Kesehatan Anak

Ketahui Status Gizi Anak Anda dan Cara Menghitungnya

Tri Yuniwati Lestari, 21 Jan 2022

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Orangtua wajib tahu status gizi anak. Status gizi berperan penting untuk mengetahui tumbuh kembang kesehatan buah hati.

Ketahui Status Gizi Anak Anda dan Cara Menghitungnya

Status gizi anak sangat penting untuk diketahui dan diamati orangtua. Dari status gizi, orangtua dapat mengetahui seberapa baik pertumbuhan dan perkembangan buah hati.

Jika status gizinya tidak baik, anak dapat mengalami gangguan gizi atau masalah perkembangan.  Ketahui cara mengukur dan membaca hasil status gizi anak berikut ini. 

Perhitungan Status Gizi Anak Berbeda dengan Orang Dewasa

Orang dewasa di atas usia 18 tahun mengukur berat badan ideal atau indeks massa tubuh (IMT) yang sehat berdasarkan berat badan dalam kilogram dan tinggi badan dalam meter kuadrat.

Pengukuran tersebut tidak dapat diterapkan pada anak-anak. Pasalnya, proses pertumbuhan anak berbeda dengan orang dewasa.

Anak di bawah usia 18 tahun atau usia 0-18 tahun terus mengalami pertumbuhan dan perkembangan fisik. Misalnya, saat anak menginjak usia 6 sampai 9 tahun, mereka mulai mengalami perkembangan fisik yang cukup pesat.

Anak akan mengalami perubahan berat badan, tinggi badan, hingga ukuran tubuh lainnya secara keseluruhan.

Karena terus mengalami perkembangan, maka cara menghitung status gizi anak juga berbeda dengan orang dewasa. Mengukur status gizi anak dengan cara indeks massa tubuh dinilai tidak akurat.  

Artikel Lainnya: Berat Badan Bayi Susah Naik, Jangan-Jangan Karena Anemia?

Indikator Penilaian Status Gizi Anak 

Berdasarkan pedoman dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2017, ada beberapa indikator yang menjadi acuan untuk menghitung status gizi anak. Indikatornya sebagai berikut:

1. Berat Badan 

Untuk mengukur status gizi anak, dokter dapat menjadikan berat badan sebagai salah satu indikatornya. Berat badan anak dapat dijadikan salah satu tolok ukur kecukupan gizi mikro maupun makro. 

Tidak seperti tinggi badan, berat badan anak lebih mudah berubah-ubah. Oleh sebab itu, jika anak mengalami perubahan berat badan, hal itu bisa menjadi tanda adanya perubahan status gizi buah hati.

2. Tinggi Badan dan Panjang Badan 

Indikator status gizi selanjutnya adalah mengukur tinggi atau panjang badan anak. Pada bayi berusia 0 sampai 2 tahun, status gizi diukur berdasarkan panjang badan. Sedangkan anak di atas 2 tahun akan diukur berdasarkan tinggi badan.  

Tinggi atau panjang badan menjadi indikator karena pemenuhan gizi yang cukup akan mendukung pertumbuhan tulang dan menambah tinggi tubuh anak. 

Jika anak mengalami pertumbuhan tinggi atau panjang badan yang lambat, hal itu dapat menjadi tanda bahwa si kecil mengalami masalah gizi. 

3. Jenis Kelamin

Pertumbuhan dan perkembangan anak laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan. Biasanya, anak perempuan memiliki pertumbuhan yang lebih cepat bila dibandingkan dengan anak laki-laki pada rentang usia yang sama.

Oleh sebab itu, jenis kelamin menjadi salah satu indikator untuk mengukur status gizi anak. 

Artikel Lainnya: Ini Alasannya Mengapa Anak Perlu Minum Susu

4. Usia

Faktor penting lainnya dalam mengukur status gizi anak adalah usia. Usia dapat menjadi patokan apakah anak Anda memiliki gizi yang cukup atau tidak. Hal ini nantinya dapat dibandingkan dengan anak lain seusianya.

Perkembangan setiap anak memang berbeda. Jika anak memiliki pertumbuhan yang jauh berbeda dengan anak-anak lain seusianya, hal itu dapat menjadi tanda bahwa anak memiliki masalah kekurangan gizi.

5. Lingkar Kepala

Lingkar kepala dapat menjadi tolok ukur perkembangan saraf dan pertumbuhan otak anak.

Mengukur lingkar kepala bayi perlu dilakukan sampai ia berusia 2 tahun. Pengukuran lingkar kepala dapat dilakukan oleh dokter anak atau bidan menggunakan pita ukur khusus.

Dokter akan mencatat ukuran lingkar kepala bayi setiap pemeriksaan. Lingkar kepala bayi akan dikelompokkan ke dalam ukuran normal, lingkar kepala terlalu kecil (mikrosefalus), atau lingkar kepala terlalu besar (makrosefalus).

Mikrosefalus atau makrosefalus bisa menjadi tanda anak mengalami masalah perkembangan otak dan mungkin berhubungan dengan kekurangan gizi.  

Selain itu, masalah kekurangan gizi dapat diketahui lewat kondisi kesehatan anak. Ada beberapa tanda kekurangan gizi, di antaranya si kecil gampang sakit, mengalami keterlambatan berbicara, hiperaktif, dan masalah gigi berlubang pada anak. 

Kurangnya asupan nutrisi juga dapat mengakibatkan pertumbuhan rambut dan kulit anak yang jadi lebih kering.

Artikel Lainnya: Benarkah Berenang Bisa Menambah Tinggi Badan Anak

Cara Menghitung Status Gizi Anak 

Tiga indikator status gizi anak, yaitu berat badan, tinggi badan, dan usia saling berhubungan dan masuk ke dalam Grafik Pertumbuhan Anak (GPA) sesuai jenis kelamin.

Penggunaan GPA mempermudah dokter dan orangtua dalam memantau pertumbuhan anak. Saat menggunakan GPA, berikut kategori yang dapat digunakan:

Menghitung Status Gizi Anak Usia 0-5 Tahun

Untuk mengukur status gizi anak usia di bawah lima tahun, Anda dapat menggunakan grafik yang ditetapkan WHO.

Pedoman WHO tahun 2006 menerbitkan penggunaan grafik status gizi anak dan berdasarkan jenis kelamin. Berikut cara menghitungnya:

  1. Berat Badan Berdasarkan Umur (BB/U)

Penilaian berat badan berdasarkan usia digunakan untuk mencari tahu apakah anak mengalami berat badan normal, kurang, sangat kurang, atau berlebih.

Status gizi anak berdasarkan BB/U:

  • Berat badan anak normal= -2 SD sampai +1 SD
  • Berat badan anak kurang= -3 SD sampai
  • Berat badan anak sangat kurang=
  • Risiko berat badan lebih= >+1 SD
  1. Tinggi Badan Berdasarkan Umur (TB/U)

Indikator tinggi badan berdasarkan usia digunakan untuk anak berusia 2 sampai 18 tahun. Indikator ini dapat mengidentifikasi penyebab pertumbuhan tinggi anak yang lambat atau pendek.

Pengukuran tinggi badan anak dilakukan dengan posisi berdiri tegak. Apabila dilakukan dalam posisi berbaring, biasanya untuk pengukuran anak usia 0-60 bulan, maka tinggi badan anak harus dikurangi 0,7 cm.

Status gizi anak berdasarkan TB/U yakni:

  • Tubuh anak tinggi= >+3 SD
  • Tinggi badan anak normal= -2 SD sampai dengan +3 SD
  • Pendek (stunting)= -3 SD sampai dengan
  • Sangat pendek (severe stunting)=

Artikel Lainnya: Berapakah Berat Badan Ideal Anak di Usia 3 tahun?

  1. Berat Badan Berdasarkan Tinggi Badan (BB/TB)

Status gizi anak berdasarkan BB/TB yakni:

  • Gizi buruk (severely wasted)=
  • Gizi kurang (wasted)= -3 SD sampai
  • Gizi baik (normal)= -2 SD sampai +1 SD
  • Risiko gizi lebih= >+1 SD sampai +2 SD
  • Gizi lebih (overweight)= >+2 SD sampai +3 SD
  • Obesitas= >+3 SD
  1. Status Gizi Berdasarkan Lingkar Kepala Bayi

Berdasarkan WHO, berikut status gizi yang dihitung dari lingkar kepala bayi:

  • Ukuran lingkar kepala terlalu kecil (mikrosefalus)=persentil < 2
  • Ukuran lingkar kepala normal= persentil ≥ 2 sampai < 98
  • Ukuran lingkar kepala terlalu besar (makrosefalus)= ≥ 98

Pada bayi laki-laki baru lahir, ukuran kepala normal adalah 36 cm dan bertambah menjadi 41 cm pada usia 3 bulan. 

Sementara bayi perempuan, ukuran normal lingkar kepalanya adalah 35 cm dan akan bertambah menjadi 40 cm pada usia 3 bulan.

Pertambahan ideal untuk lingkar kepala bayi berusia 4 sampai 6 bulan adalah 1 cm. Kemudian saat bayi berusia 6 sampai 12 bulan, pertambahan lingkar kepala akan menurun menjadi 0,5 cm per bulan.

Artikel Lainnya: Mengenal Wasting dan Dampak Buruknya pada Tumbuh Kembang Anak

Menghitung Status Gizi Anak Usia 5 Sampai 18 Tahun

Status gizi anak di atas 5 tahun diukur menggunakan aturan yang dikeluarkan oleh Central of Disease Control (CDC) tahun 2000 dan Permenkes Nomor 2 Tahun 2020. 

Status gizi anak usia 5-18 tahun diukur menggunakan IMT (Indeks Massa Tubuh). Karena anak-anak di atas usia 5 tahun akan mengalami pertumbuhan berbeda-beda meski rentang usianya sama.   

Oleh karena itu, perbandingan tinggi dan berat badan anak akan dihitung berdasarkan dari usia mereka. Kategori penilaian IMT anak di atas usia 5 tahun yakni:

  • Thinnes atau gizi kurang= -3 SD sampai
  • Normal atau gizi baik= -2 SD sd +1 SD
  • Overweight atau gizi lebih= +1 SD sd +2 SD
  • Obesitas= >+2 SD

Pengukuran GPA anak usia di bawah 5 tahun memang jauh lebih sulit bila dibandingkan dengan ukuran indeks massa tubuh. 

Maka dari itu, anak di bawah 5 tahun dapat mengukur status gizi ke rumah sakit atau posyandu agar hasilnya akurat. Berikut status gizi normal bayi usia 0-24 bulan:

  1. Berdasarkan Berat Badan untuk Bayi Laki-Laki
  • Usia 0 bulan atau baru lahir: 2,5-3,9 kilogram (kg)
  • Usia 1 bulan: 3,4-5,1 kg
  • Usia 2 bulan: 4,3-6,3 kg
  • Usia 3 bulan: 5,0-7,2 kg
  • Usia 4 bulan: 5,6-7,8 kg
  • Usia 5 bulan: 6,0-8,4 kg
  • Usia 6 bulan: 6,4-8,8 kg
  • Usia 7 bulan: 6,7-9,2 kg
  • Usia 8 bulan: 6,9-9,6 kg
  • Usia 9 bulan: 7,1-9,9 kg
  • Usia 10 bulan: 7,4-10,2 kg
  • Usia 11 bulan: 7,6-10,5 kg
  • Usia 12 bulan: 7,7-10,8 kg
  • Usia 13 bulan: 7,9-11,0 kg
  • Usia 14 bulan: 8,1-11,3 kg
  • Usia 15 bulan: 8,3-11,5 kg
  • Usia 16 bulan: 8,4-13,1 kg
  • Usia 17 bulan: 8,6-12,0 kg
  • Usia 18 bulan: 8,8-12,2 kg
  • Usia 19 bulan: 8,9-12,5 kg
  • Usia 20 bulan: 9,1-12,7 kg
  • Usia 21 bulan: 9,2-12,9 kg
  • Usia 22 bulan: 9,4-13,2 kg
  • Usia 23 bulan: 9,5-13,4 kg
  • Usia 24 bulan: 9,7-13,6 kg
  1. Berdasarkan Berat Badan untuk Bayi Perempuan
  • Usia 0 bulan atau baru lahir: 2,4-3,7 kg
  • Usia 1 bulan: 3,2-4,8 kg
  • Usia 2 bulan: 3,9-5,8 kg
  • Usia 3 bulan: 4,5-6,6 kg
  • Usia 4 bulan: 5,0-7,3 kg
  • Usia 5 bulan: 5,4-7,8 kg
  • Usia 6 bulan: 5,7-8,2 kg
  • Usia 7 bulan: 6,0-8,6 kg
  • Usia 8 bulan: 6,3-9,0 kg
  • Usia 9 bulan: 6,5-9,3 kg
  • Usia 10 bulan: 6,7-9,6 kg
  • Usia 11 bulan: 6,9-9,9 kg
  • Usia 12 bulan: 7,0-10,1 kg
  • Usia 13 bulan: 7,2-10,4 kg
  • Usia 14 bulan: 7,4-10,6 kg
  • Usia 15 bulan: 7,6-10,9 kg
  • Usia 16 bulan: 7,7-11,1 kg
  • Usia 17 bulan: 7,9-11,4 kg
  • Usia 18 bulan: 8,1-11,6 kg
  • Usia 19 bulan: 8,2-11,8 kg
  • Usia 20 bulan: 8,4-12,1 kg
  • Usia 21 bulan: 8,6-12,3 kg
  • Usia 22 bulan: 8,7-12,5 kg
  • Usia 23 bulan: 8,9-12,8 kg
  • Usia 24 bulan: 9,0-13,0 kg
  1. Berdasarkan Panjang Badan Untuk Bayi Laki-Laki
  • Usia 0 bulan atau baru lahir: 46,1-55,6 sentimeter (cm)
  • Usia 1 bulan: 50,8-60,6 cm
  • Usia 2 bulan: 54,4-64,4 cm
  • Usia 3 bulan: 57,3-67,6 cm
  • Usia 4 bulan: 59,7-70,1 cm
  • Usia 5 bulan: 61,7-72,2 cm
  • Usia 6 bulan: 63,6-74,0 cm
  • Usia 7 bulan: 64,8-75,5 cm
  • Usia 8 bulan: 66,2- 77,2 cm
  • Usia 9 bulan: 67,5-78,7 cm
  • Usia 10 bulan: 68,7-80,1 cm
  • Usia 11 bulan: 69,9-81,5 cm
  • Usia 12 bulan: 71,0-82,9 cm
  • Usia 13 bulan: 72,1-84,2cm
  • Usia 14 bulan: 73,1-85,5 cm
  • Usia 15 bulan: 74,1-86,7 cm
  • Usia 16 bulan: 75,0-88,0 cm
  • Usia 17 bulan: 76,0-89,2 cm
  • Usia 18 bulan: 76,9-90,4 cm
  • Usia 19 bulan: 77,7-91,5 cm
  • Usia 20 bulan: 78,6-92,6 cm
  • Usia 21 bulan: 79,4-93,8 cm
  • Usia 22 bulan: 80,2-94,9 cm
  • Usia 23 bulan: 81,0-95,9 cm
  • Usia 24 bulan: 81,7-97,0 cm
  1. Berdasarkan Panjang Badan untuk Bayi Perempuan
  • Usia 0 bulan atau baru lahir: 45,4-54,7 cm
  • Usia 1 bulan: 49,8-59,6 cm
  • Usia 2 bulan: 53,0-63,2 cm
  • Usia 3 bulan: 55,6-66,1 cm
  • Usia 4 bulan: 57,8-68,6 cm
  • Usia 5 bulan: 59,6-70,7 cm
  • Usia 6 bulan: 61,2-72,5 cm
  • Usia 7 bulan: 62,7-74,2 cm
  • Usia 8 bulan: 64,0-75,8 cm
  • Usia 9 bulan: 65,3-77,4 cm
  • Usia 10 bulan: 66,5-78,9 cm
  • Usia 11 bulan: 67,7-80,3 cm
  • Usia 12 bulan: 68,9-81,7 cm
  • Usia 13 bulan: 70,0-83,1 cm
  • Usia 14 bulan: 71,0-84,4 cm
  • Usia 15 bulan: 72,0-85,7 cm
  • Usia 16 bulan: 73,0-87,0 cm
  • Usia 17 bulan: 74,0-88,2 cm
  • Usia 18 bulan: 74,9-89,4 cm
  • Usia 19 bulan: 75,8-90,6 cm
  • Usia 20 bulan: 76,7-91,7 cm
  • Usia 21 bulan: 77,5-92,9 cm
  • Usia 22 bulan: 78,4-94,0 cm
  • Usia 23 bulan: 79,2-95,0 cm
  • Usia 24 bulan: 80,0-96,1 cm

Artikel Lainnya: Diet untuk Anak, Apakah Perlu Dilakukan?

Penuhi Gizi Anak dengan Mengetahui Kebutuhan Nutrisinya

Kini, ibu dapat memenuhi kebutuhan gizi anak berdasarkan usianya. Beberapa pilihan makanan di bawah ini merupakan komponen penting yang tidak boleh dilewatkan untuk memenuhi gizi anak. 

  • Protein

    Lengkapi kebutuhan protein anak dengan memberinya makanan laut, daging tanpa lemak, telur, kacang-kacangan, kacang polong, produk kedelai, dan biji-bijian.
  • Vitamin

    Vitamin bisa didapatkan dari berbagai buah segar dan sayuran. Berikan anak Anda buah potong atau jus segar setiap hari. Sajikan berbagai sayuran segar agar anak mau makan sayur.  
  • Susu

    Berikan anak makanan dan minuman produk susu bebas lemak atau rendah lemak, seperti susu, yogurt, keju, atau minuman kedelai yang diperkaya.

Kebutuhan Gizi Anak Berdasarkan Usia

Melansir dari Mayo Clinic, berikut pedoman kebutuhan gizi untuk anak berdasarkan usia dan jenis kelamin.

1. Kebutuhan Gizi per Hari untuk Anak Perempuan Usia 2 Hingga 4 

  • Kalori: 1.000-1.400, tergantung tingkat pertumbuhan dan aktivitas
  • Protein: 2-4 ons atau 56-113 gram
  • Buah: 1-1,5 cangkir
  • Sayuran: 1-1,5 cangkir
  • Biji-bijian: 3-5 ons atau 85-141 gram
  • Susu: 2-2,5 cangkir

2. Kebutuhan Gizi per Hari untuk Anak Laki-Laki Usia 2 Hingga 4 

  • Kalori: 1.000-1.600, tergantung pada tingkat pertumbuhan dan aktivitas
  • Protein: 2-5 ons atau 56-141 gram
  • Buah: 1-1,5 cangkir
  • Sayuran: 1-2 cangkir
  • Biji-bijian: 3-5 ons 85-141 gram
  • Susu: 2-2,5 cangkir

3. Kebutuhan Gizi per Hari untuk Anak Perempuan Usia 5 hingga 8

  • Kalori: 1.200-1.800, tergantung pada tingkat pertumbuhan dan aktivitas
  • Protein: 3-5 ons 85-141 gram
  • Buah: 1-1,5 cangkir
  • Sayuran: 1,5-2,5 cangkir
  • Biji-bijian: 4-6 ons atau 113-170 gram
  • Susu: 2,5 cangkir

4. Kebutuhan Gizi Per Hari untuk Anak Laki-Laki Usia 5 hingga 8 

  • Kalori: 1.200-2.000, tergantung pada tingkat pertumbuhan dan aktivitas
  • Protein: 3-5,5 ons atau 85-150 gram
  • Buah-buahan: 1-2 cangkir
  • Sayuran: 1,5-2,5 cangkir
  • Biji-bijian: 4-6 ons atau 113-170 gram
  • Susu 2,5: cangkir

5. Kebutuhan Gizi per Hari untuk Anak Perempuan Usia 9 Hingga 13 

  • Kalori: 1.400-2.200, tergantung pada tingkat pertumbuhan dan aktivitas
  • Protein: 4-6 ons atau 113-170 gram
  • Buah-buahan: 1,5-2 cangkir
  • Sayuran: 1,5-3 cangkir
  • Biji-bijian: 5-7 ons atau 141-198 gram
  • Susu: 3 cangkir

Artikel Lainnya: Studi: Asupan Nutrisi Anak Pengaruhi Kondisi Mentalnya

6. Kebutuhan Gizi Per Hari untuk Anak Laki-Laki Usia 9 hingga 13 

  • Kalori: 1.600-2.600, tergantung pada tingkat pertumbuhan dan aktivitas
  • Protein: 5-6,5 ons atau 141-175 gram
  • Buah-buahan: 1,5-2 cangkir
  • Sayuran: 2-3,5 cangkir
  • Biji-bijian: 5-9 ons atau 141-255 gram
  • Susu: 3 cangkir

7. Kebutuhan Gizi per Hari untuk Anak Perempuan Usia 14 hingga 18 

  • Kalori: 1.800-2.400, tergantung pada tingkat pertumbuhan dan aktivitas
  • Protein: 5-6,5 ons atau 141-175 gram
  • Buah-buahan: 1,5-2 cangkir
  • Sayuran: 2,5-3 cangkir
  • Biji-bijian: 6-8 ons atau 170-226 gram
  • Susu: 3 cangkir

8. Kebutuhan Gizi per Hari untuk Anak Laki-Laki Usia 14 hingga 18 

  • Kalori: 2.000-3.200, tergantung tingkat pertumbuhan dan aktivitas anak
  • Protein: 5,5-7 ons atau 150-198 gram
  • Buah-buahan: 2-2,5 cangkir
  • Sayuran: 2,5-4 cangkir
  • Biji-bijian: 6-10 ons atau 170-283 gram
  • Susu: 3 cangkir

Itu dia serba-serbi status gizi anak. Apabila Anda memiliki pertanyaan lain seputar gizi anak, tanyakan langsung kepada dokter melalui aplikasi KlikDokter.

(OVI/AYU)

Nutrisi
gizi
Anak
  • Mayo Clinic. Diakses 2022. Nutrition for kids: Guidelines for a healthy diet.
  • Centers for Disease Control and Prevention. Diakses 2022. Infant and Toddler Nutrition.
  • Centers for Disease Control and Prevention. Diakses 2022. Growth Chart Training.
  • PERMENKES Nomor 2 Tahun 2020. Diakses 2022. Tentang Standar Antropometri Anak.
  • FamilyDoctor. Diakses 2022. Nutrition Tips for Kids.
  • World Health Organization. Diakses 2022. Child growth standards.
  • IDAI. Diakses 2022. Kurva Pertumbuhan.
  • KEMENKES. Diakses 2022. Penilaian Status Gizi Edisi Tahun 2017.