk mengetahuinya lebih pasti, segera konsultasi dengan dokter anak untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

Berikut sejumlah penyebab demam disertai mual dan muntah pada anak yang paling umum terjadi: 

1. Infeksi Saluran Pencernaan 

Gejala utama infeksi saluran pencernaan adalah demam disertai mual muntah. Infeksi ini dapat disebabkan paparan virus, bakteri, atau parasit. 

Contoh infeksi virus yang sering menyerang adalah rotavirus. Sementara, bakteri yang sering menyebabkan infeksi antara lain Salmonella dan E. coli

Selain demam dan muntah, umumnya terdapat gejala lain seperti sakit perut hingga diare.

2. Keracunan Makanan 

Keracunan makanan yang sudah terkontaminasi bakteri dapat menyebabkan gejala mual dan muntah disertai demam. Apabila muntah terus-menerus terjadi, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. 

3. Infeksi Tifoid  

Infeksi ini disebabkan paparan infeksi bakteri. Gejala yang muncul adalah mual, muntah, dan demam selama seminggu lebih. 

4. Infeksi Saluran Pernapasan

Infeksi saluran pernapasan ditandai dengan batuk, terkadang juga dapat disertai muntah. Gejala penyerta lainnya adalah pilek hingga sesak napas.

5. Infeksi Telinga

Infeksi telinga juga dapat ditandai dengan demam dan penurunan nafsu makan, mual, hingga muntah karena badan anak terasa tidak enak. Anak juga bisa merasakan nyeri pada telinga ataupun keluar kotoran dan cairan dari telinga.

Artikel lainnya: Anak Sering Muntah Hanya pada Malam Hari? Ini Penyebabnya

Cara Mengatasi Anak Demam dan Muntah

Berikut ini beberapa cara merawat anak demam dan muntah yang bisa dilakukan terlebih dahulu di rumah:

1. Perhatikan Kondisi Fisiknya 

Apakah anak masih dapat makan dan minum seperti biasa? Apakah ia cukup aktif bermain?

Perhatikan juga frekuensi buang air kecil dan karakteristik urinenya. Apakah BAK-nya lebih jarang? Urinenya berbau menyengat atau berdarah?

Bila anak masih mau makan dan minum seperti biasa, aktif bergerak, dan BAK normal, umumnya ia masih bisa dirawat di rumah. Segera periksa ke dokter bila anak menunjukkan tanda-tanda sebaliknya.

2. Cegah Dehidrasi 

Prinsip pertolongan pertama anak demam dan muntah adalah mencegah dehidrasi. Maka, periksalah adakah tanda-tanda dehidrasi berikut ini:

  • Mulut kering
  • Menangis tanpa keluar air mata
  • Frekuensi dan jumlah air seni berkurang
  • Anak terlihat lemah dan mengantuk 

3. Teruskan Pemberian ASI 

Untuk bayi yang menyusui, teruskan pemberian ASI. Pada anak yang lebih besar, berikan minum air dengan suhu normal atau hangat sedikit demi sedikit. Hindari jus buah atau soda. 

Bila ia muntah setelah minum, tunggu sekitar 20-30 menit sebelum minum kembali. Berikan cairan oralit sedikit demi sedikit apabila sudah pernah diresepkan oleh dokter sebelumnya.

4. Berikan Makanan Tidak Pedas

Setelah delapan jam tanpa muntah atau jika anak merasa lapar, berikan makanan yang tidak pedas ataupun tidak terlalu berbumbu. Berikan dalam porsi sedikit demi sedikit.

Artikel lainnya: Jangan Panik, Ini Cara Tepat Menangani Anak yang Muntah

5. Obat Penurun Panas 

Berikan obat penurun panas atas saran dokter, terutama bila ini kasus yang pertama kalinya. Hati-hati jika anak memiliki alergi obat. 

Tujuan obat penurun panas adalah menurunkan suhu tubuh agar tidak terlalu tinggi dan anak merasa nyaman. Namun, obat ini tidak dapat mengatasi penyebab anak sakit. 

Orangtua dapat memberikan obat penurun panas bila suhunya mencapai 38 derajat Celsius (suhu lipat ketiak). 

6. Kompres Hangat 

Selain obat penurun panas, orangtua juga bisa memberikan kompres hangat pada bagian lipatan tubuh anak seperti leher, ketiak, dan selangkangan. Cara mengatasi anak demam ini dapat membantu menurunkan panasnya.

7. Bawa Anak ke Dokter

Apabila cara merawat anak demam dan muntah di atas tidak mengurangi gejala dan terdapat tanda waspada seperti di bawah ini, jangan tunda untuk segera membawa anak ke dokter:

  • Muntah lebih dari satu hari
  • Muntah berwarna hijau atau mengandung darah
  • Anak menunjukkan tanda-tanda dehidrasi berat, seperti selalu mengantuk, rewel, rasa haus yang amat sangat, atau tidak BAK sama sekali
  • Nyeri perut
  • Sakit kepala, kaku leher, kejang, atau terdapat ruam di kulitnya
  • Sesak napas ataupun bibirnya membiru

Itulah beberapa kemungkinan penyebab dan pertolongan pertama anak demam dan muntah yang perlu diperhatikan orangtua. Jaga selalu kesehatan si kecil agar tumbuh kembangnya tidak terhambat.

Kalau ingin tahu lebih lanjut seputar perawatan dan penyakit anak, download aplikasi KlikDokter. KlikDokter, solusi untuk #JagaSehatmu dan seluruh keluarga!

(FR/JKT)

Kesehatan AnakmuntahDemam