Telat haid adalah kondisi yang umum terjadi pada wanita. Sebagian mungkin menganggapnya biasa, namun sisanya khawatir dengan kondisi ini. Ini karena beberapa masalah kesehatan bisa jadi penyebabnya. Supaya lebih waspada, yuk cari tahu penyebab siklus menstruasi tidak teratur berikut ini!
Penyebab Menstruasi Tidak Teratur
Siklus menstruasi adalah sebuah durasi waktu yang dihitung mulai dari hari pertama menstruasi terakhir, hingga ke hari pertama menstruasi berikutnya.
Misalnya, jika Kamu haid tanggal 4-8 Januari, lalu haid selanjutnya tanggal 1-5 Februari, maka siklus haidmu adalah 28 hari. Normalnya, siklus tersebut teratur setiap bulan.
Kalaupun maju atau mundur 1-2 hari, itu masih dianggap normal. Namun, bagaimana jika siklus menstruasi Kamu tak teratur, apa penyebabnya?
Beberapa hal yang bisa menjadikan siklus haid Kamu berantakan antara lain:
1. Stres
Mungkin banyak yang belum tahu bahwa gangguan kondisi psikis atau mental, seperti stres dapat memicu telat haid. Coba diingat lagi, pernahkah Kamu terlambat datang bulan saat sedang banyak beban pikiran? Jika pernah, penyebabnya adalah gangguan keseimbangan hormonal akibat stres.
Stres memengaruhi kinerja otak dalam mengontrol produksi hormon-hormon yang berkaitan dengan siklus menstruasi dan kesuburan.
2. Aktivitas yang Tinggi
Kamu yang tiap harinya melakukan aktivitas fisik berat, misalnya atlet, tak jarang mengalami gangguan siklus haid. Para atlet mungkin telah mengetahui risiko tersebut.
Namun bagi Kamu yang tak tahu, siklus haid jadi berantakan mungkin bisa membuat khawatir. Padahal, bisa jadi Kamu sedang berada dalam fase kelelahan, misalnya baru pulang dari perjalanan mendaki Gunung Merbabu selama seminggu atau perubahan intensitas aktivitas lainnya.
3. Perubahan Berat Badan yang Drastis
Berat badan yang naik maupun turun secara drastis dalam waktu singkat dapat menyebabkan gangguan siklus menstruasi.
Kondisi ini biasanya berkaitan dengan gangguan makan seperti anoreksia, bulimia, binge-eating, atau penyebab perubahan berat badan drastis lainnya seperti kanker.
Salah satu mekanisme, yakni meningkat jumlah lemak tubuh membuat, produksi estrogen pun meningkat. Estrogen dalam jumlah yang terlalu tinggi bisa mengganggu proses ovulasi (pelepasan sel telur) dan menyebabkan siklus haid menjadi tidak teratur atau bahkan terhenti (amenore).
4. Penggunaan Obat-obatan Tertentu
Terdapat beberapa obat yang bisa memengaruhi siklus menstruasi. Contohnya adalah terapi pengganti hormon, pengencer darah, obat-obatan tiroid, epilepsi, antidepresan, bahkan ibuprofen.
Jika Kamu memiliki obat-obatan yang harus dikonsumsi secara rutin yang ternyata mengganggu siklus haid, konsultasikan hal tersebut dengan dokter. Hindari serta-merta menghentikan sendiri pengobatan tersebut.
5. Endometriosis
Satu dari sepuluh wanita usia reproduksi mengalami endometriosis. Endometriosis adalah sebuah kondisi ketika jaringan yang seharusnya melapisi bagian dalam rahim, tumbuh di luar rahim dan ikut luruh saat siklus menstruasi datang.
Gejala endometriosis yang lazim ditemukan di antaranya adalah rasa nyeri hebat saat sedang menstruasi, perdarahan yang banyak, durasi menstruasi yang lama, hingga perdarahan di antara siklus menstruasi.
6. Polycystic ovary syndrome (PCOS)
PCOS atau sering dikatakan sebagai kista indung telur adalah kondisi yang biasanya pertama dicurigai dari gejala hilangnya menstruasi atau siklus menstruasi yang terlalu panjang. Misalnya haid 3 bulan sekali atau bahkan hanya sekali dalam setahun.
Kondisi tersebut disebabkan adanya ketidakseimbangan hormon yang memengaruhi pematangan sel telur. Sebagai sebuah sindrom, PCOS merupakan kelompok dari berbagai gejala yang memengaruhi ovarium dan ovulasi dengan tiga tanda utama, yaitu
- kista pada ovarium
- kadar tinggi hormon androgen, dan
- siklus haid yang tidak teratur, bahkan hilang.
7. Menyusui
Meski bukan penyakit, kondisi seorang wanita yang sedang menyusui juga dapat memengaruhi siklus menstruasi. Menyusui dikatakan sebagai “KB alami”, salah satunya karena pengaruhnya terhadap siklus menstruasi akibat produksi prolaktin yang berperan dalam produksi air susu ibu.
Hormon prolaktin ini akan menekan produksi hormon reproduksi, sehingga ibu yang menyusui eksklusif sering kali tidak menstruasi, bahkan hingga 6 bulan lamanya setelah melahirkan.
8. Radang Panggul
Penyakit radang panggul adalah infeksi bakteri yang memengaruhi sistem reproduksi wanita. Infeksi ini biasanya disebabkan oleh infeksi menular seksual (IMS) yang tidak diobati.
Berawal dari bakteri masuk melalui vagina dan menyebar ke rahim serta saluran genital bagian atas. Penyakit ini bisa menyebabkan haid tidak teratur karena infeksinya memengaruhi struktur dan fungsi sistem reproduksi, baik karena radang, kerusakan jaringan, maupun gangguan hormonal.
9. Hipertiroidisme dan Hipotiroidisme
Gangguan pada produksi hormon tiroid, baik terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat menyebabkan gangguan menstruasi.
Produksi hormon tiroid rendah membuat metabolisme tubuh melambat. Ini bisa menyebabkan kadar prolaktin meningkat, yang efeknya menghambat ovulasi. Kamu bisa mendapati siklus haid menjadi lebih jarang, tidak teratur, atau bahkan tidak datang sama sekali.
Sementara produksi hormon tiroid yang terlalu tinggi juga membuat metabolisme terlalu cepat. Akibatnya, hormon reproduksi menjadi terganggu membuat siklus haid menjadi lebih pendek atau ringan. Dalam kasus tertentu haid bisa berhenti sama sekali.
Jika beberapa bulan belakangan siklus menstruasi tidak teratur, coba cari tahu penyebabnya dengan mengingat-ingat kembali apakah ada perubahan kebiasaan dan kondisi tubuh. Agar lebih pasti penyebabnya dan tahu cara mengatasinya, konsultasikan ke dokter.
Ingin tahu lebih banyak informasi seputar siklus menstruasi dan #JagaSehatmu di rumah?Yuk,download aplikasi media kesehatan KlikDokter sekarang juga! Jika Kamu membutuhkaninformasi seputar obat maupuninformasi seputar penyakit, tersedia kolom pencarian yang memudahkan Kamu untuk mengakses informasi lebih dalam.
- Cleveland Clinic. (2023, November 8). Irregular periods (abnormal menstruation): Causes & treatment. Cleveland Clinic.https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14633-abnormal-menstruation-periods
- Attia GM, Alharbi OA, Aljohani RM. The Impact of Irregular Menstruation on Health: A Review of the Literature. Cureus. 2023 Nov 20;15(11):e49146. doi: 10.7759/cureus.49146. PMID: 38130524; PMCID: PMC10733621.
- Nemours Foundation. (2020, November 4). Irregular periods. KidsHealth for Teens. Retrieved from https://kidshealth.org/en/teens/irregular‑periods.html