Sukses

Cara Efektif Cegah Obesitas Akibat Keturunan

Tahukah Anda bahwa obesitas bisa diwariskan dalam keluarga? Jangan panik, cegah dengan cara ini!

Klikdokter.com, Jakarta Terlahir dari orang tua yang mengalami obesitas? Awas, risiko Anda untuk mengalami keadaan yang sama akan meningkat berlipat ganda. Jangan tinggal diam jika Anda tak ingin mengalami berbagai penyakit berbahaya, seperti kolesterol tinggi yang bisa berujung pada penyakit jantung atau strok!

Faktanya, genetik memengaruhi berbagai aspek dalam tubuh manusia, termasuk berat badan dan kondisi obesitas. Penelitian menunjukkan bahwa ragam perbedaan dalam genetik manusia menyebabkan berbagai variasi respons tubuh terhadap gizi dan berat badan.

Respons tubuh tiap individu dapat berbeda terhadap satu lingkungan yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa peran genetik terkait bagaimana tubuh seseorang merespons lingkungan, termasuk pada terjadinya obesitas, adalah benar adanya.

Obesitas dan dampak buruknya

Obesitas mengubah respons tubuh terhadap jenis lemak yang Anda konsumsi. Keadaan ini pun membuat jumlah kolesterol jahat (LDL) yang dibuat oleh hati meningkat, juga menurunkan efektivitas pembuangan kolesterol jahat dari darah.

Mengapa hal itu bisa terjadi?

  • Proses normal tubuh yang mengelola produksi dan pembuangan kolesterol jahat dari darah berdasarkan jenis lemak yang Anda konsumsi menjadi terganggu.
  • Obesitas menyebabkan peradangan pada beberapa bagian tubuh, dan keadaan ini memengaruhi respons tubuh terhadap jenis lemak yang dikonsumsi.
  • Obesitas menyebabkan resistensi insulin. Kondisi ini menyebabkan perubahan kadar enzim yang sebenarnya dibutuhkan untuk mengelola kolesterol di dalam tubuh.

Jika obesitas terus berlanjut dan kadar kolesterol jahat terus terakumulasi di dalam tubuh, maka akan terbentuk sumbatan (plak aterosklerosis) di pembuluh darah. Keadaan inilah yang membuat orang-orang obesitas berisiko tinggi untuk mengalami penyakit jantung, serangan jantung atau stroke.

Cegah obesitas dengan gaya hidup sehat

Tidak semua orang yang memiliki riwayat obesitas dalam keluarga akan berakhir pada kondisi yang sama. Hal ini dikarenakan obesitas tak hanya disebabkan oleh faktor genetik semata, namun juga turut dipengaruhi gaya hidup yang dijalani. Artinya, meski Anda terlahir di keluarga yang mayoritas obesitas, risiko Anda untuk mengalami hal yang sama bisa diperkecil. Bagaimana caranya? Ya, menerapkan gaya hidup sehat!

Tak sulit sebenarnya mencegah obesitas. Hal terpenting adalah kemauan dan kedisiplinan. Sedikit banyak, Anda tentu telah mengetahui apa saja yang menjadi komponen gaya hidup sehat. Sebagai pengingat, berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk membantu menurunkan risiko terjadinya obesitas akibat keturunan:

  • Jalan sehat

Sulit memulai kebiasaan olahraga? Mulailah dengan memperbanyak jalan kaki dan jumlah langkah dalam sehari. Anda dapat memanfaatkan berbagai aplikasi dalam ponsel pintar yang dapat menghitung berapa langkah dalam sehari, untuk memasang target dan mengukur pencapaian.

Mudahnya, jika Anda membawa kendaraan ke kantor, parkirkan kendaraan tersebut sedikit lebih jauh untuk memperpanjang jarak jalan kaki yang mesti dilakukan. Saat Anda sudah terbiasa untuk berjalan kaki, berolahraga rutin akan menjadi lebih mudah untuk dijalani.

  • Makan sehat

Anda dianjurkan untuk selalu mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, yang sebagian besarnya terdiri dari buah dan sayur. Tak hanya itu, Anda juga sangat dianjurkan untuk menghindari berbagai makanan yang digoreng, atau mengandung lemak trans maupun lemak jenuh.

Pastikan pula porsi makanan yang Anda konsumsi tidak melebihi anjuran gizi dalam sehari. Anda tak ingin mengalami obesitas dan beragam dampak buruknya di kemudian hari, bukan?

  • Kendalikan stres dan istirahat

Berbagai studi telah banyak membuktikan adanya kaitan antara tingkat stres dengan risiko obesitas. Karenanya, agar Anda tidak obesitas, pelajari berbagai teknik relaksasi dan temukan manajemen stres yang paling sesuai dengan diri Anda.

Jangan lupa juga untuk mencukupi kebutuhan istirahat Anda dalam sehari, karena kurang tidur dapat mengganggu metabolisme tubuh dan menyebabkan Anda ingin makan berlebihan.

Agar lebih efektif, sandingkan cara di atas dengan menerapkan gaya hidup TANGKAL:

  • Teratur periksa kolesterol
  • Awasi asupan dan pola makan
  • Nikmati hidup tanpa rokok dan minuman beralkohol
  • Giat berolahraga
  • Kendalikan berat badan dan hindari stres
  • Awasi tekanan darah
  • Lengkapi dengan rutin mengonsumsi asupan yang mengandung plant stanol ester yang telah teruji klinis dapat membantu menurunkan kadar kolesterol darah sebesar 7–10 persen apabila dikonsumsi rutin dua kali sehari selama 2–3 minggu.

Jangan pernah putus asa jika memiliki keturunan obesitas dalam keluarga. Selalu ingat bahwa berat badan yang ideal bisa didapatkan dan dijaga dengan kemauan serta kedisiplinan. Maka itu, yuk, tinggalkan kebiasaan-kebiasaan yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan mulai hidup sehat dari sekarang!

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar