HomeGaya hidupPerawatan WanitaEfek Samping dari Meremas Payudara
Perawatan Wanita

Efek Samping dari Meremas Payudara

dr. Arina Heidyana, 01 Nov 2022

Ditinjau oleh Tim Medis Klikdokter

Icon ShareBagikan
Icon Like

Meremas payudara atau memijatnya diyakini dapat mendatangkan manfaat kesehatan. Namun, jangan abaikan efek sampingnya.

Efek Samping dari Meremas Payudara

Memiliki payudara yang tampak penuh, kencang, dan sehat diimpikan banyak wanita. Salah satu cara yang diyakini efektif untuk mencapainya, yaitu dengan meremas atau memijat payudara. 

Efek meremas payudara bahkan dapat mengurangi risiko terkena kanker payudara. Meski begitu, payudara tidak boleh diremas berlebihan agar tidak menimbulkan efek merugikan.

Aman Selama Tidak Berlebihan

Meremas Payudara Menekan Pertumbuhan Sel Kanker

Meremas payudara adalah hal yang aman dan tidak dilarang. Selain memperbaiki penampilan payudara, efek positif meremas payudara dapat mengurangi risiko munculnya kanker. 

Menurut penelitian UC Berkeley dan Lawrence Berkeley National Laboratory, tekanan mekanik pada payudara dapat menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker sehingga kembali ke pola pertumbuhan yang normal.

Dampak positif meremas payudara ini mungkin sudah banyak diketahui. Karenanya, tidak sedikit wanita yang mempraktekkan meremas payudara untuk menjaga kesehatan. 

Meremas payudara sah-sah saja, asalkan jangan dilakukan secara berlebihan karena bisa menimbulkan efek yang merugikan.

Artikel lainnya: Meremas Payudara, Adakah Manfaatnya bagi Kesehatan?

Efek Meremas Payudara Berlebihan

Meremas Payudara Menekan Pertumbuhan Sel Kanker

Meremas payudara berlebihan bisa menimbulkan sejumlah dampak negatif. Dampak meremas payudara, di antaranya:

1. Menimbulkan Nyeri

Rasa nyeri di area payudara bisa terjadi apabila organ ini diremas secara berlebihan. Gerakan mengulang saat meremas dapat membuat payudara trauma dan cedera. Apalagi jika kamu meremasnya dengan sangat kuat. 

Nyeri yang muncul biasanya sifatnya ringan dan bisa sembuh tanpa pengobatan khusus. Supaya nyeri tidak bertambah parah, ingatlah untuk tidak berlebihan meremas payudara.

2. Menimbulkan Memar dan Luka

Memar dan luka juga bisa timbul akibat meremas payudara berlebihan. Memar terjadi karena pembuluh darah kecil di permukaan kulit payudara mengalami trauma akibat diremas terus-menerus. 

Pembuluh tersebut kemudian pecah sehingga menimbulkan memar berwarna merah kebiruan.

Selain memar, luka juga bisa terjadi apabila kamu memiliki kuku berukuran panjang atau ada bagian kuku yang tajam saat meremas payudara. Akibatnya, kulit payudara kamu mengalami luka lecet.

Artikel lainnya: Kebiasaan Meremas Payudara Bisa Picu Kanker Payudara?

3. Menimbulkan Infeksi

Luka lecet akibat efek meremas payudara berlebihan bisa berkembang menjadi infeksi. Risiko kian meningkat apabila kamu memiliki kuku dan tangan yang kurang bersih.

Kondisi tubuh yang tidak terawat bisa membuat bakteri masuk ke dalam luka dan menimbulkan infeksi. Luka yang terinfeksi akan membengkak, nyeri, kemerahan, hingga bernanah.

4. Berpotensi Merusak Jaringan Payudara

Efek meremas payudara terus-menerus berpotensi merusak jaringan di dalam payudara. Cedera pada sel-sel parenkim payudara, termasuk sel yang nantinya memproduksi ASI saat hamil pun bisa terjadi.

5. Hati-Hati Bagi Pengidap Kanker atau Operasi Payudara

Jika kamu pernah mengidap kanker payudara atau menjalani operasi payudara, berhati-hatilah dengan area di sekitar gumpalan, bekas luka, ataupun bagian yang baru menerima radiasi. 

Bagian payudara ini akan menjadi lebih sensitif sehingga gampang cedera ketika diremas. Belum lagi efek samping dari penyakit dan pengobatan bikin payudara makin mudah cedera.

Artikel lainnya: Meremas Payudara Bisa Perbesar Ukurannya?

Rutin meremas payudara memang menyehatkan. Namun, jika dilakukan secara berlebihan, meremas payudara justru bisa memberikan efek yang merugikan. 

Karena itu, #JagaSehatmu dengan meremas payudara secara lembut. Pastikan pula kondisi kuku dan tanganmu dalam keadaan bersih ketika meremas payudara.

Tips lengkap menjaga kesehatan payudara bisa kamu ikuti dengan mengunduh aplikasi KlikDokter. Gunakan fitur Tanya Dokter untuk berkonsultasi mengenai isu kesehatan apa pun.

(ADT/JKT)

Payudara

Konsultasi Dokter Terkait