Seks

Tak Terduga, Inilah Penyebab Nyeri Saat Hubungan Seks

Apa kamu pernah atau sering mengalami nyeri saat hubungan seks? Bisa jadi hal-hal ini yang jadi biang keladinya.

Tak Terduga, Inilah Penyebab Nyeri Saat Hubungan Seks

Nyeri saat berhubungan seks sangat mengganggu kenikmatan. Apa kamu pernah atau sering mengalaminya? Jika ya, mengetahui penyebab sakit saat berhubungan adalah langkah awal untuk mengatasinya.

Dalam bahasa medis, nyeri saat berhubungan intim disebut dyspareunia. Dyspareunia adalah keluhan sakit di sekitar alat kelamin yang terjadi pada awal, saat, atau sesudah melakukan hubungan seks.

Sakit ketika berhubungan seks lebih sering terjadi pada wanita, meski tak menutup kemungkinan pria juga mengalaminya. 

Nyeri saat berhubungan seks bisa terjadi akibat berbagai hal, berikut ini penyebab paling sering:

1. Kurang Lubrikasi

Kurangnya cairan pelumas adalah penyebab sakit saat berhubungan seks yang paling sering. 

Selain kurang foreplay atau pemanasan, keadaan ini juga bisa terjadi jika seorang wanita sedang dalam masa menyusui, menopause, atau mengonsumsi obat-obatan seperti antidepresan, antihistamin, dan obat hipertensi.

2. Cedera atau Trauma

Vagina Gatal Sebelum Haid, Ada Gejala Apa? (Siriluk-ok/Shutterstock)

Adanya riwayat cedera atau trauma di sekitar alat kelamin dapat menyebabkan nyeri saat melakukan hubungan seks. Misalnya, pada wanita yang melakukan sirkumsisi (sunat), setelah operasi panggul, maupun trauma kecelakaan yang melukai sekitar alat kelamin.

Bekas luka yang tidak sempurna setelah melahirkan normal juga dapat menyebabkan nyeri saat berhubungan intim. Hal ini cukup umum dirasakan wanita yang berhubungan seksual setelah melahirkan.

Artikel lainnya: Ini Penyebab Anda Sakit Kepala Setelah Orgasme

3. Infeksi di Sekitar Vagina

Salah satu infeksi di sekitar vagina yang sering terjadi adalah kista Bartholin. Biasanya, wanita akan mengeluhkan adanya benjolan di bibir vagina yang membuatnya tak nyaman. 

Apabila terjadi infeksi, maka muncul keluhan rasa mengganjal, terasa nyeri, hingga panas.

4. Infeksi Kulit Sekitar Organ Reproduksi

Adanya eksim atau masalah kulit lainnya terkadang dapat menyebabkan rasa tidak nyaman atau nyeri saat berhubungan seksual.

Kalau kamu memiliki keluhan kulit seperti itu, sebaiknya kelola atau atasi kondisinya. Jangan ragu konsultasi dokter kulit dan kelamin. Hal ini penting demi kenyamanan dan keamanan berhubungan seks.

5. Infeksi Saluran Kemih

Keadaan ini biasanya disertai dengan nyeri perut bawah dan gangguan buang air kecil seperti nyeri, tidak tuntas, tidak dapat ditahan, dan kencing darah.

Infeksi saluran kemih bisa berujung buruk bila tidak diatasi. Kamu bisa konsultasi dokter urologi bila ada keluhan saat berkemih yang mengganggu aktivitas dan momen berhubungan intim.

6. Radang Panggul

Keadaan ini ditandai dengan keputihan yang berbau, nyeri di sekitar punggung bawah, dan demam. Radang panggul yang dibiarkan semakin parah bisa menimbulkan komplikasi, misalnya nyeri terus-menerus, abses, dan bahkan kemandulan. 

Atasi penyakit ini hingga tuntas agar sakit ketika berhubungan tidak muncul lagi dan terhindar dari komplikasi.

7. Endometritis

Infeksi di sekitar rahim menyebabkan nyeri saat berhubungan seksual. Kondisi ini ditandai dengan demam, nyeri saat buang air kecil, dan perdarahan abnormal dari vagina.

Kalau merasa mengalami gejala-gejala di atas, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

8. Kanker

Jangan Keliru, Kenali Beda Kista dan Tumor

Nyeri saat berhubungan intim yang disertai dengan perdarahan abnormal dari vagina bisa menjadi tanda adanya keganasan atau kanker di sekitar mulut rahim.

Pemeriksaan sedini mungkin sangat dibutuhkan dalam hal ini. Bila memang benar ada kanker, deteksi dini tersebut sangat membantu penyembuhan menjadi lebih optimal.

Artikel lainnya: Dada Sakit Saat Berhubungan Seks, Harus Berhenti atau Tetap Lanjut?

9. Masalah Psikologis

Masalah psikologis juga bisa menjadi penyebab sakit saat berhubungan seksual. Adanya rasa takut atau khawatir berlebih dapat menyebabkan rangsangan seksual tidak bekerja dengan baik. 

Karena kondisi tersebut, lubrikasi atau pelumas tidak diproduksi maksimal. Akibatnya daerah vagina akan kering dan penetrasi sulit dilakukan.

Selain itu, stres berat dan depresi juga dapat menyebabkan otot-otot sekitar panggul tegang. Akhirnya terjadi sensasi nyeri saat berhubungan intim. Tak ada salahnya konsultasi psikolog mengenai hal ini.

10. Vaginismus

Vaginismus adalah salah satu masalah kesehatan penyebab sakit saat berhubungan. 

Pada kondisi vaginismus, otot pada vagina otomatis akan mengencang (kontraksi). Hal ini menimbulkan rasa tidak nyaman, nyeri, bahkan menyebabkan tidak dapat penetrasi.

11. Masalah dengan Pasangan

Hubungan dengan pasangan yang kurang harmonis atau sedang diterpa masalah dapat menyebabkan gangguan pada respons seksual. 

Hal ini dapat menyebabkan kurangnya hasrat berhubungan intim maupun sulit terangsang walaupun dengan stimulasi. Berbagai faktor ini dapat menyebabkan nyeri saat berhubungan.

Sebagai pertolongan pertama mengatasi sakit ketika berhubungan, cobalah buat suasana menjadi lebih santai sehingga rasa nyeri atau keluhan lainnya tidak terjadi. 

Gunakan juga pelumas buatan (lubrikan). Lalu, terbukalah dengan pasangan mengenai masalah yang dialami.

Apabila keluhan sudah berkali-kali terjadi atau nyeri yang dirasakan sangat mengganggu, sebaiknya kamu dan pasangan konsultasi dokter kebidanan dan kandungan. Hal ini dilakukan untuk mencari tahu penyebab maupun cara terbaik mengatasi nyeri saat berhubungan.

Mau tahu info dan tips seputar hubungan seks yang aman dan kesehatan organ reproduksi? Download aplikasi KlikDokter, solusi kesehatan lengkap dalam satu klik saja!

(FR/JKT)

Seks

American College of Obstetrician and Gynecologists. Diakses 2022. When sex is painful.