Sukses

Wanita Hamil Tidak Boleh Olahraga Perut, Mitos atau Fakta?

Apakah wanita hamil tidak boleh melakukan olahraga perut? Atau justru sebaliknya?

Klikdokter.com, Jakarta Ada beberapa perubahan yang terjadi pada perut wanita hamil. Selain ukurannya yang semakin besar, perut wanita yang sedang hamil mengalami diastasis rekti. Diastaseis rekti adalah pemisahan antara otot perut bagian kiri dan kanan.

Pemisahan ini terjadi beberapa sentimeter, sejalan dengan pertumbuhan janin. Wanita dengan kehamilan kembar atau yang telah menjalani beberapa kehamilan lebih rentan terhadap perubahan ini.

Karena otot perut mengalami peregangan sejalan dengan ukuran perut yang semakin besar, wanita hamil boleh melakukan olahraga perut. Olahraga ini penting untuk mendukung organ pelvik dan kekuatan otot penyangga tubuh selama kehamilan.

Selain itu, olahraga perut juga dapat membantu mempertahankan kesehatan dan kekuatan otot perut, sehingga dapat mengurangi keluhan nyeri pinggang saat hamil. Wanita hamil pun dapat mempertahankan bentuk perutnya dan bisa segera pulih setelah persalinan.

Akan tetapi, wanita hamil harus pintar dalam memilih jenis olahraga perut yang aman, agar dapat menghindari atau memperparah diastasis rekti dan masalah lain.

Meski beberapa olahraga berpeluang membuat diastasis rekti memburuk, tetapi olahraga yang tepat bisa membantu memulihkan kondisi ini. Jenis olahraga dengan melibatkan perut secara mendalam bisa digunakan untuk memperbaiki keluhan ini.

Selama kehamilan, hindari olahraga perut seperti crunches, sit up, dan push up. Mengapa ketiga olahraga ini perlu dihindari? Sebab, saat menerapkannya, wanita hamil perlu tidur dalam posisi telentang, sehingga uterus yang semakin besar akan menekan pembuluh darah balik yang ada di belakangnya.

Sebagai alternatif, wanita yang sedang hamil dapat melakukan olahraga perut seperti standing crunches, pelvic tilts, heel slides, atau side-lying knee lift.

Jika merasa tidak percaya diri melakukan olahraga perut selama kehamilan, Anda sebaiknya meminta bantuan instruktur. Selain itu Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter kandungan terlebih dahulu.

[BA/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar