Sukses

Pria atau Wanita, Siapa Lebih Rentan Terkena Serangan Jantung?

Pria dan wanita dapat mengalami serangan jantung. Namun, salah satu di antara keduanya punya risiko yang lebih besar.

Klikdokter.com, Jakarta Serangan jantung dapat menyerang siapa saja tanpa mengenal jenis kelamin. Baik pria maupun wanita, dapat terkena gangguan kesehatan ini. Namun, berdasarkan studi terbaru, diketahui bahwa pria berisiko lebih besar untuk mengalami serangan jantung.

Pria memiliki risiko serangan jantung yang lebih tinggi pada usia yang lebih muda. Rata-rata, serangan jantung pertama dialami para pria pada usia 65 tahun. Sedangkan pada wanita, rata-rata usia terjadinya serangan jantung pertama adalah 72 tahun. Ini karena pada wanita yang lebih tua, efek protektif hormon estrogen telah menurun sehingga membuat mereka rentan terkena serangan jantung.

Mengapa terdapat perbedaan yang signifikan atas hal ini?

Memahami Serangan Jantung

Serangan jantung adalah sebuah istilah yang merujuk pada munculnya gejala-gejala penyempitan pembuluh darah jantung secara mendadak. Gejala serangan jantung yang paling umum diketahui adalah nyeri dada sebelah kiri. Meski begitu, kembung disertai mual dan muntah juga dapat menjadi keluhan ketika serangan jantung terjadi.

Serangan jantung dialami oleh seseorang yang telah mengalami penyakit jantung koroner, baik disadari maupun tidak. Penyakit jantung koroner adalah kondisi ketika plak aterosklerosis terbentuk di dalam arteri koroner yang memperdarahi jantung. Plak aterosklerosis berasal dari tumpukan lemak, kolesterol, sel darah, dan faktor pembekuan yang pada akhirnya akan mempersempit dinding pembuluh darah.

Plak umumnya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menumpuk. Ketika pembuluh darah jantung menyempit akibat plak atau tersumbat secara mendadak, terjadilah pengurangan oksigen ke otot jantung. Berkurangnya oksigen ke jantung menyebabkan munculnya gejala klasik serangan jantung, yaitu nyeri dada (dalam bahasa medis disebut angina pektoris).

Ada sejumlah faktor risiko yang diketahui berkaitan dengan serangan jantung. Berikut ini faktor risiko penyakit jantung koroner (serangan jantung), baik pada pria maupun wanita:

  • Memiliki kadar kolesterol darah yang tidak normal (LDL tinggi, HDL rendah)
  • Merokok
  • Memiliki diabetes mellitus
  • Obesitas
  • Memiliki hipertensi
  • Kurang aktivitas fisik
  • Riwayat keluarga dengan penyakit jantung koroner

Seperti yang telah disebutkan di atas, risiko serangan jantung diketahui lebih besar pada pria. Penyebabnya belum diketahui secara pasti. Beberapa hipotesis yang diajukan berkaitan dengan kebiasaan tidak sehat yang lebih banyak melekat pada pria, misalnya, kebiasaan merokok berat dan stres psikologis.

Meski, pria memiliki risiko untuk terkena serangan jantung yang lebih besar dibandingkan wanita, penyakit jantung tetap menjadi salah satu dari tiga penyebab kematian terbanyak pada keduanya. Dengan begitu, baik pria maupun wanita harus aktif melakukan pencegahan agar tidak terkena serangan jantung.

1 dari 2 halaman

Pencegahan Serangan Jantung

Berikut kiat-kiat yang harus dilakukan untuk mencegah serangan jantung:

  1. Konsumsi Makanan yang Sehat

Untuk jantung yang sehat, jenis makanan yang sebaiknya dipilih adalah yang rendah kadar lemak jenuh, kolesterol, lemak trans, dan sodium (garam).

Lemak yang kurang sehat seperti lemak jenuh banyak terkandung pada bahan makanan yang digoreng. Konsumsilah berbagai buah dan sayuran, makanan berbahan dasar gandum utuh yang kaya serat, ikan (sekurang-kurangnya dua kali seminggu), kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Pilihlah produk susu sapi yang rendah lemak (skim milk), dan konsumsi daging ayam tanpa kulitnya. Sebaiknya, asupan daging pun merah dibatasi.

Garam juga sebaiknya dikurangi sebab berkaitan dengan meningkatnya tekanan darah. Tekanan darah yang meningkat memberikan beban tambahan bagi jantung dan memicu terjadinya serangan jantung.

Anda juga dapat mengonsumsi makanan yang memiliki efek penurun kolesterol, mengingat kolesterol adalah pemicu plak di dinding pembuluh darah. Contohnya makanan yang mengandung plant stanol, seperti sayur-sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan serealia.

  1. Hindari Minuman Manis

Karbohidrat simpleks yang terkandung dalam minuman manis dapat meningkatkan gula darah secara cepat. Selain itu, konsumsi minuman (termasuk makanan) manis menaikkan risiko terkena diabetes mellitus, yang memengaruhi peningkatan risiko penyakit jantung.

  1. Lakukan Aktivitas Fisik Secara Teratur

Mulailah aktif berolahraga secara rutin. Anda dapat memulainya dengan perlahan, lama-kelamaan ditambah intensitasnya. Jenis olahraga yang dapat dipilih adalah aerobik (berjalan, bersepeda, berlari). Lakukan 2-3 kali seminggu selama 30-60 menit per sesi.  

  1. Jauhi Rokok dan Asap Rokok

Merokok menyebabkan masuknya banyak partikel zat berbahaya dalam pembuluh darah, yang meningkatkan risiko terkena penyakit jantung. Baik merokok maupun terpapar asap rokok (perokok pasif), keduanya menunjukkan bahaya kesehatan yang sama seriusnya. Bahkan, berdasarkan data dari US Surgeon General’s Report, perokok pasif lebih mungkin mengalami penyakit jantung atau kanker paru hingga 30% dibandingkan orang yang bukan perokok pasif.

Apabila Anda memiliki faktor risiko penyakit serangan jantung, ditambah berjenis kelamin pria, sebaiknya Anda lebih waspada. Segeralah mengadopsi gaya hidup sehat untuk mencegah terjadinya serangan jantung. Begitu pula bagi kaum wanita, Anda tetap perlu awas dan melakukan pencegahan sebaik-baiknya.

[RS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar