Sukses

Benarkah Daging Kambing Pencetus Tinggi Kolesterol?

Banyak orang menghindari konsumsi daging kambing karena diyakini tinggi kolesterol. Benarkah?

Klikdokter.com, Jakarta Bagi penderita kolesterol tinggi, menjaga pola makan adalah sebuah keharusan. Bahan makanan berkolesterol tinggi tentu harus dihindari. Salah satu yang sering dianggap pencetus tingginya kolesterol adalah daging kambing.

Sebelumnya, ada baiknya Anda mengenal lebih jauh tentang kolesterol. Kolesterol tak selamanya berkonotasi negatif. Ada dua jenis kolesterol, yaitu kolesterol baik (HDL) dan kolesterol jahat (LDL).

Salah satu timbulnya masalah segala komplikasi seperti penyakit jantung, serangan jantung dan strok disebabkan dari kolesterol jahat (LDL). Karena itu, American Heart Association (AHA) menganjurkan asupan kolesterol LDL tidak boleh lebih dari 200 miligram per harinya, terutama bagi mereka yang berisiko tinggi.

Sumber makanan yang tinggi kolesterol antara lain adalah telur, mentega, udang, hati. Bagaimana dengan daging kambing? Nyatanya, daging kambing justru dapat menjadi alternatif sumber protein hewani yang lebih sehat, bahkan dibanding daging sapi dan daging ayam.

Dalam 85 gram daging kambing mengandung 122 kalori, 2,6 gram lemak, dan 64 miligram kolesterol. Sebagai perbandingan, 85 gram daging ayam mengandung 162 kalori, 6,2 gram lemak, dan 76 miligram kolesterol. Sementara 85 gram daging sapi mengandung 179 kalori, 7,9 gram lemak, dan 73 miligram kolesterol.

Sampai disini jelas terlihat bahwa kandungan lemak dan kolesterol dalam daging kambing lebih rendah hingga sepertiga dari daging ayam dan daging kambing, dalam jumlah sajian yang sama.

Tak hanya itu, kandungan zat besi dalam daging kambing pun tinggi, lebih tinggi dari daging sapi, daging babi, bahkan dua kali lipat dari daging ayam. Daging kambing juga memiliki struktur molekul yang sederhana, sehingga lebih mudah dicerna.

Lalu, apa yang membuat daging kambing sering dituding menyebabkan kolesterol tinggi? Jawabannya: Pengolahannya yang tidak tepat. Daging kambing sering kali diolah menjadi gulai dengan santan kental atau sate dengan bumbu kacang, yang jelas tinggi lemak dan kolesterol.

Agar terhindar dari kolesterol tinggi, sebaiknya olah daging kambing dengan cara dibakar atau dipanggang. Selain itu, potong bagian yang berlemak sehingga yang diolah dan konsumsi adalah bagian daging merahnya saja. Selama pengolahannya tepat, daging kambing bisa jadi sumber protein yang menyehatkan.

(DA/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar