Menu
KlikDokter
Icon Search
Icon LocationTambah Lokasi KamuIcon Arrow
HomeGaya hidupDiet dan NutrisiMengapa Sebaiknya Hindari Konsumsi Makanan Tinggi Karbohidrat Saat Buka Puasa Intermittent Fasting
Diet dan Nutrisi

Mengapa Sebaiknya Hindari Konsumsi Makanan Tinggi Karbohidrat Saat Buka Puasa Intermittent Fasting

Christovel Ramot, 24 Jan 2024

Ditinjau oleh dr. Atika

Icon ShareBagikan
Icon Like

Puasa Intermittent Fasting (IF) populer untuk kesehatan dan penurunan berat badan. Simak disini mengapa kamu harus menghindari makanan yang tinggi karbohidrat saat buka Intermittent Fasting.

Mengapa Sebaiknya Hindari Konsumsi Makanan Tinggi Karbohidrat Saat Buka Puasa Intermittent Fasting

Intermittent fasting (IF) telah menjadi populer sebagai metode diet yang efektif untuk meningkatkan kesehatan, menurunkan berat badan, dan mengatur kadar gula darah.

Salah satu aspek penting dari IF adalah pemilihan jenis makanan yang tepat selama periode makan. Dalam artikel ini dr. Atika dan tim redaksi KlikDokter akan menjelaskan tentang mengapa sebaiknya hindari konsumsi makanan tinggi karbohidrat saat buka puasa intermittent fasting

Karbohidrat dalam Diet

Karbohidrat adalah salah satu dari tiga makronutrien utama selain protein dan lemak. Makanan yang mengandung karbohidrat meliputi sereal, roti, pasta, nasi, kentang, dan gandum.

Karbohidrat merupakan sumber utama energi untuk tubuh, dan dalam pencernaan, mereka diubah menjadi glukosa untuk digunakan sebagai bahan bakar.

Namun, penting untuk memahami bagaimana konsumsi karbohidrat dapat memengaruhi tubuh saat melakukan intermittent fasting.

1. Kadar Gula Darah yang Stabil

Salah satu tujuan utama intermittent fasting adalah menjaga kadar gula darah tetap stabil. Ketika kamu berpuasa, tubuh harus bergantung pada cadangan energi yang sudah ada, termasuk glukosa yang tersimpan dalam hati dan otot dalam bentuk glikogen.

Mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat saat buka puasa dapat mengakibatkan lonjakan tajam dalam kadar gula darah karena karbohidrat dengan cepat diubah menjadi glukosa.

Saat kadar gula darah melonjak, tubuh merespons dengan mengeluarkan insulin untuk membantu mengatur gula darah kembali ke tingkat yang normal

Ini dapat mengganggu proses penurunan berat badan dan menghambat efek positif dari IF. Jika kamu terus-menerus mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat saat buka puasa, risiko resistensi insulin dan diabetes tipe 2 dapat meningkat.

2. Pemeliharaan Metabolisme Lemak

Saat berpuasa, tubuh cenderung beralih dari menggunakan glukosa sebagai sumber energi utama ke pemecahan lemak tubuh

Ini adalah salah satu mekanisme yang mendukung penurunan berat badan saat melakukan intermittent fasting.

Namun, jika kamu mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat saat buka puasa, tubuh mungkin akan kembali mengandalkan glukosa sebagai sumber energi utama, dan metabolisme lemak akan terganggu.

Mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat yang tinggi glikemik indeksnya juga dapat menyebabkan peningkatan nafsu makan, karena mereka dapat membuat merasa lapar lebih cepat setelah makan.

Hal ini dapat membuat sulit untuk mengontrol asupan kalori selama periode makan, yang merupakan aspek penting dari IF untuk mencapai penurunan berat badan yang sukses.

3. Ketosis

Salah satu manfaat intermittent fasting adalah memasukkan tubuh kamu ke dalam keadaan ketosis, di mana tubuh menghasilkan keton dari lemak yang dipecah sebagai sumber energi.

Keadaan ini biasanya terjadi setelah beberapa jam berpuasa. Mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat saat buka puasa dapat menghentikan atau mengurangi produksi keton dan mengganggu proses ketosis.

Alternatif Makanan Selama Buka Puasa Intermittent Fasting

Sebagai gantinya, sebaiknya fokus pada makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, serat, protein, dan lemak sehat selama periode makan.

Berikut adalah beberapa pilihan makanan yang sesuai selama buka puasa IF:

1. Sayuran

Sayuran hijau, seperti brokoli, bayam, dan kale, mengandung karbohidrat kompleks dan serat yang membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.

2. Protein 

Sumber protein tanpa lemak seperti daging ayam, ikan, atau tahu adalah pilihan yang baik untuk memenuhi kebutuhan protein.

3. Lemak Sehat

Lemak sehat dari alpukat, almon, zaitun, atau minyak kelapa dapat memberikan energi dan menjaga kamu merasa kenyang lebih lama.

4. Karbohidrat Kompleks

Karbohidrat kompleks seperti oatmeal, quinoa, atau ubi jalar dapat memberikan energi yang bertahan lama tanpa menimbulkan lonjakan gula darah yang drastis.

5. Buah-buahan

Buah-buahan yang tinggi serat seperti apel, pir, atau beri juga merupakan pilihan yang baik karena mereka lebih rendah glikemik indeksnya.

Menghindari makanan tinggi karbohidrat saat buka puasa intermittent fasting adalah langkah penting untuk menjaga tujuan utama IF, yaitu menjaga kadar gula darah stabil, meningkatkan metabolisme lemak, dan mencapai ketosis.

Konsumsi makanan yang lebih seimbang dengan fokus pada karbohidrat kompleks, serat, protein, dan lemak sehat selama periode makan akan membantu kamu merasakan manfaat maksimal dari IF, termasuk penurunan berat badan yang berkelanjutan dan peningkatan kesehatan secara keseluruhan.

Ingatlah selalu untuk berkonsultasi dengan profesional medis atau ahli gizi sebelum memulai program intermittent fasting atau mengubah dietmu.

Yuk, atur asupan kalori dan porsi makan kamu. Cek kebutuhan kalori harianmu menggunakan Kalkulator Kalori dan BMI.

Jika kamu punya pertanyaan tentang Puasa Intermittent Fasting lainnya? Kamu bisa berkonsultasi langsung dengan dokter melalui Layanan Tanya Dokter di aplikasi KlikDokter

Jangan lupa untuk terus #JagaSehatmu, ya!

Konsultasi Dokter Terkait

Tanya Dokter