Masalah Saraf dan Otak

Chorea

dr. Adeline Jaclyn, 16 Nov 2022

Ditinjau Oleh

Chorea adalah kelainan yang ditandai dengan gerakan tidak yang disadari, berulang, singkat, tidak teratur, tiba-tiba dan tidak diprediksi. Apa penyebabnya?

Chorea

Chorea

Dokter Spesialis 

Saraf

Gejala

Gerakan tidak disadari berulang, singkat 

Faktor risiko

Sesuai penyebab

Cara diagnosis

Wawancara medis, pemeriksaan fisik, laboratorium, imaging

Pengobatan

Disesuaikan dengan penyebabnya

Obat 

Disesuaikan dengan penyebabnya

Komplikasi 

Disesuaikan dengan penyebabnya

Kapan harus ke dokter?

Terdapat perubahan gerakan tubuh, gangguan psikologis

Pengertian

Chorea adalah kelainan yang ditandai dengan gerakan yang tidak disadari, berulang, singkat, tidak teratur, dan agak cepat.

Gerakan bisa dimulai di satu bagian tubuh–yang muncul secara tiba-tiba, tidak dapat diprediksi, serta sering–lalu terus ke bagian lain.

Kelainan ini berhubungan dengan gerak cepat dan tidak terkoordinasi, yang umumnya terjadi di bagian wajah, tangan, dan kaki.

Penyakit Chorea dibagi menjadi dua, yaitu:

  • Primer (idiopatik, herediter): cenderung muncul secara diam-diam dan bersifat simetris
  • Sekunder (didapat): cenderung akut atau subakut, serta dapat asimetris atau unilateral

Artikel lainnya: Mengenal Jenis Penyakit Lupus dan Faktor Risikonya

Penyebab 

Chorea bisa disebabkan oleh berbagai penyakit, seperti:

Faktor Risiko

Faktor risiko chorea bergantung dengan penyebabnya, termasuk juga:

Gejala

Gejala chorea sangat beragam, mulai dari gejala yang tergolong ringan hingga gejala yang cukup berat. Dalam kasus yang ringan, kondisi ini mungkin tampak bertujuan dan sulit dibedakan dengan kegelisahan.

Penyakit chorea memberikan gejala yang umum, yaitu genggaman khas yang disebut milkmaid. Penderita umumnya tidak memiliki otot tangan yang kuat, sehingga ketika menggenggam akan terlepas.

Kondisi ini dapat berdampak pada berbagai bagian tubuh, dan dapat mengganggu berbicara, menelan, postur tubuh, serta gerakan. Gejala biasa memberat saat penderita mengalami cemas dan stres.

Selain itu, gejala chorea juga dapat berhubungan dengan penyakit lain, seperti:

  • Penyakit Huntington

Chorea biasanya dialami penderita Huntington yang terjadi saat dewasa. Seiring dengan berjalannya waktu, timbul gejala gerakan menyentak yang tidak disadari.

  • Chorea-acanthocytosis

Chorea pada penyakit ini melibatkan pergerakan tangan dan kaki.

Contohnya pergerakan mengangkat bahu, mendorong pinggul, serta pergerakan pada wajah tanpa disadari, seperti gigi menggiling, bersendawa, mengeces, menggigit lidah atau bibir, sulit untuk berkomunikasi, atau bicara cadel.

Artikel lainnya: Cadel pada Anak, Bisakah Dihilangkan?

  • Chorea Sydenham

Chorea pada penyakit ini biasanya melibatkan wajah dan tangan. Penderita dapat kesulitan melakukan gerakan yang disadari, sehingga sulit untuk memakai baju atau makan.

Gejala lain meliputi sering menjatuhkan barang, cara berjalan yang tidak normal, otot yang lemah, bicara yang pelo, hingga tonus otot yang hilang.

Diagnosis 

Chorea cukup sulit untuk didiagnosis karena ada beberapa penyakit yang juga mirip gejalanya dengan chorea.

Untuk itu, dokter harus melakukan wawancara medis yang mendetail, terutama mengenai riwayat medis dan pengobatan, yang mungkin berhubungan dengan chorea.

Pemeriksaan penunjang juga akan dilakukan, seperti pemeriksaan laboratorium darah (hormon tiroid, gula darah) dan imaging (CT atau MRI).

Apabila Kadar tembaga rendah, bisa jadi pasien mengalami penyakit genetik Wilson yang dapat menyebabkan chorea.

Pengobatan 

Pengobatan chorea tergantung dari tipe penyakitnya. Sayangnya, tidak ada obat yang terbukti memperlambat atau menghentikan perkembangan chorea jenis herediter, kecuali terapi pengurang tembaga pada penyakit Wilson.

Pengobatan bertujuan untuk mengatasi penyakit yang berhubungan, misalnya:

  • Penyakit Huntington diobati dengan antipsikotik, seperti haloperidolrisperidone, dan lain-lain
  • Sydenham diobati dengan antibiotik
  • Chorea akibat parkinson tidak ada obatnya. Namun, gejala yang muncul dapat dikendalikan dengan obat seperti dopamin

Obat-obatan lain yang juga dapat digunakan adalah reserpin dan tetrabenazine. Obat-obat tersebut dapat menurunkan kadar dopamin, benzodiazepin, dan antikonvulsan.

Pembedahan dengan memasang elektroda untuk stimulasi otak juga memberikan hasil yang cukup baik.

Alat tersebut membantu mengatur impuls saraf pada otak. Akan tetapi, meskipun prosedur ini dapat membantu, chorea tidak dapat disembuhkan.

Artikel lainnya: Mengenal Penyebab dan Faktor Risiko Tourette Syndrome

Pencegahan 

Cara mencegah chorea bergantung pada penyebabnya. Namun, cukup sulit untuk mencegah chorea akibat penyakit bawaan, seperti penyakit Huntington.

Sementara itu, chorea yang disebabkan oleh demam rematik dapat dicegah dengan pengobatan antibiotik yang sesuai.

Komplikasi 

Komplikasi chorea bergantung pada penyebabnya. Namun, bila gerakan tanpa disadari cukup parah, dapat menyebabkan trauma.

Pada kondisi tertentu yang mengganggu proses makan, dapat menyebabkan penurunan berat badan, pneumonia aspirasi, hingga kematian.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan kepada dokter apabila terdapat keluhan berupa pergerakan tubuh yang tidak disadari hingga mengganggu aktivitas dan psikologis.

Tanya Dokter kini lebih mudah! Download aplikasi KlikDokter di smartphone-mu. Jangan tunggu sakit. Kita #JagaSehatmu bersama-sama.

[HNS/NM]

  • Bhidayasiri, R. (2004). Chorea and related disorders. Postgraduate Medical Journal, 80(947), 527-534. doi: 10.1136/pgmj.2004.019356
  • Chorea & Huntington's Disease. (2022). Retrieved 18 October 2022, from https://www.movementdisorders.org/MDS/About/Movement-Disorder-Overviews/Chorea--Huntingtons-Disease.htm 
  • Chorea, Athetosis, and Hemiballismus - Brain, Spinal Cord, and Nerve Disorders - MSD Manual Consumer Version. (2022). Retrieved 18 October 2022, from https://www.msdmanuals.com/home/brain,-spinal-cord,-and-nerve-disorders/movement-disorders/chorea-athetosis-and-hemiballismus