Perawatan Wanita

Keluar Cairan Seperti Kencing pada Wanita, Normalkah?

Dimas Laksono, 16 Feb 2024

Ditinjau Oleh dr. Valda Garcia

Terkadang keluar cairan seperti pipis dari vagina yang merembes di celana dalam. Normal tidak, ya? Cari tahu lebih lanjut, yuk.

Keluar Cairan Seperti Kencing pada Wanita, Normalkah?

Ketika beraktivitas, pernahkah kamu merasa ada keputihan seperti air atau putih telur? Hal ini mungkin membuat panik, apakah cairan yang keluar itu urine atau keputihan?

Nah, sebenarnya ada beberapa jenis cairan vagina dengan warna yang berbeda-beda. Jika kali ini kamu sering merasakan keluar cairan bening dari miss V, ini jawaban medisnya.

Keputihan Seperti Air, Normal atau Tidak?

Keputihan seperti air yang menyerupai pipis adalah proses alami dan tergolong normal, khususnya bila tidak disertai gejala lain seperti nyeri, gatal, atau bau. Kondisi ini termasuk keputihan yang umum dialami setiap wanita.

Cairan keputihan adalah cairan dari vagina yang bisa membantu area intim menjadi lebih bersih dan terbebas dari infeksi. Warna, tekstur, dan jumlah keputihan bisa berbeda-beda, tergantung usia dan siklus menstruasi.

Keputihan seperti air adalah kondisi normal. Dokter Valda Garcia menjelaskan, “Kondisi keputihan normal itu tidak terlalu banyak saat keluar, tidak berbau, tidak berwarna, tidak disertai keluhan gatal atau nyeri saat buang air kecil.”

Selengkapnya, berikut ciri keputihan normal yang keluar seperti cairan bening atau putih telu:

Tekstur Seperti Air

Keputihan putih telur, lengket, kental, dan cair masih tergolong normal. Namun, perubahan hormon dan infeksi bisa mengubah kondisi ini.

Warnanya Putih atau Bening

Keputihan bening seperti air atau putih seperti susu termasuk ciri keputihan yang sehat.

Tidak Bau

Keputihan yang sehat tidak memiliki bau dan tidak amis. Bila terjadi sebaliknya dan sering, sebaiknya konsultasi ke dokter.

Cairan Keluar Secukupnya

Keputihan normal biasanya menghasilkan jumlah yang tidak berlebih namun juga tidak terlalu sedikit. Jumlah atau volume keputihan yang keluar dipengaruhi oleh beberapa faktor, misalnya kehamilan, penggunaan pil KB, ataupun ovulasi.

Saat memiliki perubahan dan terjadi gejala yang tidak normal, hal ini bisa menjadi tanda suatu masalah kesehatan. Warna, bau, dan intensitas cairan umumnya akan menjadi perhatian khusus.

Artikel Lainnya: Penyebab Keputihan Warna Putih Susu dan Cara Mengatasinya

Ciri Keputihan yang Berbahaya

Bahaya di Balik Keputihan Menggumpal (Bigacis/Shutterstock)

Dokter Valda menjelaskan, keputihan di luar siklus menstruasi merupakan salah satu tanda keputihan tidak normal. Keputihan warna abu-abu atau hijau, berbau, serta disertai gatal, nyeri, atau panas saat buang air kecil juga tidak normal.

Keputihan warna abu-abu atau hijau artinya kemungkinan terjadi infeksi bakteri atau penyakit menular seksual.

Saat kamu merasa ada cairan yang keluar tidak seperti biasanya, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter.

Jaga Kebersihan Vagina Saat Keputihan

Vagina adalah organ intim yang bisa membersihkan areanya sendiri. Jadi, kamu tidak perlu berlebihan saat membersihkannya.

Berikut cara menjaga kebersihan vagina saat keputihan:

  • Saat buang air kecil, bersihkan vagina dari depan ke belakang untuk menghindari penyebaran bakteri dari anus ke vagina
  • Rutin ganti celana dalam jika sudah merasa berkeringat
  • Pakai celana dalam katun

Tak perlu khawatir berlebih kalau keluar cairan bening seperti pipis. Hal ini memang normal, kok. Namun, waspada bila ada gejala atau keluhan penyerta seperti yang dijelaskan di atas, ya.

Jika ada pertanyaan seputar kewanitaan, yuk tanyakan kepada dokter kami di aplikasi KlikDokter. Layanan konsultasinya cepat, aman, dan mudah!

(FR/NM)

  • American Academy of Family Physicians. Diakses 2022. Vaginal Discharge. 
  • National Health Service UK. Diakses 2022. Vaginal discharge.
  • CDC. Diakses 2022. Genital Herpes.
  • Cleveland Clinic. Diakses 2022. Vaginal Discharge.