Ibu Menyusui

ASI Bercampur Darah, Bolehkah Dikonsumsi Bayi?

Tamara Anastasia, 06 Agu 2020

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

ASI tidak sengaja tercampur dengan darah, masih bolehkah bayi meminumnya dan apa yang harus dilakukan oleh busui bila hal ini terjadi?

ASI Bercampur Darah, Bolehkah Dikonsumsi Bayi?

Menyusui bayi biasanya jadi momen yang paling ditunggu-tunggu setiap ibu. Bagaimana tidak? Saat seorang ibu mulai menyusui bayi, ikatan batin yang terjalin dengan si Kecil akan semakin meningkat.

Namun, ada saja masalah yang mungkin terjadi saat menyusui, salah satunya ASI bercampur darah. Hmm, masih boleh diminum bayi, nggak, ya?

Bolehkah Bayi Minum ASI yang Tercampur Darah?

Melihat ASI bercampur dengan darah mungkin membuat kebanyakan ibu baru jadi panik dan langsung membuang ASI-nya. Bahkan, beberapa ibu mungkin jadi ragu untuk kembali menyusui bayinya.

Padahal, ASI yang bercampur dengan sedikit darah masih boleh, kok, dikonsumsi bayi. Menurut organisasi non-pemerintah terkait hal menyusui di Amerika Serikat, La Leche League, ASI bercampur dengan darah biasanya masih sangat aman untuk bayi.

Hal yang sama juga dikatakan oleh dr. Devia Irine Putri. Menurutnya, selama jumlah darah yang tercampur tidak banyak, bayi masih boleh mengonsumsi ASI tersebut.

“Kalau ASI bercampur dengan darah sebenarnya tidak masalah. Asalkan ASI tersebut tidak sampai berubah warna jadi pink atau merah. Kalau sudah sampai berubah warna, biasanya ASI akan bau amis dan bayi menolak meminumnya. Bau amis ini nantinya bisa memicu bayi muntah,” ujar dr. Devia.

Selain itu, ASI bercampur darah juga aman dikonsumsi asalkan ibu tidak memiliki penyakit berbahaya, seperti HIV/AIDS, hepatitis, atau infeksi berat lainnya.

“Ketika ibu punya riwayat hepatitis B atau HIV/AIDS, jelas ia tidak bisa memberi ASI yang telah bercampur darah. Ini karena hepatitis menular lewat darah yang berasal dari puting lecet dan sebagainya,” jelasnya.

Jika ibu menyusui mengidap HIV, maka ada baiknya bila ia rajin minum obat ARV. Lalu, puting yang lecet (penyebab utama ASI bercampur darah) disembuhkan terlebih dahulu.

“Menyusui dalam kondisi HIV perlu jadi pertimbangan. Jadi, harus tetap konsultasi dengan dokter,” tambahnya.

Artikel Lainnya: Ini Syarat Menjadi Donor ASI yang Harus Anda Tahu

1 dari 2

Mengapa ASI Bisa Bercampur Darah?

Agar ibu tidak langsung panik, ada baiknya ketahui apa saja penyebab ASI bisa bercampur dengan darah. Dijelaskan oleh dr. Devia, berikut penyebabnya.

1. Puting Lecet

Penyebab paling umum ASI bercampur darah adalah puting lecet. Biasanya, puting lecet diakibatkan oleh puting kering, isapan bayi terlalu kencang, gigitan bayi saat menyusu, dan bayi yang suka menarik puting saat menyusu.

Tidak perlu khawatir, puting lecet bisa diobati dengan mudah. Anda cukup mengoleskan salep atau krim untuk mengatasi puting kering. Dianjurkan pula untuk memilih produk salep yang aman untuk bayi.

2. Pembuluh Darah Kapiler Pecah

“Ketika bayi terlalu kencang atau keras saat mengisap puting, bisa menyebabkan pembuluh kapiler pada payudara pecah. Ini juga lebih mungkin terjadi ketika payudara sedang penuh dengan ASI,” ujar dr. Devia.

Selain itu, jika Anda terlalu kencang saat memerah/memompa ASI, maka ini juga bisa membuat pembuluh darah kapiler pecah.

3. Infeksi pada Payudara (Mastitis)

Mastitis merupakan peradangan yang terjadi pada jaringan payudara. Umumnya, kondisi ini akan disertai infeksi pada payudara. Bagi ibu menyusui, mastitis akan menyebabkan saluran susu tersumbat, sehingga ASI jadi sulit keluar.

Artikel Lainnya: Benarkah Ukuran Payudara Bisa Memengaruhi Jumlah Produksi ASI?

4. Rusty Pipe Syndrome

Rusty pipe syndrome adalah suatu kondisi menyusui ketika warna ASI terlihat merah muda, oranye, cokelat, atau berwarna karat. Ini hampir seperti air kotor dari pipa yang berkarat.

Warna keruh ini berasal dari sejumlah kecil darah yang bercampur dengan kolostrum atau ASI pertama.

ASI berwarna karat ini dapat muncul selama beberapa hari pertama menyusui dan lebih umum untuk ibu yang baru pertama kali menyusui.

5. Tumor Payudara

Tumor payudara ditandai dengan adanya benjolan pada payudara. Salah satu payudara juga biasanya mengalami kelainan. Bila hal ini terjadi pada Anda, coba konsultasikan pada dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

2 dari 2

Apa yang Harus Dilakukan Ketika ASI Bercampur Darah?

Jika darah yang tercampur cukup banyak hingga membuat warna ASI jadi berubah, ada baiknya ASI tersebut dibuang. Namun, tetap ketahui dulu penyebab ASI Anda bercampur dengan darah.

Apabila darah yang tercampur sangat sedikit tapi ibu mengidap hepatitis, ASI juga sebaiknya segera dibuang agar bayi tidak ikut tertular.

“Selama aroma ASI tidak amis, bayi akan tetap mau menyusu meski sudah bercampur dengan darah. Bila tidak ada reaksi alergi atau muntah pada bayi, tandanya bayi tetap menikmati ASI yang ibu hasilkan,” ujar dr. Devia.

Apabila Anda ragu dengan darah yang keluar dari puting, segera konsultasikan ke dokter. Gunakan fitur Tanya Dokter di aplikasi KlikDokter agar lebih mudah dan cepat!

(FR/AYU)

ASI
Pekan ASI Sedunia