Masalah Jantung dan Pembuluh Darah

Jantung Berdebar

dr. Marsita Ayu Lestari, 04 Sep 2023

Ditinjau Oleh

Jantung berdebar atau palpitasi adalah kondisi dimana seseorang merasakan kerja jantung yang kuat, cepat, dan tidak teratur.

Jantung Berdebar

Jantung Berdebar

Dokter Spesialis

Spesialis jantung dan pembuluh darah, spesialis penyakit dalam, spesialis penyakit dalam konsultan kardiovaskular

Gejala 

Berdebar di dada atau di leher, denyut jantung tidak teratur, sensasi seperti jantung “meloncat”

Faktor Risiko

Olahraga, stres, serangan panik, mengonsumsi obat tertentu (antikolinergik, vasodilator), mengonsumsi kafein, merokok, mengonsumsi alkohol

Diagnosis 

Wawancara medis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang

Pengobatan 

Disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya

Obat

Beta blocker, calcium channel blocker 

Komplikasi

Stroke, gagal jantung, pingsan, henti jantung

Kapan harus ke dokter?

Jantung berdebar disertai dengan pusing, nyeri dada, sesak napas, pingsan, berkeringat dingin, gangguan cemas

Pengertian Jantung Berdebar

Jantung berdebar atau palpitasi adalah kondisi dimana seseorang merasakan kerja jantung yang kuat, cepat, dan tidak teratur. Kondisi ini sering membuat seseorang menjadi tidak nyaman dan mengganggu kualitas hidupnya.

Penyebab Jantung Berdebar

Penelitian melaporkan bahwa penyebab jantung berdebar adalah 43% bersumber dari jantung, 31% bersumber dari kondisi kejiwaan, dan sekitar 10% dari kondisi yang bervariasi, seperti induksi obat, tirotoksikosis, anemia, kafein, dan amfetamin.

Secara umum, penyebab jantung berdebar dibagi menjadi cardiac (jantung) dan non-cardiac (bukan jantung). Beberapa penyebabnya antara lain:

  • Jantung

Bersumber dari ventrikel (kontraksi ventrikel prematur, fibrilasi ventrikel), bersumber dari atrium (fibrilasi atrium, atrial flutter), keadaan output tinggi (anemia, kehamilan), kelainan struktural (kardiomegali penyakit jantung bawaan, aneurisma aorta), dan lain-lain (sindrom Brugada, takikardia sinus)

  • Kelebihan katekolamin (olahraga, stres)
  • Kondisi kejiwaan (depresi, serangan panik, somatisasi)
  • Kondisi metabolik (hipertiroidisme, hipoglikemia, hipokalsemia, hiperkalemia)
  • Obat (agen simpatomimetik, obat antikolinergik, vasodilator) 
  • Kondisi lainnya (kafein, alkohol, nikotin, mariyuana, kokain, amfetamin)

Artikel lainnya: Beberapa Penyebab Utama Jantung Berdebar 

Gejala Jantung Berdebar

Adapun gejala yang mungkin kamu rasakan saat mengalami jantung berdebar, yaitu:

  • Berdebar di dada atau di leher
  • Denyut jantung tidak teratur
  • Sensasi seperti jantung “meloncat”

Jantung berdebar biasanya tidak berbahaya dan dapat membaik sendiri. Namun, ada beberapa kondisi yang membutuhkan perhatian khusus, bila jantung berdebar disertai dengan:

Artikel lainnya: Cara Mengatasi Jantung Berdebar dengan Cepat dan Tepat 

Faktor Risiko Jantung Berdebar

Faktor risiko jantung berdebar meliputi:

  • Olahraga
  • Stres
  • Serangan panik
  • Mengonsumsi obat tertentu (antikolinergik, vasodilator) 
  • Mengonsumsi kafein
  • Merokok
  • Mengonsumsi alkohol

Diagnosis Jantung Berdebar

Untuk menentukan apakah jantung berdebar merupakan kondisi normal atau serius, maka perlu dilakukan evaluasi secara menyeluruh. Dokter akan mengumpulkan informasi berupa frekuensi dan durasi keluhan, faktor pencetus, kondisi ‘red flag’ yang tidak normal, riwayat keluarga, dan hal terkait lainnya.

Dokter juga melakukan pemeriksaan fisik untuk mengidentifikasi adanya kelainan. Sedangkan, pemeriksaan penunjang disesuaikan dengan temuan pada wawancara medis dan pemeriksaan fisik.

Adapun pemeriksaan penunjang yang dilakukan, seperti:

  • EKG (Elektrokardiogram)
  • Holter monitoring (merekam aktivitas jantung selama 24-48 jam)
  • Ekokardiografi
  • Pemeriksaan laboratorium (darah rutin, elektrolit, hormon tiroid)

Artikel lainnya: Penyebab Jantung Berdebar dan Sakit Kepala Bersamaan

Pengobatan Jantung Berdebar

Pengobatan jantung berdebar disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Dokter mungkin akan meresepkan beta blocker atau calcium channel blocker untuk beberapa keadaan.

Pencegahan Jantung Berdebar

Upaya pencegahan jantung berdebar berkaitan dengan upaya mengendalikan penyebab/faktor risiko yang mendasarinya, seperti:

  • Tidak merokok dan menggunakan narkoba
  • Tidak mengonsumsi kafein secara berlebihan
  • Menjaga status nutrisi dan hidrasi tubuh dengan diet gizi seimbang dan minum air sesuai yang direkomendasikan
  • Mengelola stres dan menerapkan teknik relaksasi
  • Menumbuhkan self-love dengan cara menerima kelebihan, kekurangan, dan potensi kamu 

Artikel lainnya: Hati-Hati, Begadang Bisa Sebabkan Jantung Berdebar 

Komplikasi Jantung Berdebar

Komplikasi jantung berdebar yang bersumber dari jantung, antara lain:

Obat Terkait Jantung Berdebar

Kapan Harus ke Dokter?

Sangat penting untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan mengetahui penyakit yang mendasari jantung berdebar. 

Periksakan diri kamu atau mereka yang berada dalam pengawasanmu ke dokter bila merasakan gejala jantung berdebar disertai kondisi khusus yang telah dijelaskan di atas. 

Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang cara mengatasi jantung berdebar, yuk #JagaSehatmu dengan download aplikasi KlikDokter dan manfaatkan layanan konsultasi kesehatan 24 jam langsung dengan dokter melalui fitur Tanya Dokter online.

[LUF]

  1. Goyal A, Robinson KJ, Katta S, Sanchack KE. Palpitation. 2022. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK436016/  Accessed 12 May 2023.
  2. NHS. Heart palpitation. 2022. https://www.nhs.uk/conditions/heart-palpitations/  Accessed 12 May 2023.
  3. Govender I, Nashed KK, Rangiah S, Okeke S, Maphasha OM. Palpitations: Evaluation and management by primary care practitioners. S Afr Fam Pract (2004). 2022;64(1):e1-e8. 
  4. Weinstock C, Wagner H, Snuckel M, Katz M. Evidence-Based Approach to Palpitations. Med Clin N Am. 2021.
  5. Mayo Clinic Staff. Heart palpitations. 2022.  https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-palpitations/symptoms-causes/syc-20373196  Accessed 12 May 2023.
  6. Wexler RK, Pleister A, Raman SV. Palpitations: Evaluation in the Primary Care Setting Am Fam Physician. 2017;96(12):784-789