Sukses

5 Mitos Seputar Vagina yang Harus Diabaikan

Masih banyak mitos tentang vagina yang beredar di masyarakat. Jangan mudah percaya dan cek faktanya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Vagina merupakan bagian organ intim wanita yang sering mendapat perhatian khusus. Agar tak salah dalam melakukan perawatan vagina, temukan kebenaran di balik mitos yang banyak beredar.

  1. Vagina kendur bila sering melakukan hubungan seks

    Otot-otot yang membentuk dinding vagina pada dasarnya sangat elastis. Bila penis penetrasi ke dalam vagina, otot tersebut akan meregang. Namun setelah itu, otot tersebut akan kembali ke ukuran semula. Jadi frekuensi seks yang tinggi tidak akan menyebabkan vagina menjadi kendur.

  2. Vagina kotor dan banyak bakteri

    Banyak wanita beranggapan bahwa daerah vagina kotor dan banyak mengandung bakteri. Hal ini yang menjadi alasan sebagian wanita untuk menggunakan sabun pembersih khusus untuk vaginanya.

    Dalam keadaan normal memang terdapat bakteri di vagina, namun bakteri ini justru bermanfaat untuk menjaga kebersihan area kewanitaan. Bakteri Gardnerella vaginalis merupakan bakteri baik di vagina untuk menjaga agar vagina tidak terinfeksi oleh kuman.

    Penggunaan sabun pembersih khusus vagina justru akan mematikan bakteri baik ini dan menyebabkan vagina lebih rentan mengalami infeksi.

  3. Wanita bertubuh mungil memiliki vagina lebih sempit

    Banyak pria beranggapan bahwa wanita bertubuh mungil dapat memberikan kepuasan seksual yang lebih baik karena liang vaginanya lebih sempit. Hal ini tidak benar. Sempit atau luasnya vagina tidak berhubungan dengan ukuran tubuh wanita.

    Wanita yang berada dalam usia produktif, baik bertubuh besar maupun bertubuh mungil, sama-sama memiliki otot vagina yang elastis. Begitu juga dengan kemampuan dalam ‘mencengkeram’ penis pasangannya.

  4. Setelah melahirkan, vagina menjadi longgar

    Saat wanita bersalin, vagina memang menjadi lebih longgar karena menjadi jalan untuk lahirnya bayi. Namun karena keelastisan otot dinding vagina, maka dalam waktu 3–6 bulan, bentuk vagina akan kembali lagi menjadi seperti semula. Pada wanita yang rutin melakukan senam Kegel, bentuk vagina dapat lebih cepat kembali seperti sebelumnya.

  5. Dalam keadaan normal, vagina tidak akan mengalami keputihan

    Hal ini salah. Dalam keadaan normal, bisa terdapat keputihan yang keluar dari vagina. Hal ini wajar terjadi khususnya mendekati masa subur wanita. Keputihan yang normal ditandai dengan warnanya yang jernih, tidak berbau amis atau busuk, dan tidak disertai dengan nyeri.

Kenali area kewanitaan dengan benar agar Anda dapat menjaga kebersihan dan kesehatannya dengan baik. Ingat, jangan mudah percaya pada mitos yang banyak beredar. Pastikan kebenarannya dan bila perlu konsultasikan pada dokter.

(DA/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar